Elohim Ministry youth DARI RAGU MENJADI TEGUH

DARI RAGU MENJADI TEGUH



Renungan Harian Youth, Kamis 10 Juli 2025

Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Thomas merupakan salah satu murid Tuhan Yesus yang dikenang karena sesuatu yang kurang positif. Ia dikenal sebagai Sang Peragu. Ia hanya mau percaya kalau ia sudah melihat bukti yang nyata. Nama lain yang ia sandang, yaitu Didimus (11:16; 20:24; 21:2, artinya Si Kembar), bahkan kadangkala ditafsirkan secara simbolis sebagai rujukan pada kepribadiannya yang selalu mendua. 

Kesan umum seperti di atas tentu saja tidak adil bagi Thomas. Semua murid lain pun baru percaya kebangkitan Yesus setelah mereka melihat bukti tertentu. Murid yang dikasihi Tuhan percaya sesudah ia menyaksikan kubur yang kosong. Demikian pula dengan semua murid lain yang baru bisa bersukacita pada saat mereka melihat luka di tangan dan lambung Tuhan Yesus.  Di samping itu, tidak setiap pemunculannya Thomas digambarkan sebagai seorang yang ragu-ragu, sehingga penafsiran simbolis terhadap nama Didimus terlihat terlalu dipaksakan.

Hampir semua dari mereka. Tomas tidak hadir dalam perkumpulan malam itu dan murid yang hadir memberitahukan kepada Tomas bahwa mereka telah melihat Tuhan, tetapi Tomas tidak percaya. 

Menurut tradisi Yahudi kesaksian perempuan (apalagi hanya satu orang) dianggap kurang berbobot, sehingga wajar kalau Thomas tidak percaya kesaksian Maria. Namun, kali ini Thomas mendapatkan berita itu dari murid-murid lain. Dari sisi jumlah dan jenis kelamin kesaksian itu seharusnya sudah memadai. Tidak demikian bagi Thomas. Ia bahkan menuntut lebih dari sekadar melihat: ia ingin mencucukkan jarinya ke luka Yesus! Untuk menekankan keseriusan pada ucapannya, Thomas bahkan menggunakan struktur kalimat yang sama yang diucapkan Yesus di 3:3 dan 6:53 “jikalau…tidak…tidak akan…” Pemunculan kata “tidak” sebanyak dua kali (ayat 25b ou mē) di ucapan Thomas semakin menegaskan keseriusan Thomas.

Yohanes 20:25,”Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Setelah kejadian tersebut, apakah Tomas merenungkan apa yang disampaikan murid lain? Ataukah dia tidak menghiraukannya dan melanjutkan hidupnya, berpikir bahwa Yesus belum mengunjungi mereka?  Satu minggu kemudian, saat para murid berkumpul kembali, Tomas ada bersama mereka. Walaupun pintu dalam keadaan terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!”

Cara Tuhan menampakkan diri kepada Thomas menunjukkan bahwa Ia mengetahui situasi yang terjadi.

Peristiwa kematian Yesus menjadi kenyataan pahit bagi Tomas. Inilah yang membuatnya menjadi ragu dan perlu melihat bukti terlebih dahulu. Di satu sisi, ia memandang Yesus sebagai pribadi yang hebat dan luar biasa selama ia menjadi murid-Nya, tetapi di sisi lain, pada akhirnya ia harus menyaksikan Yesus sendiri menjadi orang yang mati tak berdaya.

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yohanes 20:27 TB).  Tomas dengan segera mengakui bahwa Yesus, pada kenyataannya, telah bangkit dari kematian dan telah berada bersama-sama dengan mereka kembali. Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29 TB).

Tomas percaya, tetapi Yesus terfokus pada hal yang jauh melebihi kejadian waktu itu. Yesus berbicara kepada kita semua, generasi orang percaya yang akan datang yang tidak dapat mengatakan, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Yesus tidak hanya mati bagi kita. Dia juga bangkit bagi kita. Dia tidak menolak apa yang diminta oleh Tomas, tetapi Dia menegaskan bahwa ada berkat bagi orang yang percaya tanpa melihat. Kebenaran dari kebangkitan-Nya tidak terbatas oleh apakah kita melihatnya atau tidak.    

Dalam anugerah dan hikmat-Nya, kadang-kadang Tuhan memperlihatkan tanda kepada mereka yang sulit untuk percaya tanpa melihat. Akan tetapi, tidak semua orang memperoleh anugerah untuk melihat tanda. Prinsip yang umum berlaku adalah, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (20:29b)

Dewasa ini, tidak sedikit orang yang sudah lama mengikut Yesus, banyak melihat dan mengalami banyak peristiwa ajaib yang Tuhan nyatakan dalam hidup mereka, mengalami banyak pertolongan Tuhan, tapi ketika dihadapkan berbagai peristiwa yang tidak sesuai harapannya, mereka menjadi kecewa.

Rekan-rekan youth, Berapa banyak dari kita yang begitu haus akan bukti kebesaran Tuhan? Jangan lagi mengukur Tuhan kita yang besar hanya dari bukti-bukti jasmani saja, ketika kita sehat, Pendidikan oke, bisnis lancar, keluarga bahagia, lantas kita baru percaya Yesus hadir. Percayalah, bahwa kenyataan hidup yang pahit tidak membuktikan Tuhan tidak bekerja dan meninggalkan kita, justru di dalam kenyataan hidup yang pahit, Tuhan dapat menyatakan kebesaran-Nya secara lebih luar biasa.

Walaupun keyakinan Tomas didorong oleh mujizat tetapi ia akhirnya mengambil keputusan pribadi dari dalam hatinya. Iman yang paling indah adalah yang diajarkan Yesus di 20:29, yaitu percaya sekalipun tidak melihat. Dari ucapan Tuhan Yesus kepada Thomas terlihat bahwa Thomas akhirnya tidak jadi mencucukkan jarinya ke luka Tuhan. Tuhan tidak mengatakan “berbahagialah mereka yang melihat dan mencucukkan jarinya…” Thomas sudah belajar bahwa tuntutan imannya adalah terlalu berlebihan.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM -SCW

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *