Renungan Harian Youth, Kamis 23 Januari 2025
Efesus 2:10, Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Lukisan Monalisa dipandang sebagai karya terbaik dari Leonardo da Vinci, bahkan dianggap sebagai benda bersejarah yang pernah ada di dunia. Lukisan ini menyimpan rahasia yang dikenal dengan Secret of the Smile atau rahasia dari sebuah senyuman. Rahasia ini sampai-sampai membuat seniman asal Prancis bernama, Luc Maspero, memilih kematiannya daripada harus memahami makna senyuman wanita dari lukisan Monalisa.
Seorang seniman biasanya memiliki karya terbaik atau unggulan dari banyak karya yang dibuatnya. Alkitab memperkenalkan Allah sebagai seorang seniman agung (Kej. 1) yang mampu menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (creatio ex nihilo).
Allah sebagai seniman agung mampu mengubah bumi yang belum berbentuk dan kacau balau menjadi sebuah karya yang teratur, indah, dan sungguh amat baik.
Jika kita mencermati, barang-barang yang dihasilkan secara langsung oleh tangan manusia (misalnya karya seni) memiliki nilai yang lebih besar daripada yang diproduksi dengan mesin. Batik tulis, apalagi dengan desain yang unik dan khusus, berharga sangat tinggi. Seandainya lukisan dan foto memiliki obyek dan tingkat keindahan yang sama, harga lukisan biasanya lebih mahal. Sadarkah kita bahwa kita bukan produk massal Allah? Setiap kita adalah unik di mata Allah. Setiap kita merupakan hasil karya-Nya yang indah. Kita milik Dia!
Efesus 2 ayat 10 adalah bagian dari pasal kedua Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus yang tercatat di dalam Perjanjian Baru. Pasal ini ditulis ketika dirinya sedang berada dalam penjara. Bahwa manusia telah diciptakan bersama sebagai karya agung Allah yang unik di antara segala ciptaan yang ada. Karena Di antara banyak karya atau ciptaan-Nya, manusia adalah karya terbaik Allah. Ayat emas mengatakan bahwa kita adalah buatan Allah. Kata “buatan Allah” merujuk kepada karya seni atau mahakarya. Kemudian Paulus menyatakan bahwa karya tangan Allah yang menciptakan kita akan membuat kita melakukan pekerjaan baik dengan tangan kita—atau untuk mengungkapkan hubungan kita yang sudah dipulihkan dengan Yesus—demi kemuliaan-Nya di dunia ini. Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan baik kita, tetapi ketika tangan Allah membentuk kita demi tujuan-Nya, Dia dapat memakai kita untuk membawa orang lain kepada kasih-Nya yang besar. Kata yang menggambarkan “buatan” lebih tepatnya adalah kita ini puisinya Allah. Manusia adalah masterpiece atau mahakarya Allah.
Allah tidak menciptakan manusia itu tanpa arti. Manusia sangat berarti dan berharga bagi TUHAN.
Saat ini banyak sekali orang yang bergumul dengan identitas dirinya. Kita bisa dengan mudah menghina atau menghujat orang di sekitar kita. Kita bahkan melakukannya di media sosial kepada orang yang sebenarnya tidak kita kenal. Akibatnya, banyak orang mudah terluka, mengalami berbagai kekerasan verbal, dan hidup dalam kerapuhan karena sibuk membangun identitasnya dari pengakuan orang lain.
Secara spesifik menjelaskan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia sebagai karya seni-Nya adalah untuk melakukan pekerjaan baik di dunia. Pekerjaan baik yang dimaksud adalah perilaku rohani agung dan mulia yang telah Allah persiapkan jauh sebelum manusia diciptakan. Pekerjaan baik itu sudah dipersiapkan Allah sebelumnya dan Ia ingin supaya kita “hidup” (terjemahan hurufiahnya “berjalan”) di dalamnya. “Berjalan di dalamnya” artinya segala tingkah laku kita harus bercorak dan berwujud atas kebaikan ilahi yang sudah dianugerahkan oleh Allah. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan dengan suatu tujuan yang pasti sehingga tujuan hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari rencana-Nya bagi hidup manusia. “Karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, mau
Dengan melakukan pekerjaan baik tersebut, manusia akan selalu hidup dalam penyertaan Tuhan. Di samping itu, ayat ini juga menyinggung soal tanggung jawab manusia untuk mengelola dan mengusahakan ciptaan Allah yang lain. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang mulia untuk melakukan tugas tersebut.
Rekan-rekan youth, Hidup manusia memang penuh kerapuhan, dalam arti setiap kita memiliki kekurangan. Terlebih lagi kita adalah orang-orang yang sudah jatuh ke dalam dosa. Dosa membuat diri kita semakin rapuh dan rusak. Namun, Allah tidak membiarkan karya terbaiknya tetap mengalami kerusakan. Melalui kasih karunia-Nya, Allah berusaha memperbaiki kita melalui karya penebusan Kristus bagi dosa-dosa manusia.
Ingat, identitas kita adalah mahakarya Allah dan tujuan kita diciptakan adalah melakukan pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan sejak di dalam kekekalan. Allah mau agar setiap kita hidup di dalam tujuan-Nya, yaitu berbuat kebaikan. Sebagai orang yang sudah mendapatkan kasih karunia Allah, marilah tunjukkan bahwa kita adalah karya terbaik dari Allah dengan melakukan kebaikan-kebaikan.
Mari bersyukur atas identitas kita sebagai ciptaan-Nya, hidup dalam hubungan dengan Kristus, dan menjalani rencana-Nya dengan melakukan pekerjaan baik yang telah disiapkan-Nya.
Melalui doa dan pengenalan yang lebih mendalam terhadap Firman-Nya, kita akan semakin memahami dan hidup dalam rencana indah-Nya.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan