Renungan harian Anak, Rabu 15 April 2026
Syalom adik-adik Elohim Kids! Apa kabarnya hari ini? Kakak harap semuanya sehat dan penuh sukacita ya. Hari ini kita akan belajar tentang melakukan kebaikan dengan hati yang tulus.
Pernah nggak sih adik-adik berbuat baik, tapi sebenarnya ada maksud tertentu? Misalnya supaya dipuji atau supaya tidak dimarahi? Nah, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak berpura-pura dalam berbuat baik. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tapi juga melihat isi hati kita!
Di sebuah sekolah, ada anak bernama Raka dan Bima. Suatu hari, saat ulangan Matematika, Raka tanpa sengaja melihat Bima sedang menyontek dari buku kecil yang disembunyikan di bawah meja. Raka kaget, tapi ia diam saja. Saat jam istirahat, tiba-tiba Bima menghampiri Raka dengan wajah tersenyum.
“Raka, ini aku bawa bekal roti kesukaanmu. Mau makan bareng?” kata Bima. Bima bahkan mengajak Raka ke kantin dan membelikan es teh manis. Teman-teman lain melihat dan berkata, “Wah, baik sekali Bima ya!” Raka merasa aneh, tapi ia tetap ikut. Namun setelah itu, Bima berbisik,
“Raka, kamu jangan bilang ke Bu Guru ya soal ulangan tadi…” Ternyata, kebaikan Bima bukan karena tulus, tapi karena takut ketahuan! Raka jadi mengerti bahwa Bima hanya berpura-pura baik.

Adik-adik, dari cerita tadi kita belajar bahwa berpura-pura baik itu tidak benar di hadapan Tuhan. Firman Tuhan dalam Roma 12:9 berkata bahwa kasih itu jangan pura-pura. Artinya bahwa Kita harus berbuat baik dengan hati yang tulus, dalam apa yang kita lakukan Tidak ada maksud tersembunyi dan terpenting juga tidak untuk mencari pujian atau keuntungan.
Tuhan tidak hanya melihat perbuatan kita, tapi juga melihat hati kita. Kalau kita berbuat baik hanya supaya dipuji atau supaya tidak dimarahi, itu berarti kita belum tulus.
Sebaliknya, Tuhan ingin kita Mengasihi teman dengan sungguh-sungguh, Ketika kita berbuat baik atau Menolong tanpa mengharapkan balasan dan juga Ketika ada kemarahan dalam hati kita harus belajar untuk Mengampuni dengan hati yang tulus. Ingat ya adik-adik, kebaikan yang berasal dari hati yang tulus sangat menyenangkan hati Tuhan.
Dari renungan hari ini, adik-adik bisa belajar melakukan kebaikan dengan tulus. Misalnya membantu teman yang kesulitan tanpa berharap dipuji, berbagi makanan dengan teman tanpa meminta balasan, atau meminta maaf dengan sungguh-sungguh ketika melakukan kesalahan. Saat melakukan semua itu, lakukan dengan hati yang jujur dan senang, karena Tuhan melihat dan senang dengan hati yang tulus.
Kesimpulan Renungan
Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang tulus, bukan pura-pura baik. Kebaikan yang sejati berasal dari hati yang mengasihi, bukan dari keinginan untuk dipuji atau mendapatkan keuntungan. Yuk, belajar berbuat baik dengan hati yang jujur dan tulus!
Ayat Hafalan
📖 Roma 12:9 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.”
Komitmenku Hari Ini
Aku mau berbuat baik dengan hati yang tulus, bukan karena ingin dipuji atau punya maksud tertentu.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang baik, ajar aku untuk memiliki hati yang tulus. Tolong aku supaya tidak berpura-pura dalam berbuat baik. Biarlah setiap perbuatanku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Hikmat Hari Ini
Tuhan melihat hati kita, jadi lakukan kebaikan dengan tulus, bukan pura-pura.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – AI
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>