📖 2 Tawarikh Pasal 18, Raja Yosafat bersekutu dengan Ahab dan belajar pentingnya mencari firman Tuhan sebelum mengambil keputusan penting.
📖 2 Tawarikh Pasal 19, Yosafat ditegur karena bersekutu dengan raja jahat, lalu ia melakukan pembaruan dengan menegakkan keadilan berdasarkan takut akan Tuhan.

Rangkuman Kebenaran :
Keputusan yang bijaksana dimulai dengan mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu. Yosafat menyadari bahwa suara Tuhan lebih penting daripada mayoritas pendapat manusia. Orang percaya dipanggil untuk menempatkan firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap keputusan hidup. “Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: ‘Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN.’ 2 Tawarikh 18:4
Yosafat ditegur karena bersekutu dengan raja jahat, lalu ia melakukan pembaruan dengan menegakkan keadilan berdasarkan takut akan Tuhan. Teguran Tuhan dapat menjadi awal dari pembaruan hidup. Yosafat menanggapi peringatan dengan memperbaiki sistem keadilan dan memimpin bangsa kembali kepada Tuhan. Kepemimpinan yang benar harus dijalankan dengan takut akan Tuhan dan integritas. “Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita.” 2 Tawarikh 19:7
Orang percaya dipanggil untuk menempatkan firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap keputusan hidup. Kepemimpinan yang benar harus dijalankan dengan takut akan Tuhan dan integritas. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat pagi hari ini yang mengingatkan kami untuk menempatkan firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap keputusan hidup kami dan selalu takut dan taat akan Tuhan.