Renungan Anak, Selasa 27 Oktober 2026
Adik-adik, pernahkah kamu merasa sedih karena perkataan atau perbuatan teman yang menyakitimu? Mengampuni memang tidak selalu mudah, tetapi Tuhan Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi, bahkan ketika orang lain berbuat jahat kepada kita.
Ilustrasi: Tetap Mengasihi Teman
Suatu hari, Beni merasa sedih karena Dodi mengejeknya di depan teman-teman. Beni ingin membalas dengan mengejek Dodi juga. Namun, ia teringat bahwa Tuhan mengajarnya untuk mengasihi dan mengampuni. Beni memilih untuk tidak membalas. Ia berdoa agar Tuhan menolongnya mengatasi rasa sedih dan menolong Dodi menyadari kesalahannya. Ketika Dodi meminta maaf, Beni bersedia mengampuninya. Beni belajar bahwa mengampuni bukan berarti perbuatan yang menyakitkan itu benar, melainkan memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Belajar Mengampuni Seperti yang Tuhan Ajarkan
Adik-adik Tuhan adalah Allah yang penuh kasih dan pengampunan. Dia mengasihi kita dan mengampuni dosa kita ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh bertobat. Karena itu, Tuhan juga ingin kita belajar mengasihi dan mengampuni orang lain.
Firman Tuhan dalam Mazmur 7:1-6 menceritakan Daud yang mengalami perlakuan tidak adil. Raja Saul membenci dan mengejar Daud, padahal Daud tidak melakukan kesalahan terhadapnya. Daud tidak membalas kejahatan Saul dengan kejahatan. Sebaliknya, Daud datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya. Dari pengalaman Daud, kita belajar bahwa ketika disakiti, kita dapat membawa kesedihan dan masalah kita kepada Tuhan. Seperti Daud mengalami kebencian dari Raja Saul, tetapi ia membawa persoalannya kepada Tuhan. Daud menunjukkan bahwa kita tidak perlu membalas orang yang menyakiti kita. Kita boleh merasa sedih, kecewa, atau marah ketika diperlakukan tidak baik. Namun, jangan biarkan perasaan itu membuat kita membalas dengan perkataan atau perbuatan yang jahat.

Mengampuni berarti melepaskan keinginan untuk membalas dendam dan menyerahkan persoalan kita kepada Tuhan. Mengampuni tidak berarti membenarkan perbuatan yang salah atau membiarkan orang lain terus menyakiti kita. Jika seseorang terus mengganggu atau menyakitimu, ceritakanlah kepada orang dewasa yang dapat dipercaya, seperti orang tua atau guru. Kamu tetap dapat mengampuni sambil menjaga diri dan meminta pertolongan.
Hari ini kita belajar Ketika ada orang yang menyakiti kita, ayo kita berusaha menenangkan diri dan tidak langsung membalas. Mulailah dengan berdoa, menceritakan kesedihan hati kita kepada Tuhan, serta meminta pertolongan-Nya agar kita dapat mengampuni. Adik-adik juga akan mendoakan orang yang menyakiti kalian supaya mereka berubah dan belajar melakukan hal yang benar. Dengan pertolongan Tuhan, kita percaya akan dimampukan memiliki hati yang penuh kasih dan tidak menyimpan dendam.
Kesimpulan Renungan
Sahabat Kristus, mengampuni memang tidak selalu mudah, tetapi kita tidak harus melakukannya dengan kekuatan sendiri. Kita dapat meminta pertolongan Tuhan, seperti Daud yang berlindung kepada-Nya ketika menghadapi kejahatan. Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengasihi sesama dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mari belajar mengampuni, mendoakan orang yang menyakiti kita, dan tetap menjaga diri ketika menghadapi perlakuan yang tidak baik.
Ayat Hafalan
“Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku.” Mazmur 7:2
Komitmenku Hari Ini
Hari ini, aku mau belajar mengampuni orang yang menyakitiku. Aku tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi akan berdoa meminta pertolongan Tuhan dan mendoakan orang tersebut.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau mengasihiku dan mengampuniku. Tolong aku ketika merasa sedih atau marah karena disakiti orang lain. Ajarlah aku untuk tidak membalas kejahatan, tetapi belajar mengampuni dan mendoakan mereka. Berikan aku keberanian untuk meminta pertolongan orang dewasa yang dapat dipercaya jika aku terus disakiti. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
“Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan, melainkan memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.”
YNP – KCP
\JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>