Elohim Ministry umum Apa yang Masih Kurang?

Apa yang Masih Kurang?



Renungan Harian Kamis, 11 Juni 2026

Nats: Matius 19:16-26 – Belajar dari Kisah Orang Muda yang Kaya

Shalom, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam kehidupan modern, banyak orang mengejar berbagai pencapaian. Ada yang berusaha membangun karier, mengumpulkan kekayaan, meraih pendidikan tinggi, melayani di gereja, bahkan berusaha menjadi pribadi yang baik di mata orang lain. Namun di tengah semua pencapaian itu, sering muncul pertanyaan yang sama seperti yang pernah diajukan oleh seorang muda yang kaya kepada Yesus: “Apa yang masih kurang?”

Pertanyaan ini sesungguhnya sangat relevan bagi kita. Bisa jadi kita sudah aktif beribadah, melayani, memberi persembahan, bahkan berusaha hidup benar. Namun jauh di dalam hati, masih ada kekosongan yang tidak dapat dipenuhi oleh pencapaian, kekayaan, maupun perbuatan baik. Kisah orang muda yang kaya mengajarkan bahwa masalah terbesar bukanlah apa yang kita miliki, tetapi kepada siapa hati kita melekat.

Melalui renungan ini, kita akan belajar dua kebenaran penting tentang apa yang sesungguhnya masih kurang dalam hidup seseorang yang ingin mengikut Kristus dengan sungguh-sungguh.

1. Perbuatan Baik Tidak Dapat Menyelamatkan

Orang muda yang kaya datang kepada Yesus dengan pertanyaan yang sangat serius: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Matius 19:16)

Pertanyaan ini menunjukkan bahwa ia percaya hidup kekal dapat diperoleh melalui usaha dan perbuatan baik. Ketika Yesus mengingatkan tentang hukum-hukum Allah, orang muda itu dengan percaya diri menjawab bahwa semuanya telah dilakukannya sejak muda. Secara lahiriah, ia adalah orang yang baik. Ia taat pada aturan agama, bermoral, dan dihormati masyarakat. Namun ternyata semua itu belum cukup.

Firman Tuhan menegaskan:  “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Efesus 2:8)

Keselamatan tidak pernah diperoleh karena kebaikan manusia. Tidak ada perbuatan baik yang dapat membuat seseorang layak di hadapan Allah yang kudus. Kebaikan manusia adalah respons terhadap keselamatan, bukan syarat untuk memperolehnya.

Ketika Yesus berkata: “Jikalau engkau hendak sempurna…” (Matius 19:21)

Kata “sempurna” berasal dari bahasa Yunani teleios, yang berarti utuh, lengkap, atau mencapai tujuan akhir. Yesus sedang menunjukkan bahwa masih ada sesuatu yang belum beres dalam hati orang muda tersebut. Ia memiliki ketaatan secara lahiriah, tetapi belum memiliki penyerahan diri secara total kepada Tuhan. Perbuatan baik memang penting, tetapi tanpa hubungan yang benar dengan Kristus, semua itu tidak dapat menyelamatkan.

2. Berhala Dunia Menjadi Penghalang Utama Mengikut Kristus

Yesus kemudian berkata: “Juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21)

Perintah ini bukan berarti setiap orang Kristen harus menjual seluruh hartanya. Yesus sedang menyingkapkan apa yang sebenarnya menguasai hati orang muda itu. Alkitab mencatat bahwa ia pergi dengan sedih karena memiliki banyak harta. Masalahnya bukan pada jumlah hartanya, melainkan pada posisi harta tersebut di dalam hatinya. Ia lebih mengasihi hartanya daripada mengasihi Tuhan.

Matthew Henry berkata: “Ketika kita menerima Kristus, kita harus melepaskan dunia, karena kita tidak dapat melayani Allah dan uang.”

Yesus juga mengajarkan: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:21). Harta bukanlah sesuatu yang jahat. Uang dapat dipakai untuk memberkati banyak orang dan menjadi alat bagi pekerjaan Tuhan. Namun ketika uang menjadi pusat kehidupan, ia berubah menjadi berhala.

Rasul Paulus memperingatkan: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.” (1 Timotius 6:10)

Ketika hati dikuasai oleh cinta akan uang dan dunia, berbagai akibat mulai muncul: Hubungan dengan Tuhan menjadi dingin, Ibadah hanya menjadi rutinitas, Komitmen kepada Tuhan mulai dikorbankan, Hubungan dengan sesama menjadi rusak, Muncul iri hati, kesombongan, ketamakan, dan berbagai dosa lainnya.  Itulah sebabnya Yesus tidak meminta uang orang muda itu, tetapi meminta hatinya. Tuhan tidak sedang mencari harta kita. Tuhan sedang mencari hati yang sepenuhnya mengasihi-Nya.

Kesimpulan Renungan

Ketika orang muda yang kaya bertanya, “Apa yang masih kurang?”, ternyata jawabannya bukanlah kurang berbuat baik, bukan kurang beribadah, dan bukan kurang menaati aturan agama. Yang masih kurang adalah hati yang sepenuhnya mengasihi Tuhan. Mengikut Yesus bukan sekadar menjalankan kewajiban agama atau menaati sejumlah aturan. Mengikut Yesus berarti menyerahkan seluruh hidup kepada-Nya dan menjadikan Dia yang terutama di atas segala sesuatu.

Mazmur 62:11 mengingatkan: “Bila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat kepadanya.”

Kiranya kita belajar mengasihi Tuhan lebih daripada segala sesuatu yang kita miliki, sehingga hidup kita benar-benar berkenan di hadapan-Nya.

Refleksi

Mari kita bertanya kepada diri sendiri dengan jujur: apakah selama ini kita lebih berfokus pada perbuatan baik dan aktivitas rohani daripada membangun hubungan yang intim dengan Tuhan? Apakah ada sesuatu yang tanpa sadar lebih kita cintai daripada Kristus, seperti uang, pekerjaan, kenyamanan, reputasi, atau ambisi pribadi? Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa hati dan menyerahkan kembali seluruh kehidupan kepada-Nya. Sebab yang Tuhan cari bukan sekadar ketaatan lahiriah, melainkan hati yang mengasihi-Nya dengan segenap jiwa, pikiran, dan kekuatan kita.

Hikmat Hari Ini

Tuhan tidak terutama melihat apa yang kita lakukan bagi-Nya, tetapi kepada siapa hati kita melekat.

Doa Meresponi Firman Tuhan Hari Ini

Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas firman-Mu yang mengingatkan kami untuk memeriksa motivasi dan kondisi hati kami. Ampunilah kami jika selama ini kami lebih mengandalkan perbuatan baik, pencapaian, atau harta dunia daripada membangun hubungan yang intim dengan-Mu. Tolong kami untuk melepaskan setiap berhala yang menguasai hati kami dan mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu. Ajarlah kami untuk hidup dalam penyerahan yang penuh, sehingga seluruh hidup kami menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

MW

1 thought on “Apa yang Masih Kurang?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *