Renungan Harian, Sabtu 28 Desember 2024
Nats: 2Korintus 11:6, Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan ; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal….
Syalom saudara-saudara, Pernakah kita mengalami suatu kebuntuan dalam berfikir? Pikiran buntu itu membuat kita tak dapat berpikir dan ini menjadi tanda lain bahwa kita tengah berada dalam kondisi super stres. Ketika hal ini melanda, kita tak akan mampu untuk membuat keputusan-keputusan atau melihat kesempatan-kesempatan yang ada. Tekanan hidup dapat membuat kita menjadi stress, dan dan membuat kepanikan
Firman Tuhan hari ini mengulas tentang perjuangan seorang Rasul Paulus sebagai pemberita Injil. Bagaimana dia mengambil sikap dan menentukan pilihan dalam menghadapi setiap tantangan dan perjuangan, yang terkadang diwarnai kegagalan bahkan harus mengalami jatuh bangun. Saudara-saudara biarlah mentalitas pejuang yang terlihat dalam diri Paulus menjadi dorongan dan teladan bagi kita untuk mengatasi tantangan dalam hidup kita. Sejatinya setiap kita memiliki perjuangan hidup masing-masing dengan bentuk yang sangat beragam,…Dan setidaknya ada dua pilihan yang disodorkan kepada kita dan yang harus kita ambil yaitu, “MENYERAH ATAU TERUS BERJUANG“ dengan meneladani mental pejuang Rasul Paulus, kita boleh menentukan pilihan “ terus berjuang dengan pengharapan sebagai pemenang di ujung perjuangan kita! Meskipun belum berhasil setidaknya kita telah berjuang, pilihan yang lebih baik daripada berpangku tangan atau menyerah,….
Mari kita belajar bagaimana Tuhan menolong Bangsa Israel ketika keluar dari Mesir.dalam Kitab Keluaran 14:1-31.
Tuhan berfirman kepada Musa supaya orang orang Israel berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut tepat didepan Baal-Zefon berkemalah kamu, ditepi laut. Tetapi disisi lain Tuhan juga mengeraskan hati firaun, sehingga ia dan pasukannya mengejar bangsa Israel. Situasi semakin menegangkan ketika kereta Firaun, orang orang berkuda dan pasukannya bergerak dan menyusul mereka . Lalu ketakutanlah oirang Israel dan mereka berseru seru kepada Tuhan (Ayat 9-10). Mereka merasa berada diposisi yang terhimpit, ketika maju harus menghadapi Laut dan tidak mungkin mereka harus berenang karena tidak ada kapal / perahu atau mundur pun mereka pasti akan mati. Situasi yang sangat sulit istilahnya“ Maju kena, mundur kena “.Kemudian mereka mengeluh kepada Musa dan mulai menyalahkan Musa karena situasi ini (Ayat 12-13)
Tuhan mengijikan situasi yang sulit ada di dalam kehidupan kita, tetapi Tuhan tidak akan meninggalkan kita dan Ia akan menolong dan menyelamatkan kita.Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” ayat 14-15
Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa untuk mengulurkan tongkatnya sehingga laut terbelah dan orang-orang Israel dapat menyebrang dan berjalan di tengah tengah laut, dan ketita Firaun dan pasukannya mengejar sampai ditengah tengah laut Tuhan berfirman kepada Musa untuk kembali mengulurkan tongkatnya sehingga air berbalik meliputi orang Mesir dan Tuhan mencampakkan orang Mesir ketengah tengah laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
Dari kisah diatas mengajarkan kita jika mengalalami situasi yang sulit, mendesak kita sehingga kita berfikir sudah tidak ada jalan keluar dan membuat kita menyerah! ijinkanlah Tuhan untuk menolong kita dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan.
Saudara sekalian, dengan penyertaan Roh Kudus kita boleh terus berjuang tanpa ada kata “ MENYERAH”dengan tetap bersandar dan terus hidup mengandalkan Tuhan. Saudara, dalam hidup ini kita lebih sering memfokuskan pandangan kita pada beratnya tantangan yang lebih dari pada memandang Tuhan!. Yang tanpa kita sadari telah meremehkan Tuhan dan kuasaNya.
Saudar,a mari kita minta Tuhan memberi keteguhan mental berjuang dan selalu ingat dan memandang Tuhan lebih dari setiap persoalan hidup, untuk selalu ingat bahwa kuasaMu jauh lebih besar.
Bagi umat pemenang menyerah pada tantangan hidup sama sekali bukanlah pilihan kita.
Tuhan Yesus Memberkati
EW