Renungan Harian Youth, Sabtu 10 Januari 2025
Salam Sejahtera dalam kasih tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Gelap mata dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan Dimana seorang yang sangat marah sehingga ia menjadi lupa diri dan mengamuk. Ini merupakan Tindakan yang berdasarkan emosi belaka, tanpa berpikir secara rasional dan jernih tentang akibat kemarahan tersebut. Dalam keadaan gelap mata, banyak peristiwa criminal yang terjadi, yaitu sesuatu yang pastinya disesali pada akhirnya. Efesus 4:26 mengingatkan kita ,”Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”
Perasaan marah adalah hal yang sangat wajar bahkan dialami oleh setiap orang. Tuhan tidak melarang kita untuk marah, tetapi Tuhan ingin kita dapat mengendalikan perasaan marah itu dengan baik.
Seperti air yang ada didalam botol apabila diguncang, air ikut terguncang, namun air akan Kembali tenang dan tetap tenang ketika tutup botol dibuka. Berbeda dengan sebotol soda, yang diam-diam menyimpan gejolak dan siap untuk meledak.
Seorang tokoh Alkitab yang dapat kita jadikan contoh karena tidak menguasai dirinya sehingga menjadi gelap mata adalah Saul. Setelah Saul menjadi raja, ia menjadi tidak taat kepada Tuhan. Saul bahkan ingin mempertahankan jabatannya walaupun Tuhan sudah menolaknya. Sedangkan Daud sebagai kepala pasukan pada waktu itu, ia memperoleh kemenangan demi kemenangan karena Tuhan menyertainya. Hal ini dianggap Saul sebagai ancaman atas dirinya. Popularitas Daud yang semakin besar membuat Saul ingin membunuhnya demi menjaga tahtanya. Saat Yonatan anak Saul berada di pihak Daud, karena ia tahu bahwa Tuhan telah mengurapi Daud menjadi raja, Saul bahkan ingin membunuh anaknya sendiri. Saul telah benar-benar gelap mata. I Samuel 20 :33,”Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil Keputusan untuk membunuh Daud.”
Ada banyak alasan yang dapat membuat seseorang menjadi gelap mata. Contohnya saja; amarah yang berlarut-larut, dendam, kepahitan, tidak bersedia mengampuni, tidak mau menerima kekalahan, tidak terima kenyataan, ingin menang sendiri, rakus dan ambisius secara salah. Bagaimana agar kita tidak menjadi gelap mata Ketika sesuatu terjadi dalam kehidupan kita?
1. Hidup takut akan Tuhan
Jika seseorang hidupnya takut akan Tuhan, maka ia akan menjauhi kejahatan. Amsal 16:6a,”karena takut akan Tuhan orang menjauhi kejahatan.” Hidup takut akan Tuhan merupakan prinsip hidup yang memiliki rasa hormat dan ketaatan kepada Tuhan sehingga seseorang membenci dan menghindari perbuatan buruk, seperti; kesombongan, keserakahan, kebohongan, amarah, karena kesadaran diri akan adanya kekudusan Tuhan dan hukuman atas dosa. Hal ini juga bukan hanya sekedar rasa takut melainkan fondasi hikmat yang mendorong kita untuk hidup benar sesuai kebenaran Tuhan.
2. Taat dan berserah kepada Tuhan
Betapa pentingnya ketaatan dihadapan Tuhan. Janganlah kita bersandar kepada pengertian atau pemikiran kita sendiri, melainkan serahkan semuanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memimpin kita kejalan-jalan yang benar. (Amsal 3:5-6). Mari kita taat kepada Tuhan dan menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan. Hal ini merupakan tindakan iman yang aktif dan hidup sesuai rencana-Nya.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, marilah kita hidup dengan takut akan Tuhan, dan dalam ketaatan. Jangan biarkan amarah menguasai kehidupan kita. Jangan sampai gelap mata seperti Saul dan akhirnya merugikan dirinya sendiri. Tetapi yang jelas semua ini berakar pada tidak adanya rasa takut akan Tuhan, tidak mau menundukkan diri, tidak taat dan tidak mau berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Kemarahan dan ambisi yang tidak sehat dapat membutakan kita, namun tunduk dan berserah kepada Tuhanlah yang dapat mencelikkannya.
Gelap mata tidak terjadi secara tiba-tiba; ia lahir dari hati yang tidak lagi takut akan Tuhan dan tidak mau tunduk kepada-Nya. Ketika amarah, dendam, dan ambisi dibiarkan menguasai hidup kita, kita bisa kehilangan kendali dan melakukan hal-hal yang akhirnya kita sesali.
Namun, ketika kita memilih untuk hidup dalam ketaatan dan takut akan Tuhan, Roh Kudus menolong kita untuk tetap tenang, berpikir jernih, dan bertindak sesuai kehendak-Nya. Sebab hanya hati yang tunduk kepada Tuhanlah yang mampu mengalahkan amarah dan berjalan dalam damai sejahtera-Nya.
Hikmat Hari Ini
“Hati yang takut akan Tuhan tidak akan dikuasai oleh amarah, tetapi akan dipenuhi oleh damai dan penguasaan diri.”
Tuhan memberkati
MW – AdS
🔥 ELOHIM YOUTH CELEBRATION 🔥

📅 Sabtu, 10 Januari 2025
🕔 Pukul 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu
🎯 Tema: ✨ KONSISTENSI ✨
📖 Galatia 6:9–10
Capek berbuat baik tapi belum lihat hasil?
Pernah pengen berhenti karena ngerasa usaha kita kayak sia-sia?
Firman Tuhan mengingatkan kita: jangan jemu-jemu berbuat baik.
Karena pada waktunya, kita akan menuai — asal kita tidak menyerah. 🌱
Buat kamu Elohim youth:
Tuhan sedang bekerja lewat prosesmu. Setiap kebaikan yang kamu tabur tidak pernah sia-sia.
Mari dikuatkan untuk jadi generasi yang setia, berdampak, dan konsisten dalam Kristus.
🎉 Yuk datang & ajak teman-temanmu!
Karena perjalanan iman itu panjang —dan ingat kita tidak berjalan sendirian. 🙌
#ElohimYouth #YouthCelebration #Konsistensi #Galatia6 #TetapSetia #BerbuatBaik
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan