Renungan harian Anak, Senin 08 September 2025
Syalom adik-adik Elohim Kids … bagaimana kabar kalian semuanya, wah tentunya setelah libur akhir pekan ini kakak doakan semua sudah semangat Kembali untuk belajar di sekolah
Adik -adik Pernahkah kalian merasa takut saat harus maju ke depan kelas? Atau merasa ragu saat harus mengambil keputusan? Nah … Alkitab juga menceritakan satu tokoh Alkitab yaitu Yosua.
Yosua juga pernah merasakan itu. Tapi yang membuat dia bisa menjadi pemimpin hebat bukanlah karena ia paling kuat, melainkan karena ia punya hati yang taat pada Tuhan. Dari kisah Yosua, kita akan belajar bagaimana Tuhan bisa menjadikan kita pemimpin yang berani dan hebat meskipun kita masih muda.”
Dalam Yosua 1:1–11 diceritakan Musa sudah memimpin bangsa Israel dalam waktu yang lama sekali. Tetapi ketika Musa tidak bisa lagi memimpin, Tuhan memilih Yosua untuk menggantikannya. Bayangkan, betapa berat tugas Yosua! Ia harus membawa seluruh bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, melawan musuh, dan menuntun mereka hidup sesuai dengan perintah Tuhan.
Pasti Yosua sempat merasa takut. Tapi Tuhan meneguhkan dia dengan janji yang indah: “Aku akan menyertaimu. Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Bukan hanya itu, Tuhan juga memerintahkan Yosua: “Jangan takut! Kuatkan dan teguhkan hatimu! Renungkan Firman-Ku siang dan malam.” Yosua mendengarkan dan taat. Ia tidak menunda, tapi segera memanggil bangsa Israel dan berkata: “Bersiaplah! Kita akan menyeberangi sungai Yordan.”

Luar biasa ya, adik-adik! Yosua berani karena ia percaya Tuhan selalu menolong. Ia bisa memimpin karena hatinya taat kepada Tuhan. Nah, kita pun bisa belajar dari Yosua. Walaupun adik-adik masih kecil, Tuhan bisa pakai kita untuk menjadi teladan. Misalnya: Berani berdoa di depan teman-teman. Membaca Alkitab dengan semangat. Menolong teman tanpa disuruh. Atau juga Tidak ikut-ikutan melakukan hal yang salah.
Dari kisah Yosua kita belajar bahwa Pemimpin sejati bukan yang kuat sendiri, tapi yang berani percaya pada Tuhan. Kadang kita berpikir, pemimpin itu harus pintar, kuat, atau populer. Tapi Yosua mengajarkan bahwa pemimpin sejati adalah orang yang percaya pada Tuhan lebih dari apa pun.
Seperti Yosua, kita pun bisa dipakai Tuhan menjadi pemimpin yang hebat kalau kita punya hati yang taat. Yosua tidak dipilih karena paling kuat atau paling pintar, tetapi karena ia taat kepada Tuhan. Begitu juga dengan kita, Kalau kita mau belajar taat dari hal-hal kecil, Tuhan bisa percayakan hal-hal yang lebih besar. Seperti Yosua yang dulu setia mendampingi Musa, lalu akhirnya Tuhan percayakan untuk memimpin seluruh bangsa Israel.
“Adik-adik, Tuhan tidak mencari anak yang paling hebat atau paling pintar, tapi Tuhan mencari anak yang percaya kepada-Nya dan taat pada Firman-Nya. Kalau kita percaya dan taat, Tuhan bisa memakai kita jadi pemimpin yang hebat—entah di rumah, di sekolah, di gereja, atau bahkan di mana pun kita berada.”
Komitmenku hari ini
Pemimpin sejati bukan karena merasa kuat sendiri, tapi harus percaya dan taat kepada Tuhan. Aku mau belajar taat kepada Tuhan, karena dalam ketaatan ada penyertaan dan pimpinan Tuhan dalam kehidupanku.
📖 Ayat Hafalan
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu.” (1 Timotius 4:12a)
🙏 Doa “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertai kami, sama seperti Engkau menyertai Yosua. Tolong kami untuk berani, kuat, dan teguh hati. Ajari kami untuk selalu taat pada Firman-Mu, supaya kami bisa menjadi teladan bagi teman-teman kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”
Hikmat Hari Ini
Pemimpin hebat bukan karena dirinya kuat, tapi karena hatinya taat kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
Elkids 070925 – SP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Terima kasih Kakak. Sangat memberkati anak-anak saya. Tuhan Yesus memberkati dan melipatgandakan pelayananya.