Renungan Harian anak, Rabu 24 Januari 2024
Syalom adik – adik elohim kids, yuk sebelum memulai aktivitas liburkan, yuk luangkan waktu untuk membaca renungan dan berdoa dahulu yah.
“Dimana Adi” kata kak Anita guru sekolah minggu Lia. “Hmmm ga tau ya bu, mungkin dia malu ga mau datang” Kata Lia. “Loh ada apa” sahut bu Anita. “Mungkin dia malu karena kemarin dia habis berkelahi dengan Roni disekolah bu” sahut Rico yang adalah teman sekelasnya. Mendengan kabar itu bu Anita kemudian menghubungi Adi dan mengajak Adi untuk mau datang sekolah minggu lagi. Setelah ibu Anita menasehatinya, Adi akhirnya mau datang sekolah minggu lagi
Adik -adik apakah kalian pernah melakukan kesalahan atau sesuatu yang kurang baik, kurang benar dan berbeda dengan kebiasaan tak jarang menimbulkan perasaan malu dan takut. Tidak enak hati, merasa hina dan rendah. Tak heran jika pelaku dosa kemudian berusaha menghindar dari orang lain. Seringkali kita merasa putus asa atau kehilangan kepercayaan diri saat kita menghadapi kegagalan. Namun, Firman Tuhan memberi kita kekuatan untuk tetap setia kepada-Nya. Kegagalan kita bukanlah akhir dari segalanya; sebaliknya, itu adalah kesempatan bagi Tuhan untuk membantu kita memperbaiki aspek-aspek lain dalam hidup kita.
1 Samuel 12:20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.”
Israel mengaku telah melakukan kejahatan di mata Tuhan. Selain dosa masa lalu, mereka mengaku telah menambah daftar dosa dengan meminta raja. Meski demikian, mereka meminta Samuel mendoakan mereka. Samuel pun menguatkan mereka agar tetap mengabdi dan setia kepada Tuhan. Samuel mengajak mereka tetap hidup mengikut Tuhan. Mereka tidak boleh berhenti, apalagi berpaling dan meninggalkan Tuhan untuk mengikuti dewa-dewa yang sesungguhnya tidak ada dan tidak dapat menolong. Samuel juga menegaskan kepada mereka, bahwa Tuhan telah bersumpah untuk menjadikan mereka umat-Nya dan tidak akan meninggalkan mereka.

Rasa malu dan takut karena telah berbuat dosa tidak selamanya buruk. Hal ini dapat membawa manfaat jika disikapi dengan bijak dan ditindaklanjuti dengan pertobatan. Malu dan takut karena dosa dapat kita jadikan pelajaran supaya tidak lagi melakukannya di masa mendatang. Hal yang tak kalah penting adalah mengingat bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang mampu memerdekakan kita dari dosa.
Karena itu, alih-alih menjauh dari Tuhan, kita harus berusaha semakin dekat kepada-Nya. Lagi pula, kasih-Nya teramat besar kepada umat-Nya. Jika pun teguran diberikan-Nya, itu adalah bentuk didikan-Nya kepada kita.
Ayat Hafalan
1 Samuel 12:20b, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.”
Komitmenku hari ini
Ketika aku menghadapi kegagalan aku tidak mau menyerah dan berhenti setia kepada Tuhan, sebaliknya aku percaya Tuhan akan menolong dan memulihkan hidupku
Tuhan Yesus memberkati
GH – GCT