πIbrani 5 β Kristus sebagai Imam Besar Sejati
Yesus adalah Imam Besar yang ditetapkan oleh Allah, bukan dari keturunan Harun, melainkan menurut peraturan Melkisedek. Sebagai Imam Besar, Yesus memahami kelemahan manusia karena Ia juga pernah dicobai, tetapi tanpa dosa. Penulis Surat Ibrani menegur para penerima suratnya karena mereka “telah lamban dalam hal mendengarkan”, yang berarti “tidak tertarik, malas mendengarkan, atau bersikap pasif”, padahal seharusnya mereka sudah dapat mengajar, bukan hanya menerima pengajaran dasar.
Kesimpulan:
Sekalipun status Yesus adalah Anak Allah, Ia tetap menunjukkan ketaatan-Nya yang mutlak kepada kehendak Bapa Surgawi, meskipun ketaatan itu membawa-Nya pada penderitaan dan kematian. Ketaatan Yesus di sini bukanlah ketaatan yang membabi buta. Dia yakin bahwa pengurbanan-Nya akan menjadi pokok keselamatan abadi bagi manusia. Di sinilah Yesus menunjukkan ketaatan sempurna walau berada dalam pencobaan. Karena itu, Ia mampu menolong kita untuk taat, tidak menjadi soal seberapa sulit ketaatan itu.
π Ibrani 6 β Peringatan dan Pengharapan bagi Orang Percaya
Surat Ibrani mengharapkan setiap orang Kristen bertumbuh dan berkembang terus-menerus. Karena proses belajar dan menghidupi kebenaran Allah tidak pernah selesai sampai akhir hayat kita di dunia. Meskipun menjadi dewasa rohani bukanlah perkara gampang, setidaknya niat dan usaha untuk mewujudkannya dalam diri kita memainkan peranan penting mencapai kedewasaan yang dikehendaki Allah. Namun, penulis juga memberikan penghiburan bahwa Allah tidak lalai memperhatikan pelayanan dan kasih mereka. Pengharapan orang percaya teguh karena Allah tidak mungkin berdusta dan janji-Nya pasti, seperti janji-Nya kepada Abraham.
Kesimpulan:
Allah setia pada janji-Nya, sehingga pengharapan dalam Kristus adalah jangkar yang kuat bagi jiwa. Orang percaya dipanggil untuk hidup dalam iman yang teguh, bertumbuh dalam kedewasaan rohani, dan tidak kembali kepada kehidupan lama. Pada dasarnya Allah menghendaki setiap anak-Nya memiliki komitmen untuk bertumbuh ke arah kedewasaan penuh.

Ibrani 5β6 menyatakan Yesus Kristus adalah Imam Besar yang sempurna, sumber keselamatan kekal bagi yang taat. Karena itu, orang percaya harus bertumbuh dalam kedewasaan iman, berpegang pada pengharapan yang kokoh dalam janji Allah, dan tidak tergoda untuk murtad.
“Peganglah pengharapan yang telah terletak di depan kita. Dan pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.” (Ibrani 6:18b-19a)