Elohim Ministry anak “Menyampaikan Kabar Baik”

“Menyampaikan Kabar Baik”



Renungan harian Anak, Sabtu 07 Maret 2026

Shalom adik-adik yang dikasihi Tuhan! Apa kabarnya hari ini? Kakak berharap adik-adik semua dalam keadaan sehat, penuh sukacita, dan siap belajar Firman Tuhan. Sebelum memulai aktivitas hari ini, mari kita membuka hati untuk mendengarkan kebenaran Firman Tuhan yang akan menolong kita hidup dengan benar.

Adik-adik, sekarang ini kita hidup di zaman yang penuh dengan informasi. Kita bisa dengan cepat membaca berita dari televisi, internet, atau bahkan dari grup chat di ponsel orang tua. Namun tidak semua berita yang kita dengar itu benar. Ada juga yang disebut berita hoaks. Hoaks adalah berita yang tidak benar atau belum tentu kebenarannya, tetapi disebarkan seolah-olah itu adalah fakta. Kadang orang menyebarkannya tanpa memeriksa dulu apakah berita itu benar atau tidak. Jika kita ikut menyebarkan berita yang salah, hal itu bisa membuat orang lain sedih, malu, atau bahkan disalahpahami. Karena itu, anak-anak Tuhan harus belajar berhati-hati dengan setiap berita yang kita dengar atau sampaikan kepada orang lain.

Suatu hari suasana di kelas Rudi tiba-tiba menjadi sangat ramai. Anak-anak tampak berbisik-bisik dan membicarakan sesuatu dengan heboh. Rudi yang baru datang ke kelas menjadi penasaran. “Ada apa sih? Kok semua orang kelihatannya heboh sekali?” tanya Rudi kepada Dodit. Dodit menjawab, “Kamu belum tahu ya? Katanya Doni ditangkap polisi! Lihat saja di grup chat kelas.” Rudi pun segera membaca pesan di grup tersebut. Ia sangat terkejut membaca berita itu. Namun Rudi tidak langsung percaya. Ia bertanya kepada Dodit, “Memangnya kamu sudah tahu pasti kalau itu benar?” Dodit menggeleng. “Belum sih, tapi Doni memang tidak masuk sekolah hari ini.” Rudi kemudian berkata, “Doni tidak masuk karena ia sedang menemani ayahnya yang sakit di rumah sakit. Bagaimana perasaan Doni kalau ia membaca berita yang tidak benar tentang dirinya?” Mendengar itu, Dodit merasa sangat bersalah. Ia segera memberi tahu teman-temannya bahwa berita tersebut tidak benar dan meminta mereka berhenti menyebarkannya.

Adik-adik, cerita tadi mengingatkan kita bahwa menyebarkan berita yang belum tentu benar bisa melukai orang lain. Tuhan tidak ingin kita menjadi penyebar kabar yang salah. Sebaliknya, Tuhan memanggil kita untuk menyampaikan kabar baik.

Dalam Yesaya 61:1 dikatakan bahwa Tuhan mengutus kita untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang membutuhkan penghiburan. Kabar baik itu bisa berupa kata-kata yang membangun, menguatkan, dan membawa pengharapan. Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk berkata jujur, menyampaikan kebenaran, dan tidak ikut menyebarkan hal-hal yang tidak baik. Ketika kita membagikan kata-kata yang baik, memberi semangat kepada teman, atau menceritakan kasih Tuhan kepada orang lain, kita sedang melakukan tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi ingat ya, adik-adik: jangan menjadi penyebar berita yang salah, tetapi jadilah pembawa kabar baik yang membawa sukacita bagi orang lain.

Adik-adik melalui renungan ini kita mau belajar menjadi pembawa kabar baik dengan cara-cara sederhana. Ketika mendengar suatu berita, jangan langsung menyebarkannya sebelum kita tahu apakah itu benar atau tidak. Jika ada teman yang sedih, kita bisa memberi semangat dengan kata-kata yang baik. Kita juga bisa membagikan cerita tentang kasih Tuhan kepada teman-teman kita. Dengan begitu, melalui perkataan kita, orang lain bisa merasakan kebaikan dan kasih Tuhan.

Tuhan ingin setiap anak-Nya menjadi pembawa kabar baik. Jangan sampai kita menyebarkan berita yang tidak benar atau menyakiti orang lain. Sebaliknya, mari kita belajar berkata jujur, menyampaikan kebenaran, dan membagikan hal-hal yang baik. Ketika kita melakukan itu, kita sedang menjadi alat Tuhan untuk membawa sukacita dan pengharapan bagi orang-orang di sekitar kita.

Ayat Hafalan

Yesaya 61:1a “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.

Komitmenku Hari Ini

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk Firman-Mu hari ini. Tolong aku supaya tidak mudah menyebarkan berita yang tidak benar. Ajarlah aku untuk selalu berkata jujur dan membagikan kabar yang baik kepada orang lain. Pakailah hidupku supaya aku bisa membawa sukacita dan pengharapan bagi teman-temanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Hikmat Hari Ini

Anak Tuhan bukan penyebar kabar buruk, tetapi pembawa kabar baik yang membawa sukacita bagi banyak orang.

YNP – IFM

🌟 IBADAH ANAK ELOHIM 🌟

📅 Minggu, 08 Maret 2025 | ⏰ Pukul 08.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu | Jl. Diponegoro 125 Batu

YESUS MENGENAL DAN MENGASIHI AKU
📖 Yohanes 4:5–42

Tahukah kamu? Yesus mengenal kita secara pribadi.
Ia tidak hanya tahu nama kita, hati kita, bahkan saat kita merasa sendirian.

Seperti perempuan Samaria yang bertemu Yesus di sumur, kita belajar bahwa:
💧 Yesus mengenal hidup kita
💧 Yesus tetap mengasihi kita
💧 Kasih-Nya dapat mengubah hidup kita

🎉 Datang dan temukan kasih Yesus yang luar biasa!
Ajak juga teman-temanmu supaya mereka juga mengenal Yesus.

✨ Karena Yesus mengenalmu… dan Dia sangat mengasihimu! ✨

Sampai ketemu besok ya … Tuhan Yesus memberkati

INFORMASI

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on ““Menyampaikan Kabar Baik””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *