Renungan Harian Youth, Selasa 14 April 2026
Mazmur 145:18, Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan
Dalam kehidupan kita mengiring Tuhan, mungkin banyak doa yang telah kita naikkan, yang belum dijawab oleh Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk jangan berhenti berdoa, tetapi justru kita harus lebih sungguh-sungguh lagi berdoa, bahkan berseru kepada Tuhan. Apa pun yang kita hadapi, kita selalu dapat datang mencari Tuhan kita yang tidak pernah berubah.
Dan Allah kita adalah Allah yang selalu gemar mendengar seruan umat-Nya, bahkan Kita hanya perlu berseru kepada-Nya dalam kebenaran.
Tuhan akan mendengar dan memperhatikan keadaan orang-orang yang takut akan Dia, hidupnya dalam kebenaran, ketika orang itu berseru kepada Dia, maka tidak ada penghalang, penghambat dan penolakan, karena hidupnya benar di mata Tuhan. Untuk dapat berdoa dalam kebenaran, kita perlu mengenali ketidakberdayaan kita. Artinya, kita perlu menerima dan mengakui bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang membuat kita layak untuk dapat berbicara dengan Sang Pencipta alam semesta.
Bagi umat Israel, Tuhan tidak jauh keberadaan-Nya dalam kehidupan umat. Memang benar, Tuhan bisa menjauh dari keberadaan umat, misalnya karena dosa-dosa umat. Umat memang bisa mengalami semacam ketegangan relasional antara umat dengan Tuhan. Kadang Tuhan terasa dekat, kadang Tuhan terasa jauh. Itulah sebabnya di Mazmur 145 ini, umat menyatakan puji-pujian-Nya kepada Tuhan.Umat memuji dan memuliakan Tuhan atas beragam karakter Tuhan yang dialami umat dalam kehidupan mereka. Tuhan adalah Tuhan yang agung dan mulia (ayat 3), Tuhan itu pengasih dan penyayang (ayat 8-9), Tuhan itu setia dan adil (ayat 17). Pengalaman iman umat terhadap Tuhan seperti inilah yang memampukan umat untuk tetap berseru kepada Tuhan dalam beragam kondisi hidup yang dialami umat. Umat yakin tetap bisa berseru kepada Tuhan karena umat yakin Tuhan itu dekat pada setiap orang (18), terutama umat yang setia pada-Nya.

Namun demikian, bagi umat, hakikat Tuhan adalah dekat dalam kehidupan umat. Tuhan juga bukan Tuhan yang enggan didekati atau sulit didekati olah umat. Tuhan adalah Tuhan yang bisa didekati. Umat bisa dengan mudah datang mendekat kepada Tuhan kapanpun dan dimanapun. Tuhan mendekat kepada kita karena Dia baik, penuh kasih, penyayang, dan rendah hati. Dan kita berseru kepada-Nya dalam kebenaran ketika kita dengan rendah hati menyerahkan kehendak kita kepada-Nya dan benar-benar bersukacita di dalam Dia.
Ketika kita berpikir Tuhan itu jauh dari hidup kita, yang terjadi bisa sebaliknya kita yang menjauh dari Tuhan, bukan Tuhan yang menjauh dari hidup kita.
Seruan kita pada Tuhan pada dasarnya juga meneguhkan keyakinan dan bahkan kesetiaan kita pada Tuhan bahwa Tuhan itu dekat dalam hidup kita. Seruan bisa merupakan seruan syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan selama ini atau bahkan seruan minta tolong pada Tuhan agar Tuhan berkenan menolong kita menghadapi beragam beban dan tantangan hidup kita. Bukan berarti kita perlu memanggil Dia dengan sempurna—kita tidak akan bisa. Kita hanya perlu datang apa adanya, dan mengakui kebutuhan kita yang besar akan anugerah, belas kasihan, dan kasih-Nya.
Setiap Orang Yang Dekat Dengan Tuhan Selalu Percaya Bahwa Tuhan
Ada Dekat Dan Tak Pernah Sedetik Pun Meninggalkannya
Tuhan mendekatkan diri-Nya dan akan memenuhi keinginan mereka yang di perkataan, dimohonkan dan diucapkan dalam doa-doanya dengan hati yang sungguh-sungguh dan tulus maka Tuhan akan melepaskan segala kesukaran dan mendatangkan berkat atas hidupnya. Dan meskipun kita mungkin tidak selalu merasakan kehadiran Tuhan, Mazmur mengingatkan kita bahwa Tuhan akan menemui siapa saja yang berseru kepada-Nya. Kehadiran Tuhan tidak bergantung pada perasaan atau persepsi kita—Dia tetap dekat sekalipun kita menyadarinya atau tidak.
Tuhan bukan Pribadi yang jauh dan sulit dijangkau. Ia adalah Allah yang dekat, yang selalu siap mendengar setiap seruan kita. Dalam segala musim kehidupan—baik saat kita bersukacita maupun saat kita bergumul—Tuhan tetap hadir dan setia. Karena itu, jangan pernah berhenti datang kepada-Nya. Semakin kita mendekat kepada Tuhan dengan hati yang tulus, semakin kita akan mengalami kehadiran, pertolongan, dan kasih-Nya yang nyata dalam hidup kita.
Refleksi Renungan
Kita sering merasa Tuhan jauh ketika doa kita belum dijawab atau ketika hidup terasa berat. Namun sebenarnya, bukan Tuhan yang menjauh, melainkan kita yang terkadang menjauh dari-Nya. Hari ini kita diingatkan untuk kembali mendekat kepada Tuhan dengan hati yang rendah dan penuh ketulusan. Kita belajar untuk tetap berseru kepada-Nya, bukan hanya saat membutuhkan pertolongan, tetapi juga dalam ucapan syukur. Kita percaya bahwa Tuhan selalu dekat, mendengar setiap doa kita, dan bekerja dalam hidup kita, sekalipun kita tidak selalu merasakannya.
Hikmat Hari Ini
Tuhan tidak pernah jauh—kitalah yang perlu terus belajar mendekat dan percaya bahwa Dia selalu ada.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>