Elohim Ministry youth Tanggalkan Yang Tidak Berguna

Tanggalkan Yang Tidak Berguna



Renungan Harian Youth, Selasa 10 Februari 2026

Bacaan Alkitab: 1 Korintus 6:12 “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”

Syalom rekan-rekan Youth semuanya, Puji Tuhan senang bisa menyapa rekan-rekan semuanya, dan aku doakan semua rekan-rekan dalam keadaan baik dan sehat semuanya.

Rekan-rekan Youth Kita hidup di zaman di mana hampir segala sesuatu terasa “boleh” dilakukan. Selama tidak melanggar hukum, tidak menyakiti orang lain, dan dianggap normal oleh lingkungan, kita merasa bebas menjalaninya. Media sosial, hiburan, relasi, ambisi, bahkan kebiasaan tertentu sering kali dianggap wajar dan tidak bermasalah. Namun, sebagai orang percaya, Tuhan memanggil kita untuk hidup lebih dari sekadar “tidak salah”.

Di zaman sekarang, kita sering mendengar istilah “itu sudah normal”. Kata normalisasi berarti proses ketika sesuatu yang awalnya dianggap tidak wajar, dipertanyakan, atau bahkan salah, perlahan-lahan diterima sebagai hal yang biasa, lumrah, dan tidak lagi dipermasalahkan. Normalisasi terjadi ketika sebuah kebiasaan diulang terus-menerus, dilihat banyak orang, dibenarkan oleh lingkungan, lalu akhirnya diterima tanpa lagi disaring secara kritis.

Dalam kehidupan remaja dan pemuda, normalisasi sering muncul melalui media sosial, pergaulan, dan budaya populer. Hal-hal seperti gaya hidup konsumtif, kecanduan gawai, relasi yang tidak sehat, kata-kata kasar, kompromi terhadap nilai kebenaran, bahkan dosa, bisa terasa “tidak apa-apa” karena semua orang melakukannya. Yang berbahaya, normalisasi membuat hati menjadi tumpul. Kita tidak lagi bertanya, “Apakah ini benar di hadapan Tuhan?”, melainkan hanya, “Apakah ini umum dan diterima?”

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak hidup berdasarkan standar yang dinormalisasi oleh dunia, melainkan berdasarkan kebenaran Allah. Rasul Paulus dengan tegas berkata bahwa tidak semua yang “boleh” itu “berguna”. Di sinilah kita dipanggil untuk berani menanggalkan hal-hal yang sudah dianggap normal oleh dunia, tetapi ternyata tidak membangun kesucian hidup dan justru mengikat hati kita menjauh dari Tuhan.

Rasul Paulus dengan tegas mengingatkan bahwa tidak semua yang halal itu berguna. Ada hal-hal yang tampak baik, sah, dan normal, tetapi justru menghambat pertumbuhan rohani dan kesucian hidup. Karena itu, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berani menanggalkan yang tidak berguna agar hidup kita sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan.

Mari kita belajar dari Nasehat Rasul Paulus :

Paulus menyatakan bahwa “segala sesuatu halal”, namun ia segera menambahkan bahwa “tidak semuanya berguna”. Kata halal (exesti) berarti sah atau tidak melanggar hukum, sedangkan kata berguna (sumphero) berarti mendukung, membawa manfaat, dan membangun. Artinya, meskipun sesuatu tidak berdosa secara moral, belum tentu hal itu menolong kita bertumbuh dalam kesucian hidup.

Bagi Paulus, ukuran utama bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah sesuatu itu membangun hidup rohani dan membawa kita semakin serupa dengan Kristus. Kebiasaan, relasi, atau aktivitas tertentu bisa saja tidak salah, tetapi jika perlahan mengalihkan fokus kita dari Tuhan, mengurangi kepekaan rohani, dan melemahkan komitmen iman, maka hal itu tidak lagi berguna. Semua yang tidak mendukung kesucian hidup berpotensi menjadi belenggu yang harus dilepaskan.

Paulus juga menegaskan bahwa ia tidak mau diperhamba oleh sesuatu apa pun. Istilah “diperhamba” dalam teks aslinya berarti berada di bawah kuasa atau kendali sesuatu. Ini menunjukkan bahwa bahaya terbesar bukanlah pada dosa besar, tetapi pada hal-hal yang perlahan mengambil alih kendali hidup kita selain Tuhan.

Sesuatu yang baik pun bisa berubah menjadi berhala ketika menjadi keharusan, sumber kebahagiaan utama, atau penentu nilai diri kita. Relasi, pekerjaan, ambisi, hiburan, bahkan pelayanan bisa menjadi ikatan jika Tuhan tidak lagi menjadi pusat hidup. Tuhan rindu agar kita memiliki dunia tanpa diperbudak olehnya.

Hidup sebagai anak Tuhan bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi hidup di dunia dengan hati yang sepenuhnya terikat kepada Tuhan. Semua yang tidak berguna untuk membangun kesucian hidup harus dipandang sebagai ikatan yang perlu dilepaskan. Ketika Tuhan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan dan kepuasan sejati, kita akan mengalami kebebasan yang sesungguhnya. Menanggalkan yang tidak berguna adalah langkah iman untuk hidup dalam perjanjian yang kekal dengan Tuhan.

Refleksi Renungan

Hari ini kita diajak untuk jujur memeriksa hati kita masing-masing. Apakah ada hal-hal dalam hidup kita yang sebenarnya tidak salah, tetapi perlahan mengikat dan menguasai hati kita? Mungkin kebiasaan, relasi, ambisi, atau kenyamanan tertentu yang membuat kita kurang peka terhadap suara Tuhan. Kita perlu bertanya dengan rendah hati: apakah hidup kita sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, ataukah kita masih berharap kebahagiaan dari hal-hal duniawi? Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk berani menanggalkan yang tidak berguna dan memilih keterikatan yang sejati kepada Tuhan.

Hikmat Hari Ini

Apa pun yang tidak membawa kita semakin serupa dengan Kristus, cepat atau lambat akan menjadi belenggu bagi hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati

AH – DOT

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *