📖 Yehezkiel pasal 32, Kejatuhan Mesir menegaskan bahwa kekuasaan, kebesaran, dan pengaruh manusia tidak dapat mengalahkan kedaulatan Allah.
📖 Yehezkiel pasal 33, Allah memanggil umat-Nya untuk bertobat, hidup dalam kebenaran, dan sungguh-sungguh melakukan firman-Nya.

Rangkuman Kebenaran :
🟦 Yehezkiel 32
Yehezkiel 32 berisi ratapan atas Firaun dan Mesir yang akan mengalami kehancuran karena kesombongan dan kekuatannya. Mesir, seperti bangsa-bangsa besar lainnya, tidak dapat menghindari penghakiman Allah. Pasal ini mengingatkan kita agar tidak mengandalkan kedudukan atau kekuatan duniawi, melainkan hidup rendah hati dan mengakui kuasa Tuhan. “mereka akan tahu bahwa Akulah TUHAN.” — Yehezkiel 32:15
🟦 Yehezkiel 33
Yehezkiel ditetapkan sebagai penjaga yang bertanggung jawab menyampaikan peringatan Allah kepada Israel. Tuhan tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan menghendaki pertobatan dan perubahan hidup. Pasal ini juga menegur orang yang hanya mendengarkan firman tanpa melakukannya. Iman yang sungguh-sungguh terlihat melalui pertobatan, ketaatan, keadilan, dan kehidupan yang diperbarui. “Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.” — Yehezkiel 33:11
Kita diingatkan agar tidak mengandalkan kedudukan atau kekuatan duniawi, melainkan hidup rendah hati dan mengakui kuasa Tuhan dan juga kita ditegur karena hanya mendengarkan firman tanpa melakukannya. Iman yang sungguh-sungguh terlihat melalui pertobatan, ketaatan, keadilan, dan kehidupan yang diperbarui. Amin, terima kasih Tuhan untuk firman Mu pada pagi hari ini.