Elohim Ministry youth MENDENGAR DAN BERBICARA

MENDENGAR DAN BERBICARA



Renungan Harian Youth, Jumat 16 Februari 2024

Syalom rekan-rekan youth semuanya, bagaimana kabarnya hari ini semoga rekan-rekan dalam keadaan baik dan sehat

MARKUS 7 : 31-37, YANG TULI DIJADIKAN MENDENGAR, YANG BISU BERBICARA, BAGAIMANA DENGAN SAYA?

Renungan Firman Tuhan hari ini menceritakan tentang saat Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan gagap yang dibawa kepada-Nya oleh orang-orang. Mereka memohon agar Tuhan Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang tersebut. Tuhan Yesus kemudian membawa orang itu menjauh dari keramaian, lalu memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, meludah, dan meraba lidahnya. Setelah itu, sambil menengadah ke langit, Tuhan Yesus menarik nafas dan berkata, “Efata!”, yang berarti “Terbukalah!” Seiring dengan itu, telinga orang itu terbuka dan pengikat lidahnya pun terlepas, sehingga dia dapat berbicara dengan baik. Kejadian ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus dapat membuat segala sesuatu menjadi baik; orang yang tuli dijadikan-Nya dapat mendengar, dan yang bisu dijadikan-Nya dapat berkata-kata.

Rekan-rekan Youth semuanya, kita dapat mempertanyakan kisah di atas apakah Tuhan Yesus hanya menyembuhkan orang itu dari penyakitnya? Pasti tidak. Tuhan Yesus menyembuhkan orang itu dengan alasan khusus.

Tujuan utama Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang tuli itu hanya untuk memberinya kemampuan mendengar. Mengapa Tuhan Yesus ingin dia kembali mendengarkan firman Tuhan dan masuk ke dalam kerajaan-Nya?

Tujuan kedua adalah bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan lidah orang itu bukan hanya untuk membuatnya dapat berbicara lagi. melainkan agar dia dapat menyampaikan kesaksian dan kebenaran firman Allah kepada semua orang.

Selain itu, kita terkadang sakit gagap dan tuli, meskipun tidak secara fisik. Kadang-kadang kita tuli terhadap Tuhan melalui Firman yang kita terima atau bahkan dari nasehat dari orang-orang di sekitar kita. Meskipun banyak orang yang membutuhkan bantuan kita, kita kadang-kadang menutup telinga dan berpura-pura tuli sehingga kita memiliki alasan untuk tidak mendengar mereka. Selain itu, kita kadang-kadang tidak berbicara. Ini terjadi ketika kita mewartakan kasih Allah kepada sesama. Mungkin karena ketakutan, rasa malu, atau faktor lain. Oleh karena itu, kami jarang membantu orang lain. Tidak mungkin bagi kita untuk melihat Tuhan dalam diri orang lain.

Jika kita menggabungkan kedua tujuan ini, kita akan menemukan alasan sebenarnya mengapa Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang gagap dan tuli. Perbuatan Tuhan Yesus ini bukan hanya penyembuhan, tetapi juga keselamatan. Tuhan Yesus, sebagai Putra Allah, turun ke dunia untuk membawa keselamatan kepada manusia. Ini adalah hakekat yang sebenarnya dari tindakan keselamatan. Karena itu, hanya mereka yang mendengarkan dan mewartakan sabda Allah adalah mereka yang mendengar, menjadi pelaku Firman dan mengerjakan keselamatan dalam kehidupannya. Dan memang, kehadiran-Nya dimaksudkan untuk membuat semuanya baik.

Dengan demikian, Tuhan Yesus ingin agar kita semua yang adalah umat-Nya mencapai kebahagiaan di surga bersama Dia.

Sebab, keselamatan datang kepada orang yang mendengar dan mewartakan sabda Allah lewat perbuatan dan tingkah lakunya setiap hari.

Saat menyembuhkan orang yang tuli dan bisu itu, Tuhan Yesus memisahkannya dari orang banyak, sebab Tuhan Yesus tidak ingin mukjizat tersebut dilihat sebagai “pertunjukan”. Tuhan Yesus tidak mencari popularitas. Kerendahan hati Tuhan Yesus dalam hal ini bertolak belakang dengan klaim mesias palsu yang mencari popularitas dengan janji-janji perbuatan mukjizat. Inilah sebabnya, maka di awal pelayanan publik-Nya, Tuhan Yesus melakukan mukjizat-Nya tanpa ingin diketahui banyak orang. Bahkan Tuhan Yesus berpesan kepada orang-orang disitu supaya jangan menceritakan kepada siapapun juga. Inilah teladan pelayanan Tuhan Yesus, kita sebagai murid-Nya yang terpanggil dalam pelayanan, hendaklah juga melakukan dengan kasih dan rendah hati.

Oleh karena itu, jadilah pelayan yang benar-benar tidak mengejar popularitas dan keuntungan pribadi.  Karena dalam relasi ada perhatian dan belas kasih, pelayanan harus bersifat individual karena kitapun mampu melayani dengan kasih.

Semoga Tuhan, yang menyembuhkan orang tuli dan bisu, juga menyembuhkan lidah dan telinga kita, sehingga kita dapat mendengar dan mewartakan firmanNya dengan lidah dan telinga yang telah disembuhkan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

AH – TVP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *