Elohim Ministry umum Kebahagiaan Hidup

Kebahagiaan Hidup



Renungan Harian, Selasa 14 Maret 2023

Bacaan : Hosea 4

Nats : Hosea 4:10,  Mereka akan makan tetapi tidak menjadi kenyang, mereka akan bersundal tetapi tidak menjadi banyak, sebab mereka telah meninggalkan TUHAN

Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

Kalau kita berjalan-jalan di mal, menonton TV, atau membuka internet, lihat-lihat online shop, maka kita akan melihat banyaknya barang atau jasa yang ditawarkan. Secara tidak langsung kita dibuat untuk selalu tidak puas dengan apa yang kita miliki sekarang. Selalu ada barang yang lebih baru, lebih baik, lebih canggih, lebih murah dan berbagai lebih lainnya. Kebohongan terbesar yang ditawarkan adalah kalau anda punya ini,maka hidup anda akan jauh lebih mudah, nyaman, praktis dan akhirnya bahagia.

Bacaan hari ini berkisah mengenai imam dan bangsa Israel yang tidak setia. Ketika membaca daftar “dosa” yang dipampangkan, mungkin kita berpikir bahwa itu “kasus” bangsa Israel (ayat 2), bukan saya yang sedang membaca renungan ini lho ya. Saya tidak berzina; saya setia kepada pasangan saya. Ya, mungkin kita setia kepada pasangan, tetapi baiklah kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita setia kepada Tuhan?

Tuhan berjanji memberkati orang yang takut dan setia kepada-Nya. Salah satu berkat Tuhan yang mungkin sangat jarang dibahas adalah, “karunia untuk menikmati apa yang Allah berikan”.

Pengkhotbah 4:17,18

Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya. Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itupun karunia Allah.

            Ada orang-orang yang luar biasa kaya, tetapi tidak bisa menikmati kekayaannya karena Tuhan tidak mengaruniakan kuasa untuk menikmatinya (Pengkhotbah 6:2). Dalam bacaan kita, Tuhan berfirman bahwa umat yang meninggalkan-Nya  hasil. Itu terjadi karena mereka meninggalkan Tuhan.

Mari kita memeriksa hidup kita sejenak. Apakah kita tidak BAHAGIA? Apakah kita sedang merasa kurang? Apakah kita tidak bisa menikmati hal-hal yang Tuhan berikan? Jika ya, ini saatnya berbalik kepada Tuhan.

KITA TIDAK BUTUH LEBIH BANYAK APAPUN LAGI UNTUK BAHAGIA, KITA BUTUH TUHAN LEBIH DALAM LAGI UNTUK BAHAGIA

Tuhan Yesus Memberkati

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *