Yohanes 13 – Teladan Pelayanan dan Perintah Baru Kasih
Yesus tahu bahwa saat-Nya untuk menyelesaikan misi penyelamatan manusia dari Allah akan segera tiba. Yesus membasuh kaki para murid, menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah pelayan. Ia menubuatkan pengkhianatan Yudas dan menyangkalnya Petrus. Dalam momen terakhir bersama murid-murid, Yesus memberi perintah baru: agar mereka saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi mereka. Kasih menjadi tanda utama pengikut Kristus.
Kesimpulan:
Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk hidup dalam kasih yang nyata dan rendah hati. Pelayanan dan kasih menjadi ciri khas utama murid Kristus yang sejati. Ia menunjukkan kasih-Nya dan memberikan kasih tanpa syarat dan tanpa batas. Ia melayani tanpa pandang bulu.

Yohanes 14 – Penghiburan dan Janji Roh Kudus.
Yesus menghibur murid-murid-Nya menjelang penyaliban dengan berkata bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat. Ia menyatakan diri sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Yesus menegaskan bahwa siapa yang telah melihat Dia telah melihat Bapa. Ia berjanji akan mengutus Penolong (Roh Kudus) yang akan mengajar dan mengingatkan mereka akan semua yang telah Dia ajarkan. Yesus meninggalkan damai sejahtera, bukan seperti yang dunia berikan.
Kesimpulan:
Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Bapa. Dalam ketakutan dan kebingungan dunia, Ia memberi damai dan pengharapan. Roh Kudus dijanjikan sebagai Penolong dan pengajar bagi orang percaya. Yesus menegaskan lagi akan relasi-Nya yang tidak terpisahkan dengan Bapa dengan mengatakan: “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku”.
Yohanes 13–14 menunjukkan kasih Yesus yang sempurna: melalui teladan pelayanan, perintah untuk saling mengasihi, dan janji penyertaan-Nya melalui Roh Kudus. Kita dipanggil untuk percaya, mengasihi, dan hidup dalam damai yang dari Kristus.
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)