Elohim Ministry umum Roh yang Menyala-nyala

Roh yang Menyala-nyala



Renungan Harian, Sabtu 22 November 2025

Nats: Roma 12 : 11 (TB) “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan “.

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

Rasul Paulus memperkenalkan Roma 12 : 11   ini sebagai bagian dari nasehatnya tentang hidup Kristen yang praktis setelah memahami anugerah Allah. (Roma 12 : 1-2).

Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Rasul Paulus memberikan perintah tegas untuk menghindari “ Kerajinan yang kendor “ ( kemalasan / kelambanan) dan sebaliknya mendorong “ roh yang menyala-nyala “ ( semangat yang berkobar) dalam melayani Tuhan.

Kemalasan Rohani ; kemalasan rohani bukan hanya tidak melakukan apa-apa, tetapi seringkali, adalah keengganan untuk melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Ini adalah kondisi dimana api rohani kita mulai redup, bahkan padam.

Mengenali tanda-tanda Kemalasan Rohani

Ayat ini berbicara tentang tiga aspek : Kerajinan, Roh, dan pelayanan.  Kemalasan rohani terlihat jelas ketika aspek ini terganggu yaitu : Kerajinan yang kendor (aspek disiplin pribadi ) kemalasan di sini berarti lambat, lesu dan menunda-nunda. contoh kemalasan rohani, malas berdoa dan membaca firman. Dari yang tadinya rajin saat teduh setiap pagi, kini hanya sesekali atau sekedar  membaca  satu  ayat  tanpa perenungan yang mendalam.

Dampaknya hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi kering seperti ponsel yang kehabisan baterai.

Roh yang padam (aspek semangat hati) Roma 12 : 11 mengatakan “ Biarlah rohmu menyala–nyala “ yaitu mempunyai semangat yang mendidih atau berapi-api. Kemalasan adalah lawan dari semangat yang membara.

Contoh kemalasan rohani ; Menjadi jemaat yang suam-suam kuku,artinya..

Datang ke ibadah hanya karena kebiasaan, bukan karena kerinduan bertemu dengan Tuhan. Tidak ada sukacita atau semangat dalam pujian, penyembahan, atau mendengarkan firman  ( kita bandingkan Wahyu 3 : 15-16)

Dampaknya kekristenan hanya sebatas ritual eksternal tanpa kuasa atau transformasi internal.

Enggan melayani Tuhan ( aspek tindakan Nyata )

Selanjutnya kata “ layanilah Tuhan “ menuntut kita untuk aktif menggunakan karunia rohani kita. Kemalasan rohani membuat kita mundur dari tanggung jawab.

Contoh kemalasan rohani menarik Diri dari pelayanan dan kebaikan misalnya..

Melihat kebutuhan di gereja atau sekitar ( misal menjenguk yang sakit, membersihkan gereja,) tetapi memilih untuk berkata “ biar orang lain saja atau saya sibuk’. Dampaknya karunia rohani terpendam dan tubuh Kristus kehilangan fungsi vital dari salah satu anggotanya.

Solusinya : Mengorbarkan kembali api Rohani kita

Rasul Paulus tidak hanya melarang, jangan kendor, tetapi ia juga memberikan perintah yang positif, bagaimana kita mengorbarkan kembali api itu ?

1. Mengambil keputusan yg tegas ( janganlah kendor)

kemalasan adalah pilihan kerajinan juga pilihan hari ini kita harus memilih untuk menjadi disiplin rohani. Mulailah lagi dari hal-hal kecil ; yaitu berkomitmen pada waktu doa, membawa alkitab ke gereja dan membacanya

2. Membaharui Fokus pada Roh Kudus ; 

Roh menyala-nyala) api yang menyala-nyala  adalah  perkerjaan Roh Kudus, kita harus memelihara api itu… Doa yang tekun, memohon agar Roh Kudus memenuhi dan mengorbankan semangat kita kembali. Perenungan Firman , membiarkan firman Tuhan menjadi bahan bakar bagi roh kita.

3. Memfokuskan Diri pada Kristus ( layanilah Tuhan ), melayani adalah tentang mengarahkan hidup kita pada Tuhan, bukan pada diri sendiri

    Penutup : Panggilan untuk berkorban

    Tantangannya mari kita periksa hati kita apakah api itu masih menyala atau sudah menjadi bara yang nyaris padam ?  Mulailah hari ini ambil satu langkah untuk mengalahkan kemalasan rohani ( misalnya bergabung dalam kelompok kecil, atau menetapkan waktu doa kita yang lebih serius.

    Tuhan memberkati

    EW

    Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
    Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
    Kirim ke 0895-1740-1800

    Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *