1 Korintus 14 – Karunia Nubuat dan Bahasa Roh dalam Ibadah
Paulus mendorong jemaat untuk lebih mengutamakan karunia bernubuat dibandingkan berbahasa roh, karena nubuat membangun jemaat. Bahasa roh bermanfaat secara pribadi tetapi dalam ibadah umum harus ada penafsirannya agar jemaat dibangun. Segala sesuatu dalam ibadah harus dilakukan dengan tertib dan sopan, sebab Allah bukan Allah kekacauan melainkan damai.
Kesimpulan:
Karunia Roh harus digunakan untuk membangun jemaat, bukan untuk pamer rohani. Ibadah yang berpusat pada Kristus harus tertib, membangun, dan membawa damai sejahtera.

1 Korintus 15 – Kebangkitan Kristus dan Janji Kehidupan Kekal
Paulus menegaskan inti Injil: Kristus mati karena dosa kita, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga sesuai Kitab Suci. Ia menampakkan diri kepada banyak saksi, termasuk Paulus. Kebangkitan Kristus menjadi dasar kebangkitan orang percaya. Paulus menjelaskan bahwa tubuh kebangkitan berbeda dari tubuh duniawi: yang ditabur fana akan dibangkitkan dalam kemuliaan. Kebangkitan memberi kemenangan atas dosa dan maut melalui Kristus.
Kesimpulan:
Kebangkitan Kristus adalah jaminan bagi kebangkitan kita. Hidup kita tidak sia-sia, karena di dalam Kristus kita memiliki pengharapan akan hidup kekal dan kemenangan atas maut.
1 Korintus 14–15 menegaskan pentingnya ibadah yang tertib dan berpusat pada kasih, serta dasar iman kita pada kebangkitan Kristus yang memberi hidup kekal. Hiduplah membangun sesama dan teguh dalam pengharapan kebangkitan.
1 Korintus 14 ayat 1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama supaya kamu bernubuat … Tetapi hendaklah segala sesuatu berlangsung dengan sopan dan teratur.”(1 Korintus 14:1)