Elohim Ministry anak “Doing What Is Right – Berani Melakukan Yang Benar”

“Doing What Is Right – Berani Melakukan Yang Benar”



Renungan Harian Anak, Senin 15 Juni 2026

Syalom adik-adik Elohim Kids! Apa kabar hari ini? Kakak berharap semua sehat, penuh sukacita, dan selalu merasakan kasih Tuhan. Sebelum kita memulai aktivitas hari ini, yuk kita bersama-sama belajar mendengar kebenaran Firman Tuhan yang akan menolong kita menjalani kehidupan setiap hari.

Adik-adik, pernahkah kalian berada dalam keadaan di mana melakukan hal yang benar terasa sulit? misalnya, ketika teman mengajak menyontek saat ulangan, tetapi di dalam hati kita tahu bahwa menyontek itu tidak benar. Atau ketika kita melakukan kesalahan, tetapi kita harus memilih apakah mau berkata jujur atau berbohong supaya tidak dimarahi. Kadang melakukan hal yang benar memang tidak selalu mudah. Ada saatnya kita merasa takut, malu, atau khawatir tidak diterima oleh teman. Tetapi sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk memilih jalan yang benar karena Tuhan senang melihat anak-anak-Nya hidup dalam kebenaran. Hari ini kita akan belajar dari para rasul yang tetap berani melakukan apa yang benar meskipun mereka menghadapi masalah.

Ada seorang anak bernama Daniel. Suatu hari di sekolah, teman-temannya mengajak Daniel untuk menyalin jawaban saat ujian. Mereka berkata, “Tidak apa-apa, semua juga melakukan ini.” Daniel merasa takut kalau ia menolak, nanti teman-temannya mengejeknya. Tetapi Daniel ingat bahwa Tuhan mengajarkan untuk hidup jujur. Akhirnya Daniel memilih mengerjakan ujiannya sendiri. Setelah itu, beberapa teman mungkin tidak mengerti keputusannya. Tetapi Daniel merasa damai karena ia tahu sudah melakukan hal yang benar di hadapan Tuhan. Dari cerita ini kita belajar bahwa terkadang memilih kebenaran membutuhkan keberanian. Tetapi Tuhan melihat hati yang mau taat kepada-Nya.

Berani Berdiri di Atas Kebenaran Tuhan – Kisah Para Rasul 5:17–25

Adik-adik, setelah Yesus naik ke surga, para rasul terus memberitakan kabar baik tentang Yesus kepada banyak orang. Mereka mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Banyak orang mulai percaya kepada Yesus. Tuhan juga melakukan banyak hal luar biasa melalui pelayanan para rasul. Tetapi tidak semua orang senang melihat hal itu. Imam Besar dan kelompok Saduki merasa iri dan marah. Mereka tidak mau mendengar tentang Yesus. Karena itu mereka menangkap para rasul dan memasukkan mereka ke dalam penjara. Kalau kita berada di posisi para rasul, mungkin kita akan merasa takut. Mereka hanya melakukan hal yang benar, tetapi mereka justru mendapat masalah.

Namun para rasul tidak berhenti percaya kepada Tuhan. Pada malam hari, Tuhan mengutus malaikat untuk membuka pintu penjara dan membawa mereka keluar. Tetapi yang luar biasa, malaikat itu tidak menyuruh mereka bersembunyi. Malaikat berkata agar mereka kembali ke Bait Allah dan memberitakan Firman Tuhan. Pagi harinya, para rasul kembali melakukan tugas mereka. Mereka tetap mengajar tentang Yesus karena mereka tahu bahwa kebenaran Tuhan harus terus diberitakan.

Dari kisah ini kita belajar beberapa hal:

1. Melakukan yang benar membutuhkan keberanian. Kadang jalan yang benar tidak menjadi pilihan yang paling mudah. Ada kemungkinan orang lain tidak setuju atau mengejek kita. Tetapi Tuhan ingin kita tetap memilih kebenaran. Ketika kita jujur, berkata baik, mengampuni, dan melakukan kasih, kita sedang menunjukkan bahwa kita mengasihi Tuhan.

2. Tuhan menyertai anak-anak yang taat. Para rasul tidak sendirian. Tuhan menolong mereka saat menghadapi kesulitan. Begitu juga dengan kita. Ketika kita memilih melakukan yang benar, Tuhan selalu menyertai dan memberi kekuatan.

3. Ketaatan kepada Tuhan lebih penting daripada mencari penerimaan manusia. Kadang kita ingin disukai teman sehingga mengikuti apa yang mereka lakukan. Tetapi sebagai anak Tuhan, yang paling penting adalah menyenangkan hati Tuhan. Lebih baik melakukan yang benar bersama Tuhan daripada mengikuti sesuatu yang salah hanya supaya diterima orang lain.

Adik-adik bisa mulai melakukan kebenaran Tuhan melalui hal-hal kecil setiap hari. Mulailah dengan berkata jujur kepada orang tua dan guru, membantu teman yang membutuhkan, tidak ikut mengejek orang lain, meminta maaf ketika salah, dan berani berkata tidak ketika diajak melakukan sesuatu yang tidak benar. Ingat, Tuhan melihat setiap tindakan kecil yang kita lakukan dengan hati yang taat.

Kesimpulan Renungan

Kisah para rasul mengajarkan kita bahwa menjadi anak Tuhan berarti berani memilih jalan yang benar. Walaupun terkadang ada tantangan, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan memberi keberanian dan kekuatan supaya kita tetap hidup sesuai Firman-Nya. Mari menjadi anak-anak Tuhan yang jujur, taat, dan berani melakukan yang benar di mana pun kita berada.

Ayat Hafalan

Kisah Para Rasul 5:29 “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.”

Komitmenku Hari Ini

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau selalu menyertai kami. Tolong kami supaya berani melakukan yang benar dan hidup sesuai dengan Firman-Mu. Berikan kami kekuatan ketika menghadapi tekanan dari orang lain. Ajarkan kami menjadi anak yang jujur, taat, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Hikmat Hari Ini

“Anak Tuhan tidak hanya tahu yang benar, tetapi juga berani melakukan yang benar.”

Elkids140626 – SP

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *