📖 Mazmur Pasal 101, Daud berkomitmen hidup dalam integritas, menjauhi kejahatan, dan memimpin dengan hati yang tulus di hadapan Tuhan.
📖 Mazmur Pasal 102, Pemazmur berseru kepada Tuhan di tengah penderitaan dan menemukan pengharapan dalam kekekalan serta kesetiaan Allah.

Rangkuman Kebenaran:
Integritas dimulai dari kehidupan pribadi sebelum terlihat dalam pelayanan atau kepemimpinan. Tuhan menghendaki umat-Nya hidup dalam ketulusan dan menjauhi segala bentuk kejahatan. Orang percaya dipanggil menjadi teladan melalui karakter yang mencerminkan kehendak Allah. “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.” Mazmur 101:2
Keadaan hidup dapat berubah, tetapi Tuhan tetap kekal dan tidak pernah berubah. Di tengah kelemahan dan penderitaan, Allah tetap menjadi sumber pengharapan yang teguh. Orang percaya dapat memandang masa depan dengan iman karena kesetiaan Tuhan berlangsung selama-lamanya. “ Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.” Mazmur 102:12
Orang percaya dipanggil menjadi teladan melalui karakter yang mencerminkan kehendak Allah dan orang percaya dapat memandang masa depan dengan iman karena kesetiaan Tuhan berlangsung selama-lamanya. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pagi hari ini.