Elohim Ministry youth TRUST AND GO: Tetap Percaya, Tetap Melangkah

TRUST AND GO: Tetap Percaya, Tetap Melangkah



Renungan harian Youth, Senin 20 April 2026

https://open.spotify.com/episode/0XPH8gUhroNaGaObvMQRea?si=rQw5f4kTRQ2BG83_fURgGg

Syalom rekan-rekan Youth semuanya … dimanapun kalian berada semoga rekan-rekan dalam keadaan sehat dan baik semuanya… Terkadang mungkin kita berfikir hidup sering terasa seperti roller coaster. Hari ini kita semangat dan penuh harapan, besok bisa tiba-tiba merasa lelah, kecewa, bahkan kehilangan arah. Tekanan sekolah, ekspektasi orang tua, perbandingan dengan teman, hingga pergumulan pribadi sering membuat hati terasa penuh.

Di momen seperti itu, kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar motivasi—kita butuh pegangan yang kokoh. Dan di situlah Mazmur 73:26 mengingatkan kita bahwa ketika kita merasa lemah, Tuhan tetap kuat, dan Dia adalah satu-satunya yang tidak pernah berubah.

Dasar Firman Tuhan Renungan Hari ini terdapat dalam
Mazmur 73:26 “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Mazmur ini ditulis oleh Asaf, seorang yang juga pernah merasa goyah dalam imannya. Ia melihat orang-orang yang tidak hidup benar justru terlihat berhasil dan bahagia, sementara dirinya yang berusaha setia malah merasa lelah dan tertekan. Namun semuanya berubah ketika ia kembali melihat hidup dari sudut pandang Tuhan. Dari situlah kita belajar tentang arti Trust and Go.

1. TRUST: Percaya Saat Kita Lemah, Bukan Saat Kita Kuat

Asaf dengan jujur berkata bahwa daging dan hatinya “habis lenyap.” Ini menggambarkan kondisi yang sangat lemah—secara fisik, mental, dan emosional. Ini menunjukkan bahwa Alkitab tidak menutupi kenyataan bahwa orang percaya pun bisa merasa lelah dan hampir menyerah.
Sering kali kita berpikir harus kuat dulu baru datang kepada Tuhan. Padahal justru sebaliknya—Tuhan ingin kita datang apa adanya. Iman bukan tentang terlihat kuat, tetapi tentang tetap percaya saat kita merasa tidak kuat. Percaya (trust) berarti kita yakin bahwa Tuhan tetap baik, bahkan ketika keadaan tidak baik. Kita mungkin tidak mengerti jalan hidup kita, tetapi kita percaya bahwa Tuhan tetap memegang kendali.

2. GOD AS OUR ROCK: Tuhan Adalah Satu-satunya yang Tidak Goyah

Asaf menyebut Tuhan sebagai “gunung batu.” Pada zaman itu, gunung batu adalah tempat perlindungan yang aman dari musuh dan badai. Artinya, Tuhan adalah tempat kita berdiri dengan aman ketika segala sesuatu di sekitar kita goyah. Mungkin sering kali kita menggantungkan nilai diri pada hal-hal yang mudah berubah: nilai akademik, popularitas, relasi, pencapaian, atau media sosial. Namun semua itu bisa hilang dalam sekejap.
Namun Mazmur ini mengingatkan bahwa kita boleh lemah, tetapi Tuhan tidak pernah goyah. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai dasar hidup, kita memiliki tempat yang tidak akan runtuh.

3. GOD IS OUR PORTION: Tuhan Adalah Segalanya Bagi Kita

Asaf tidak mengatakan bahwa Tuhan memberi sesuatu sebagai bagiannya, tetapi bahwa Tuhan sendiri adalah bagiannya. Ini adalah tingkat iman yang dewasa.
Banyak orang percaya Tuhan hanya ketika mereka menerima berkat. Namun iman yang sejati berkata, “Sekalipun aku kehilangan segalanya, selama aku masih punya Tuhan, itu sudah cukup.” Ini berarti kita tidak lagi menggantungkan kebahagiaan pada apa yang kita miliki, tetapi pada siapa yang kita miliki—yaitu Tuhan sendiri.

4. GO: Tetap Melangkah Walaupun Jalan Belum Jelas

Percaya saja tidak cukup jika tidak disertai tindakan. “Go” berarti tetap melangkah bersama Tuhan, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Melangkah berarti tetap berdoa saat belum ada jawaban, tetap membaca Firman saat hati terasa kering, tetap datang beribadah saat kita lelah, dan tetap memilih yang benar saat godaan datang.

Berjalan bersama Tuhan bukan berarti tanpa rasa takut, tetapi memilih untuk tetap melangkah walaupun takut. Iman yang sejati terlihat dari keberanian untuk terus berjalan bersama Tuhan dalam ketidakpastian.

Dari renungan hari ini, Mazmur 73:26 mengajarkan bahwa kelemahan kita bukanlah akhir, melainkan awal dari ketergantungan yang lebih dalam kepada Tuhan. Kita tidak perlu menunggu hidup sempurna untuk berjalan bersama-Nya. Yang kita butuhkan hanyalah hati yang mau percaya dan langkah yang terus maju.

Refleksi Renungan
Dalam perjalanan hidup, kita sering merasa lelah, kecewa, dan kehilangan arah. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa hidup terasa tidak adil atau mengapa usaha kita tidak selalu membuahkan hasil. Namun melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan bahwa kita tidak harus mengandalkan kekuatan sendiri. Kita boleh lemah, tetapi Tuhan tetap kuat. Kita belajar untuk tidak menggenggam hidup terlalu erat, melainkan mempercayakan setiap proses kepada Tuhan. Saat kita memilih untuk tetap percaya dan terus melangkah bersama-Nya, kita sedang berjalan dalam iman yang sejati.

Hikmat Hari Ini

Percaya bukan berarti semuanya jelas, tetapi tetap melangkah meskipun belum melihat hasilnya. Tetap semangat, tetap berjuang dan tidak Menyerah

Tuhan Yesus memberkati

EYC180426 IFM – YDK

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *