Renungan Harian, Sabtu 26 September 2026
Nats: Mazmur 107 : 1 – 3, Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setianya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yg ditebusNya dari kuasa yang menyesakkan, Yang dikumpulkanNya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari Utara dan dari selatan.
Syalom saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . .
Dari nats hari ini, Mazmur 107 : 1-3 memberikan jawaban yang sangat tegas. Pemazmur tidak mengajak kita bersyukur bukan karena situasi kita sempurna, melainkan karena siapa Tuhan itu dan apa yang telah ia kerjakan dalam hidup kita.
Ada 3 Kebenaran Utama
Dasar Ucapan Syukur
Karakter dan Kasih Setia Tuhan “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik ! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”. ( Mazmur 107 : 1) Seruan diawali dengan perintah “ Bersyukurlah !”. Dalam bahasa aslinya, ucapan syukur disini berhubungan dengan pengakuan atau kesaksian secara terbuka . Mengapa kita harus bersyukur ?
Pemazmur memberikan 2 alasan :
Tuhan itu Baik : Kebaikan bukanlah sesuatu yang kadang-kadang Tuhan lakukan, melainkan hakikat atau karakter dasar-Nya. Keadaan hidup kita bisa berubah-hari ini menyenangkan, besok bisa penuh tantangan-tetapi kebaikan Tuhan tidak pernah berubah.
Kasih SetiaNya Kekal : kata yang digunakan untuk “ Kasih Setia “ adalah Hesed. ini adalah kasih yang terikat pada perjanjian-kasih yang tetap setia bahkan ketika pihak yang dikasihi sering kali gagal atau menjauh. kasih-Nya tidak ada tanggal kadaluarsanya.
Identitas Orang Percaya
Orang-orang yang Ditebus “Biarlah itu dikatakan orang-orang yang menegaskan siapa yang paling berhak menyanyikan pujian ini : adalah orang-orang yang telah ditebus. Kata “ ditebus ‘ (Ga’al) menggambarkan tindakan seorang penyelamat yang membayar harga untuk membebaskan seseorang dari perbudakan, tawanan,atau penderitaan.
Jika kita membaca kelanjutan Mazmur 107, pemazmur menggambarkan orang-orang yang ditebus ini dari berbagai latar belakang
Mereka yang tersesat di padang belantara dan kelaparan.
Mereka yang terkurung dalam kegelapan dan rantai penderitaan, @ Mereka yang bergumul akibat kebodohan dan dosa mereka sendiri.
Mereka yang terombang-ambing oleh badai samudra kehidupan. Namun ada pola yang sama : Ketika mereka berseru-seru kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, Tuhan bertindak dan meluputkan mereka. Bagi kita hari ini, penebusan terbesar telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. Kita telah ditebus dari perbudakan dosa dan kuasa maut karena itu, jika kita sudah menerima penebusan Kristus, kita tidak lagi memiliki alasan untuk hidup dalam kesedihan atau keputusasaan yang berkepanjangan.
Pemulihan Yang Menjangkau Setiap Orang
“dan yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri , dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan “. ( Mazmur 107 : 3) Ayat ini berbicara tentang Pemulihan dan pengumpulan kembali. Umat Tuhan mungkin pernah terpecah, terbuang atau tersebar ke berbagai penjuru karena pergumulan , dosa atau pembuangan. Namun tangan pertolongan Tuhan mampu menjangkau dari segala arah ; timur, barat,utara, dan selatan. Ini mengingatkan kita pada dua hal :
Tidak Ada Yang Terlalu jauh : Sejauh apapun seseorang pernah jatuh, tersesat,atau menjauh dari Tuhan, kasih pertolongan-Nya sanggup menjangkau dan membawa orang itu kembali.
Persekutuan Yang Dipulihkan : Pemulihan dari Tuhan tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga mengumpulkan kita menjadi satu keluarga umat Allah yang saling menguatkan.
Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari
Jadikan Ucapan Syukur sebagai gaya Hidup, Bukan sekedar Emosi. jangan menunggu perasaan senang atau situasi aman baru mau bersyukur. Bersyukurlah atas dasar siapa Allah itu dan apa yang telah Ia selesaikan di masa lalu.
Jangan Bisu tentang kebaikan ) Biarlah itu dikatakan,…) Ayat 2 berkata, “Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus…”. kesaksian hidup kita bisa menjadi sumber harapan bagi orang lain yang saat ini sedang mengalami “ padang belantara” atau “ badai “ mereka sendiri, Bagaikan pertolongan Tuhan dalam hidup kita.
Ingat Kembali “ Titik Penebusan “ dalam hidup kita Saat menghadapi masalah baru hari ini, tengoklah ke belakang. Ingat bagaimana Tuhan menolong kita melewati titik-titik krisis di masa lalu. Allah yang telah menolong kita di masa lalu adalah Allah yang sama yang akan menyertai kita hari ini dan esok.
Kesimpulan
Mazmur 107 : 1-3 Mengingatkan kita bahwa hidup mengikut Tuhan adalah perjalanan dari kesesakan menuju pembebasan, dari kegelapan menuju terang.
Sebab itu mari kita penuhi mulut kita dan hati kita dengan pujian, bukan karena hidup ini selalu mudah, melainkan karena Tuhan itu baik dan kasih setianya bertahan untuk selama-lamanya.
Tuhan Yesus memberkati
EW
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.