1 Korintus 4 – Paulus sebagai Pelayan Kristus dan Pengelola Rahasia Allah
Paulus mengingatkan jemaat agar tidak meninggikan manusia, sebab para rasul hanyalah pelayan Kristus dan pengelola rahasia Allah. Yang terpenting adalah kesetiaan. Ia menegur kesombongan jemaat Korintus dan menyatakan bahwa para rasul rela menderita demi Injil. Paulus menasihati mereka untuk meneladani kerendahan hati dan pelayanan yang sejati.
Kesimpulan:
Pelayanan Kristen bukan soal popularitas atau kehormatan manusia, melainkan kesetiaan kepada Kristus. Hamba Tuhan dipanggil untuk melayani dengan rendah hati, siap menderita, dan dapat dipercaya dalam setiap tugas.

1 Korintus 5 – Kekudusan Jemaat dan Penanganan Dosa
Paulus menegur jemaat karena membiarkan perbuatan cabul yang tidak pantas di antara mereka. Ia memerintahkan jemaat untuk menegakkan disiplin rohani dengan mengeluarkan orang yang berbuat dosa tersebut, supaya jemaat tetap kudus. Paulus juga mengingatkan untuk tidak bergaul erat dengan orang yang menyebut dirinya saudara, tetapi hidup dalam dosa.
Kesimpulan:
Jemaat Kristus dipanggil untuk hidup kudus. Disiplin rohani bukan untuk menghukum semata, tetapi untuk menjaga kemurnian tubuh Kristus dan memulihkan orang yang berdosa. Kristus, Anak Domba Paskah, sudah menebus kita untuk hidup dalam kekudusan.
1 Korintus 4–5 mengingatkan kita untuk rendah hati sebagai pelayan Kristus dan menjaga kekudusan jemaat. Kesetiaan dan disiplin rohani adalah wujud kasih dan ketaatan kita kepada Allah.
“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”(1 Korintus 4:2)