Ester Wijayanti- STTA Indonesia
esterwijayanti2402@gmail.com
Pendahuluan
Misiologi adalah cabang dari disiplin teologi Kristen. Sebaliknya misiologi berusaha memandang dunia dari perspektif komitmen terhadap iman Kristen.
Edmun Woga, menguraikan istilah “misiologi berasal dari kata Latin Missio adalah bentuk subsantif dari kata kerja mittre ( mitto, missi, missum) yang memilih pengertian dasar yang beragam, yaitu membuang, menembak, membenturkan, mengutus, mengirim, membiarkan, membiarkan pergi, melepaskan pergi, membiarkan mengalir”. Dalam bahasa Latin maupun Yunani kata Misi atau Missio ini lebih cenderung berarti mengutus dan mengirim.
Ruman baca dapat menjadi wadah yang efektif untuk mengimplementsikan misiologi dalam konteks komunitas local. Melalui kegiatan Pendidikan literasi, memberdayakan Masyarakat dan pengembangan karakter, rumah baca dapat membangun komunitas yang kuat dan berkarakter, serta mempromosikan nilai-nilai kasih dan pelayanan kepada sesama. Rumah baca adalah sebuah bangunan atau sarana dan wadah bagi anak-anak untuk membaca atau memandang serta mencoba untuk memahami mengenai isi dari apa yang telah ditulis (baik dalam lisan atau sebatas dalam hati saja) guna untuk sosialisasi melampiaskan kreatifitas yang dimilikinya.
Ditengah-tengah keterbatasaan fasilitas, GPdI Trinil telah mengambil inisiatif untuk membuka rumah baca (semnetara) dirumah pendeta. Jemaat GPdI Trinil menunjukan komitmennya dalam mengimplementasikan misiologi dengan membangun rumah baca sebagai wadah untUk memberdayakan Masyarakat dan mempromosikan nilai-nilai kasih dan pelayanan kepada sesama.
PEMBAHASAN
1. Misi Jemaat GPdI Trinil
Gereja didesa tidak terhalang untuk melakukan misiologi, melainkan memiliki kesempatan untuk memberdayakan Masyarakat dan mempromosikan kasih Tuhanditengah-tengah komunitas local.. sebaliknya Gereja di desa dapat menjadi pusat misiologi yang efektif, membawa harapan dan kasih Tuhan kepada Masyarakat sekitar.
GPdI Trinil, dengan semangat misi yang kuat, terus berjuang mewujudkan mis-Nya meskipun berada dipedesaan. Melalui kegiatan-kegiatan misi dan pelayanan, GPdI Trinil membawa dampak positif bagi Masyarakat desa dan sekitarnya, serta menjadi saksi hidup kasih Tuhan.
Visi dan Misi GPdI Trinil
Visi :
- Menjadi gereja yang hidup dan berkembang, memuliakan Tuhan dalam segala hal.
- Melayani dan membawa berkat bagi jemaat dan jemaat sekitar
- Menjadi tempat dimana setiap orang dapat bertumbuh dalam panggilan pribadi dengan Tuhan.
Misi :
- Mengajak setiap orang mengenal Tuhan secara Pribadi dan bertumbuh dalam iman.
- Melayani Tuhan dengan kasih dan melalui berbagai program dan kegiatan
- Memberikan pelayanan terbaik bagi jemaat dan Masyarakat sekitar.
2. Misiologi Jemaat GPdI Trinil di Implementasikan dalam Pembangunan rumah baca
Misiologi Jemaat GPdI Trinil dalam Pembangunan rumah baca dapat di implementasikan dengan beberapa cara, yaitu yang pertama, Meningkatkan kesadaran Literasi. Rumah baca dapat menjadi pusat literasi dan pemberdayaan Masyarakat, membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan membaca Masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Kedua, Pemberdayaan Masyarakat. Dengan adanya rumah baca, masyarakat dapat memperoleh akses ke sumber pengetahuan dan informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka., yang ketiga Pengembangan pribadi dan kerohanian. Rumah baca juga dapat menjadi tempat untuk pengembangan pribadi dan spiritual , membantu masyarakat memahami nilai-nilai Kristen dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks misilologi, Pembangunan Rumah baca oleh GPdI Trinil dapat diartikan sebagai Upaya untuk:
- Menjangkau jiwa. Melalui rumah baca, GPdI Trinil dapat menjangkau jiwa masyarakat dan membanu mereka mamahami kasih Kristus
- Membangun komunitas. Rumah baca dapat menjadi pusat komunitas yang membantu membangunhubungan antar masyarakat dan mempromosikan nilai-nilai Kristen
- Pelayanan kasih. Perkembangan rumah baca juga dapat diartikan sebagai bentuk pelayanan kasih kepada masyarakat, membantu mereka memperoleh akses ke sumber pengetahuan dan informasi yang bermanfaat.
Dengan demikian, misiologi jemaat GPdI Trinil dalam Pembangunan rumah baca dapat membantu menungkatkan kualitas hidup masyarakat dan memprosikan niai-nilai Kristiani.
- Kegiatan yang dilakukan di rumah baca.
Kagiatan ini masih dilakukan di pastori GPdI Trinil, karena proses Pembangunan rumah baca masih dalam tahap perencenaan. Namun kegiatan ini telah dilakukan semenjak Juli 2022. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di rumah baca yaitu:
a. Berdoa sebelum belajar dan bernyanyi,
Sebelum kegiatan belajar dimulai. Dilakukan doa dan memuji Tuhan dalam pujian rohani. Anak-anak yang tergabung dalam kegiatan ini adalah anak sekolah Minggu GPdI Trinil dan anak-anak warga dusun pilang Trinil. Ketika anak sekolah Minggu berdoa kepada Tuhan Yesus, anak-anak beragama lain berdoa sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing. Namun secara tidak langsung anak-anak lain mendengar secara langsung doa anak-anak sekolah Minggu,dan puji-pujian kepada Tuhan. Disitulah juga misi untuk memperkenalkan siapa itu Yesus dapat berjalan.
b. Kegiatan Literasi dan edukasi
Hal ini meliputi kegiatan mendongeng dan cerita interaktif diadakan untuk menumbuhkan minat baca terutama kepada anak-anak. Hadirnya rumah baca bisa mengedukasi beberapa hal diluar diluar kegiatan membaca dan menulis, seperti misalnya kedisiplinan waktu, kebiasaan hidup sehat dan sikap bertangungg jawab atas diri sendiri. Selalin itu kegiatan dalam rumah baca ini juga anak-anak di ajari untuk menghitung atau pembelajaran matematika.
c. Melakukan bimbingan ketrampilan Praktis
Menyelenggarakan kegiatan praktik ketrampilan, seperti berkebun, membuat kerajian tangan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat secara fisik dan ekonomi.

