Renungan Harian Youth, Kamis 31 Oktober 2024
Amsal 8:10-11 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.
Malcolm Muggeridge adalah seorang wartawan dan kritikus sosial yang terkenal dari Inggris. Ia beriman kepada Kristus pada usia 60 tahun. Di ulang tahunnya yang ke-75, ia memberikan 25 butir hasil pengamatannya yang mendalam tentang kehidupan ini. Salah satunya adalah, “Saya tak pernah bertemu seorang kaya yang bahagia, tetapi saya sangat jarang bertemu orang miskin yang tidak ingin menjadi kaya.”
Rekan-rekan youth, Kebanyakan dari kita tentu setuju bahwa uang tidak akan membuat kita bahagia. Namun menariknya, kita selalu ingin memiliki lebih banyak uang untuk memastikan pendapat kita itu. Memiliki Hikmat jauh lebih penting daripada semua kekayaan dan semua ketenaran dan semua kekuasaan di dalam dunia ini. Hikmat akan menolong kita menghadapi semua situasi atau musim kehidupan kita dan kita dapat mengatasi semua pergumulan kita. Sebab
Banyak keputusan yang harus kita buat di dalam hidup ini dan untuk membuat keputusan yang baik, kita butuh informasi dan pengetahuan.
DEFINISI HIKMAT
Amsal 8:12-16
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan (PRUDENCE), dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian (INSIGHT/UNDERSTANDING), padakulah kekuatan.
Di ayat ini maka ada dua definisi hikmat yaitu yang pertama adalah Bı̂ynâh understanding/ Insight “Knowing how things should be/work” yaitu mengetahui bagaimana sesuatu harus terjadi atau berfungsi. Dan yang kedua adalah ‛Ormâh– Prudence/Subtilty (“seeing the subtle disctinction between what is and what it should be”) melihat perbedaan kecil antara apa yang ada dan apa yang seharusnya”
Hikmat akan mampu untuk melihat keadaan yang sebenarnya seperti apa dibandingkan dengan idealnya atau apa yang seharusnya terjadi. Sebagai contoh ; kalau kita membaca novel detektif atau menonton film detektif maka kita akan melihat seorang detektif masuk ke sebuah ruangan di mana terjadi perbuatan kriminal dibandingkan dengan orang biasa yang masuk ruangan tersebut, maka cara sang detektif melihat ruangan itu berbeda dengan orang biasa karena dia bisa melihat ada hal-hal yang tidak normal dan tidak pada tempatnya. meskipun ruangan itu terlihat biasa-biasa saja atau hanya berantakan. Dia bisa melihat perbedaan-perbedaan kecil misalnya melihat bahwa kursinya mestinya tidak di sini atau kalau sang korban itu kidal menagapa sendoknya di tangan kanan. Setiap kali ada sesuatu yang tidak normal di mana saja maka perlu diadakan investigasi untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, seperti itulah hikmat. Dia bukan hanya tahu bagaimana idealnya tetapi dia bisa membandingkan dengan keadaan atau realita yang terjadi saat ini sehingga investigasi selalu ada di tempat kejadian perkara.
Jadi hikmat bukan hanya mengetahui bagaimana sesuatu seharusnya dapat terjadi atau berfungsi tetapi juga mengetahui bagaimana keadaan sesungguhnya serta mengetahui apa yang harus dilakukan dalam keadaan yang sedang terjadi yaitu antara yang ideal dan yang realita.
Hikmat itu Melebihi emas, perak, permata…
penulis Amsal menyajikan atau memperlihatkan suatu pernyataan yang sangat kontras atau berbeda seperti yang dipahami oleh umat Israel. Ternyata ada yang lebih mahal nilainya dari emas-emas pilihan atau emas murni dan perak, yaitu hikmat yang tidak mereka kenal.
Sekilas, perkataan “lebih indah daripada emas maupun permata” seperti hiperbola. Akan tetapi, setelah dibaca lebih teliti, hikmat memang lebih berharga daripada semua itu. Artinya, mendapatkan hikmat adalah melebihi mendapatkan harta berharga apa pun.
Manusia dipanggil untuk memiliki hikmat. Panggilan ini harus didengarkan, dicari dan dihargai karena:
- Pertama, ia bernilai sangat tinggi, jauh melebihi nilai barang-barang yang sangat berharga seperti perak, emas dan permata, bahkan melebihi semua hal berharga yang diinginkan orang (ay.10-11).
- Kedua, ia mempunyai kekuatan luar biasa dalam kehidupan manusia.
Dengan Memiliki hikmat disamakan dengan memiliki pengetahuan, kecerdasan dan kebijaksanaan. Memiliki hikmat bisa diartikan sebagai keterampilan dan kemampuan menjalani kehidupan dengan bijaksana serta hidup beriman dengan moral yang mulia.
Menjalani kehidupan dengan iman dan moral yang mulia akan menjadi sebuah kekuatan dan kuasa penuh yang bermanfaat sebagai bimbingan yang akan melepaskan orang dari berbagai hambatan dan kemenangan dalam pergumulan hidupnya (ay.12,14). Orang yang memiliki hikmat disamakan dengan orang yang takut akan Tuhan, yang sama-sama membenci kejahatan dengan berbagai bentuknya seperti: kesombongan, kecongkakan, tingkah laku jahat dan mulut penuh tipu muslihat (ay.13).
Carilah dan dengarkan serta milikilah hikmat Tuhan. Ya, hikmat Tuhan sangat kita perlukan dalam kehidupan kita. Saat kita menemui jalan buntu, dalam situasi yang tidak menguntungkan, saat bernegoisasi, apapun rintangan yang ada di depan kita akan dapat kita atasi dengan hikmat Tuhan. Kitab Amsal 2:6 mengingatkan pada kita bahwa Tuhan adalah sumber hikmat. Ketika kita hidup dekat-dekat dengan Tuhan setiap hari, maka Dia akan memberikan hikmat yang sangat kita butuhkan. Seperti istilah Ora et Labora, saat kita berdoa dan bekerja dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan melimpahi kita dengan hikmat dan kepandaian yang dari atas. Mari ambil komitmen untuk terus hidup bersama Tuhan.
Bersama Dia ada hikmat untuk membalikkan keadaan. Hikmat yang bisa mengakhiri segala macam permasalahan dan memberi kita kemenangan.
Tetap Semangat, Tuhan Yesus Memberkati
RM – SCW
Terimakasih buat renungan singkat pada hari ini. Apabila kita memiliki hikmat dan percaya kepda TUHAN itu sudah lebih dari kekayaan di dunia ini. Jadi orang yang berhikmat dan bencilah segala perbuatan yang jahat. Terima kasih selamat beraktivitas dan TUHAN YESUS MEMBERKATI kita semua. AMIN…!