Renungan harian Youth, Kamis 19 Februari 2026
Mazmur 94:19, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”
Syalom rekan-rekan Youth semuanya …
Mazmur 94 tidak secara jelas menyebutkan siapa penulisnya, tetapi banyak tradisi Yahudi mengaitkannya dengan Daud karena gaya dan nuansanya mirip dengan mazmur-mazmur yang ia tulis. Mazmur ini diawali dengan seruan yang penuh pergumulan—sebuah teriakan minta keadilan di tengah kejahatan dan ketidakadilan yang merajalela. Pemazmur melihat orang fasik seolah-olah bebas berbuat jahat dan bahkan menyalahkan Tuhan, seakan-akan Tuhan tidak melihat dan tidak peduli (ayat 1–7).
Namun di tengah pergumulan itu, pemazmur menegaskan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang melihat, mendengar, dan mengetahui segala sesuatu (ayat 8–11).
Rekan-rekan youth, pertanyaan seperti ini mungkin juga pernah muncul dalam hati kita: Mengapa ada begitu banyak kejahatan, rasa sakit, dan ketidakpastian di dunia? Mengapa hidup terasa berat? Kita hidup di zaman di mana pikiran kita terus digempur berita negatif, tekanan masa depan, masalah keluarga, sekolah, relasi, kesehatan, dan ekonomi. Tidak heran jika kita mengalami apa yang disebut overthinking—berpikir terlalu banyak dan terlalu lama tentang sesuatu hingga menimbulkan kecemasan dan stres.
Mazmur ini menjadi sangat relevan ketika pemazmur berkata, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”
Ketika pikiran terasa penuh dan hati menjadi gelisah, Tuhan hadir sebagai sumber penghiburan yang menenangkan jiwa.
Di bagian awal mazmur ini, suasananya penuh keluhan, rasa sakit, dan tuntutan akan keadilan. Bahkan di ayat 18 pemazmur berkata, “Ketika aku berpikir: ‘Kakiku goyang,’ maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.” Artinya, ada momen ketika ia hampir jatuh dalam keputusasaan. Namun kasih setia Tuhan menopangnya. Dari sini kita belajar dua kebenaran penting:
1. Melalui masalah, Tuhan mengingatkan kita untuk kembali kepada-Nya
Justru di tengah tekanan dan ketidakadilan, umat Tuhan diingatkan untuk semakin setia kepada firman-Nya. Masalah bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, tetapi sering kali menjadi sarana untuk membentuk iman kita. Ketika kita berpaut pada kehendak-Nya, kita belajar menegakkan kebenaran dalam hidup kita sendiri. Tuhan menegakkan keadilan dengan cara-Nya—baik melalui penghukuman atas kejahatan maupun melalui umat-Nya yang hidup benar di tengah dunia yang bengkok.
2. Berharap kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan
Pemazmur menutup mazmurnya dengan pengakuan iman yang kuat: “Tetapi Tuhan adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku.” (ayat 22).
Ini adalah pernyataan keyakinan. Di tengah dunia yang kacau, Tuhan tetap menjadi tempat perlindungan yang kokoh. Kita mungkin tidak langsung melihat keadilan ditegakkan, tetapi kita percaya bahwa Tuhan bekerja pada waktu-Nya.
Yesus Kristus telah menangani dosa dan rasa malu kita melalui kematian-Nya di kayu salib. Dan pada waktu yang tepat, Ia akan mengatasi segala kejahatan dan penderitaan secara sempurna.
Mengatasi Pikiran yang Menggelisahkan
Ketika pikiran kita kacau, sering kali kita kehilangan damai sejahtera, bahkan sulit berdoa. Namun firman Tuhan mengajarkan jalan keluar. Dalam 2 Korintus 10:5 dikatakan bahwa kita harus “menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”
Artinya, kita tidak membiarkan pikiran liar menguasai kita. Kita belajar menyerahkan kecemasan kepada Tuhan. Kita mengganti pikiran negatif dengan kebenaran firman: hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, dan patut dipuji. Ketika kita memberi ruang bagi Tuhan untuk menghibur dan menguatkan, jiwa kita dipulihkan.
Penghiburan Tuhan bukan sekadar perasaan sementara, tetapi damai yang mendalam—damai yang melampaui keadaan.
Kesimpulan
Mazmur 94 mengajarkan bahwa di tengah dunia yang penuh ketidakadilan dan pikiran yang bergejolak, Tuhan tetap menjadi sumber penghiburan sejati. Ketika pikiran kita bertambah banyak dan hati kita hampir goyah, kasih setia Tuhan menopang dan menyenangkan jiwa kita.
Harapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Di dalam Dia, kita menemukan ketenangan, kekuatan, dan keyakinan bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya.
Refleksi
Saat pikiran kita dipenuhi kecemasan, tekanan, dan ketidakpastian, apakah kita membiarkan semuanya menguasai hati kita? Ataukah kita memilih untuk datang kepada Tuhan dan menyerahkan setiap pikiran kepada-Nya? Mari kita belajar menawan setiap pikiran yang menakutkan dan menggantinya dengan kebenaran firman Tuhan. Ketika kita memberi ruang bagi penghiburan-Nya bekerja dalam hidup kita, jiwa kita akan kembali tenang dan dipenuhi damai sejahtera.
Hikmat Hari Ini
Ketika pikiran kita gelisah, penghiburan Tuhan adalah tempat terbaik untuk menenangkan jiwa.
Tuhan Yesus memberkati
RM – SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan