Renungan Harian Anak, Rabu 20 Agustus 2025
Shalom adik-adik Elohim Kids! Apa kabarnya hari ini? Kakak berharap semua sehat, gembira, dan siap menjalani hari dengan penuh sukacita. Sebelum kita beraktivitas, yuk kita merenungkan Firman Tuhan yang akan mengingatkan kita betapa besar kasih dan pengorbanan Yesus bagi kita.
Sebelumnya kakak mempunya sebuah cerita …
Ada sebuah kerajaan yang megah, Raja ini terkenal sangat kaya dan berkuasa. Semua orang menghormatinya… kalau Ia memakai mahkota dan jubah kebesarannya. Tetapi suatu hari, sang Raja punya rencana berbeda. Ia ingin melihat, apakah rakyatnya benar-benar memiliki hati yang penuh kasih. Maka, Ia menanggalkan jubah kebesarannya, lalu menyamar menjadi seorang pengemis. Bajunya lusuh, compang-camping, Rambutnya kusut, wajahnya pun tampak kotor. Dengan langkah gontai, sang Raja berjalan dari rumah ke rumah. Ia mengetuk pintu pertama. Tok… tok… tok! “Permisi… bolehkah aku numpang istirahat dan makan sedikit?” katanya dengan suara lirih. Namun, pintu hanya terbuka sedikit. Seorang tuan rumah menatap jijik dan langsung menutup pintunya rapat-rapat. Brak! “Pergi sana! Jangan mengotori rumahku!”
Hati sang Raja terasa pedih. Tapi Ia tidak menyerah. Ia mengetuk pintu rumah kedua, lalu rumah ketiga, bahkan sampai rumah seorang bangsawan yang kaya raya. Sayang sekali, semua menolak dengan wajah sinis. Sang Raja berjalan dengan hati yang sangat sedih. “Apakah tidak ada seorang pun yang mau menerimaku?” gumamnya dalam hati. Hingga akhirnya, Ia sampai di sebuah gubuk kecil di pinggir desa. Atapnya hampir roboh, dindingnya berlubang, dan pintunya terbuat dari kayu tua. Sang Raja mengetuknya dengan pelan. Tok… tok… tok. “Permisi… bolehkah aku berteduh sebentar?” Pintu gubuk terbuka, muncul sepasang orang tua yang wajahnya ramah meski penuh keriput. Mereka saling berpandangan, lalu tersenyum. “Tentu saja, Nak. Rumah kami memang kecil dan sederhana, tapi silakan masuk. Duduklah di sini, kau pasti lelah. Kami hanya punya nasi sederhana, tapi kami akan bagikan padamu.” Mendengar itu, hati sang Raja melompat bahagia. Ia merasa sangat dihargai, bukan karena pakaiannya, tetapi karena orang tua itu benar-benar punya hati yang penuh kasih. Beberapa hari kemudian, sang Raja kembali ke istananya. Ia mengenakan mahkota emas dan jubah kebesarannya. Raja segera mengutus prajuritnya untuk menjemput sepasang orang tua miskin itu. Ketika mereka sampai di istana, betapa terkejutnya mereka! Mereka tidak pernah tahu bahwa pengemis yang mereka tolong adalah sang Raja! Dengan penuh kasih, Raja berkata, “Karena kalian mau menerimaku ketika Aku datang dengan sederhana, sekarang Aku ingin kalian tinggal bersamaku di istana, menikmati semua berkat dan kasihku.”

Adik-adik, cerita ini seperti gambaran tentang Tuhan Yesus. Nabi Yesaya sudah menubuatkan jauh sebelumnya bahwa Mesias, Juruselamat dunia, akan datang bukan sebagai Raja dengan pakaian indah, tetapi sebagai seorang yang rendah hati, bahkan ditolak dan dihina banyak orang. Yesus rela menderita, disiksa, diludahi, bahkan mati di kayu salib. Semua itu bukan karena Ia berdosa, melainkan karena kasih-Nya kepada kita. Dia memikul semua dosa kita, supaya kita bisa hidup dalam kebenaran dan menerima anugerah keselamatan dari Dia.
Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari kasih dan pengorbanan Yesus?
Percaya penuh kepada Yesus – Dia Juruselamat kita yang sudah rela mati bagi kita.
Menghormati dan mengasihi semua orang – Jangan melihat orang dari penampilan luar, tapi lihatlah dengan kasih, sama seperti Yesus mengasihi kita.
Hidup benar setiap hari – Karena Yesus sudah menebus dosa kita, maka kita harus hidup jujur, taat, dan penuh kasih.
📖 Ayat Hafalan 1 Petrus 2:24 “Kristus sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
Komitmenku Hari Ini
Hari ini aku mau selalu mengingat kasih dan pengorbanan Yesus. Aku mau belajar mengasihi orang lain tanpa membeda-bedakan, dan hidup benar sesuai Firman Tuhan.
🙏 Doa
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menebus dosaku. Tolong aku supaya aku hidup dalam kebenaran, mengasihi orang lain, dan selalu setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.”
Adik-adik, Tuhan Yesus rela berkorban karena begitu besar kasih-Nya kepada kita. Mari kita hidup dengan penuh syukur, mengasihi sesama, dan tetap percaya bahwa kita sudah ditebus oleh darah Kristus.
Tuhan Yesus memberkati
ID – AEP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan