Elohim Ministry umum Partner Tuhan

Partner Tuhan



Renungan harian Rabu. 05 November 2025

Ayat Pokok : 2 Timotius 1:5 (TB) Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Ada perusahaan ritel Amerika bernama Hobby Lobby Creative Centers. Perusahaan ini memiliki jaringan toko seni dan kerajinan dengan volume lebih dari $5 miliar pada tahun 2018. Jaringan ini memiliki 1.001 toko di 48 negara bagian AS. Perusahaan ini didirikan oleh David Green pada tahun 1972. David Green berasal dari keluarga Kristen yang sederhana. Sejak remaja, ia dan seluruh saudara serta orangtua di sebuah kota kecil di Amerika Serikat bernama Altus. Ayahnya sendiri merupakan gembala gereja yang beranggotakan jemaat tidak lebih dari 50 orang. Walau memiliki jumlah keluarga yang cukup banyak, rumah yang mereka diami hanya terdiri dari dua kamar tidur. Praktis, beberapa dari mereka ada yang harus rela tidak tidur di kamar.

Sebagai anak seorang gembala gereja, Green hidup dengan nilai-nilai Kristen yang kuat. Hal tersebut memberikan pengaruh besar dan menjadi prinsip hidup yang selalu dia pegang. Bukan hanya ketika dia masih dalam keadaan yang berkekurangan namun sejarah bersaksi bagaimana Green tetap memegang kuat prinsip Kristen tersebut. “Menghormati Tuhan dalam semua yang kami lakukan dengan mengoperasikan perusahaan dengan cara yang konsisten dengan prinsip-prinsip Alkitab.” Selain motto tersebut, Green juga menetapkan bahwa semua toko tutup pada hari Minggu tujuannya adalah untuk “memberikan waktu kepada karyawan untuk keluarga dan beribadah,”

Konsisten memegang nilai-nilai kebenaran Kristen dalam menjalankan perusahaannya, Green dan perusahaan Hobby Lobby diberkati Tuhan. Hobby Lobby mengatakan telah menaikkan upah minimumnya dua belas kali selama tiga belas tahun hingga tahun 2021.

Peran besar seorang ibu memberikan sumbangsih besar dalam hidup David Green. Dalam setiap momen kebersamaan ibunya selalu berkata; “Kamu tidak pernah miskin saat kamu memiliki sesuatu untuk diberikan.” Selain itu prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan menjadi hal penting yang selalu diseberangkan dan ditanamkan ketika mereka sedang berkumpul bersama.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai orang tua, setiap kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik dan mengawasi anak-anak yang dipercayakan kepada kita dan setiap prinsip kebenaran yang kita ajarkan akan membangun karakter anak-anak kita, generasi dibawah kita yang Tuhan percayakan kepada kita.

Amsal 22:6 manuliskan demikian; “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Ini adalah kebenaran yang didukung oleh fakta betapa kuatnya kebenaran firman Tuhan membentuk seseorang. Ketika prinsip kebenaran firman hidup dalam kehidupan setiap anak-anak kita maka mereka akan menjadi anak muda yang mampu menjadi dampak dan berkat dimanapun mereka berada.

Salah satu contoh dalam perjanjian baru adalah Timotius.

Kisah Para Rasul 16:1-2 mencatat peristiwa pertama kali Paulus bertemu dengan Timotius. Ketika Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Timotius dikenal sebagai orang yang baik di tengah jemaat. “Kisah Para Rasul 16:2 (BIMK) Di antara orang-orang percaya yang tinggal di Listra dan Ikonium, Timotius terkenal sebagai orang yang baik.” Paulus mengkonfirmasi bahwa nenek dan ibu dari Timotius berperan besar dalam membentuk iman dan karakternya.

Hari ini kita merenungkan Firman Tuhan bahwa Anak-anak kita bukan sekadar tanggung jawab biologis—mereka adalah amanat surgawi yang dipercayakan kepada kita. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk menjadi orang tua secara fisik, tetapi menjadi partner-Nya dalam membentuk generasi ilahi. Teruslah tanamkan Firman Tuhan dalam kehidupan mereka. Doakan, tuntun, dan teladankan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Mungkin kita tidak selalu sempurna, tetapi Tuhan yang sempurna akan menyempurnakan setiap usaha kita.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Kita sebagai orang tua adalah Partner Tuhan dan anak-anak kita adalah mutiara berharga yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Marilah kita dengan hikmat dan tuntunan Tuhan membawa mereka kepada tujuan Tuhan dalam hidup mereka. Ada pergumulan dan mungkin lelah ketika dalam proses mengajar dan menanamkan nilai kebenaran Firman dalam hidup mereka, namun ternyata dalam proses tersebut, kita sebagai orang tua juga diproses, menjadi lebih baik. Selalu ada kebaikan di dalamnya.

Dalam mendidik anak-anak kita, Tuhan tidak hanya membentuk mereka — Dia juga sedang membentuk kita.”

💡 Hikmat Hari Ini

“Ketika kita menjadi partner Tuhan dalam membentuk iman anak-anak, kita sedang menanam benih kekekalan yang akan berbuah sampai generasi-generasi berikutnya.”

Tuhan menyertai setiap langkah Anda sebagai orang tua yang setia. 🌷

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedala Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *