π Ayub Pasal 25, Bildad menekankan kekudusan dan kebesaran Allah, serta keterbatasan manusia yang tidak dapat membenarkan dirinya di hadapan Tuhan.
π Ayub Pasal 26, Ayub mengagumi kebesaran kuasa Tuhan atas seluruh ciptaan, menyadari bahwa manusia hanya memahami sebagian kecil dari karya-Nya.

Rangkuman Kebenaran :
Di hadapan Tuhan yang kudus, manusia menyadari kelemahan dan dosanya. Tidak ada seorang pun yang benar karena kekuatannya sendiri. Kita membutuhkan kasih karunia Tuhan untuk hidup benar di hadapan-Nya. “Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?” Ayub 25:4
Kebesaran Tuhan melampaui kemampuan manusia untuk memahaminya sepenuhnya. Alam semesta menunjukkan sebagian kecil dari kuasa-Nya yang luar biasa. Kita diajak hidup dengan rasa hormat dan kagum kepada Tuhan. “Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?” Ayub 26:14
Kita membutuhkan kasih karunia Tuhan untuk hidup benar di hadapan-Nya dan kita diajak hidup dengan rasa hormat dan kagum kepada Tuhan. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat firman Mu pagi hari ini.