π Wahyu 15 β Persiapan Tujuh Malapetaka Terakhir
Yohanes melihat tanda lain di surga: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir sebagai puncak murka Allah. Ia juga melihat orang-orang yang menang atas binatang menyanyi di hadapan takhta Allah dengan kecapi. Kemudian Bait Suci di surga terbuka, dan ketujuh malaikat keluar membawa cawan murka Allah.
Kesimpulan:
Allah adil dalam penghakiman-Nya, dan umat-Nya yang setia memuliakan Dia atas kemenangan mereka.

π Wahyu 16 β Tujuh Cawan Murka Allah
Ketujuh malaikat mencurahkan cawan murka Allah ke bumi: muncul borok, laut dan sungai menjadi darah, matahari membakar manusia, dan kerajaan binatang diliputi kegelapan. Cawan keenam mempersiapkan jalan bagi raja-raja dunia untuk berkumpul di Armagedon. Cawan ketujuh menimbulkan gempa bumi terbesar, hujan es raksasa, dan kota-kota runtuh, namun manusia tetap menghujat Allah.
Kesimpulan:
Murka Allah yang penuh kuasa dinyatakan atas bumi, tetapi hati manusia yang keras tetap menolak pertobatan.
Wahyu 15β16 Allah menegaskan keadilan-Nya melalui tujuh malapetaka terakhir, menunjukkan puncak murka-Nya atas dosa. Meski demikian, banyak orang tetap menolak bertobat, sementara umat Allah dijamin dalam kemenangan.
βBesarlah dan ajaiblah segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! (Wahyu 15:3)