Gambar 1 Penulis sedang melakukan beimbingan belajar kepada salah satu peserta didik

Gambar 2. Bimbingan kepada lansia yang buta huruf.

gambar 3. Anak-anak melakukan permainan di halaman gereja sebelum belajar dirumah baca
2.2 Dampak Positif rumah baca bagi Masyarakat
Keberadaan Jemaat yang telah mendukung pelayanan sosial dalam memberantas buta huuf bukan pemberian persembahan belaka, namun bagian penting yang juga signifikan bagi kesatuan tubuh Kristus. Kesatuan dalam tubuh Kristus diwujudkan dalam pereskutuan melakukukan pekerjaan Tuhan yang berada di dusun Pilang Trinil
Selain itu rumah baca, tidak hanya mendorong anak-anak untuk bisa membaca dan menulis saja. Namun perlu sebagai tempat dimana mereka belajar kehidupan sebagai suatu Masyarakat. Kegiatan rumah baca digereja, guru-guru yang adalah gembala sidang dan beberapa anak kaum remaja GPdI Trinil juga mengajarkan mereka benrnyanyi. Anak-anak merupakan sasaran utama misi ini. Melalui menjangkau anak-anak maka mereka juga dapa menjadi sarana efektif untuk mendidik orang tuanya dalam beberapa hal kecil. Seperti berbahasa Indonesia yang merupakan bahasa Nasional dan juga menyanyikan puji-pujian rohani. Dampak ini cukup signifikan sebagai usaha membantu mengentaskan buta huruf dikalangan orang tua.
Secara khusus dari kegiatan ini adalah perubahan yang dialami oleh anak-anak. Seperti ada perubahan dalam tutur katanya lebih sopan. Yang dulunya suka berbicara kotor, sekarang tidak lagi, dan lebih sopan. Dari aegi kebersihan sekarang juga sudah jauh lebih bersih sekarang. Anak-anak juga memiliki ketrampilan seperti membuat vas bunga dari bahan botol minuman bekas, dan membuat vas bunga dari tanah liat. Ada juga anak-anak yang berbakat dalam hal bernyanyi dan menggambar.
Kesimpulan
Sebagai Kesimpulan, membangun rumah baca sebagai wujud misiologi GPdI Trinil merupakan salah satu Upaya untuk mengimplementasikan kasih Kristus dalam pelayanan kepada masyarakat. Dengan menyediakan akses Pendidikan dan literasi yang berkualitas, rumah baca dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak-anak serta masyarakat sekitar. Meskipun saat ini rumah baca masih berada di rumah pendeta ( pastori) dan belum memiliki Gedung bangunan sendiri, namun semangat dan komitmen untuk melayani masyrakat melalui Pendidikan dan literasi sudah terlihat.
Melalui rumah baca, GPdI Trinil dapat menunjukan kasih dan kepedulian kepada masyarakat, serra menjadi contoh yang baikbagi anak-anak dan reamaja dalam mnegembangkan potensi mereka. Dengan demikian, rumah baca dapat menjadi wadah untuk membangun komunitas yang peduli dan mendukung, serta menjadi sarana untuk mengimplementasikan misiologi GPdI Trinil dalam bentuk yang konkret.
Sumber:
GP, H, Pengantar Misiologi: Misiologi Sebagai Jalan Menuju Pertumbuhan (PBMR ANDI, 2021)
Purwanto, P, and P MS, ‘Rumah Baca Dan Youth Center Di Solo Baru’, 2016
Purwoto, Paulus, ‘Pendidikan Kristen Dalam Gereja Sebagai Dasar Dan Sarana Aktualisasi Misi Kristen’, EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 2.1 (2021), pp. 89–101, doi:10.47530/edulead.v2i1.62