Renungan harian Youth, Jumat 05 Februari 2021

Rekan-rekan apa yang terbayang dalam pikiranmu ketika mendengar kata “disiplin”? berbicara mengenai kata “disiplin” mungkin membuat kita membayangkan sesuatu yang menyeramkan, bisa jadi itu suatu hukuman, sesuatu yang membatasi, dan tidak keren.

Padahal, sadar ataupun tidak, setiap hari kita selalu diperhadapkan dengan latihan kedisiplinan. Sejak kecil dulu orangtua kita mengatur kapan kita harus tidur dan apa yang harus kita makan. Ketika beranjak sekolah pun guru-guru berusaha mendisiplinkan kita. Jika terlambat atau tidak mengerjakan PR akan diberikan hukuman. Semua itu dilakukan agar kita terbiasa menjadi taat.

Begitu pula dalam kehidupan rohani, kita perlu melatih diri kita untuk berdisiplin rohani.   

Alkitab berkata, “Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1 Timotius 4:7b).

 Alkitab juga memberikan contoh yang jelas tentang sebuah disiplin rohani lewat kisah Daniel. Alkitab mencatat kalau Daniel berlutut, berdoa serta memuji Allah tiga kali sehari (Daniel 6:11). Tak hanya saleh, Daniel juga dianggap sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu di seluruh kerajaan (Daniel 1:20). Tapi, tidak semua orang suka dengan apa yang Daniel lakukan. Ada pula orang yang mempermasalahkan kebiasaan doa dan ibadahnya, tetapi Daniel tetap memegang teguh prinsipnya untuk beribadah pada Allah.  Kira-kira apa saja sih manfaat disiplin rohani bagi anak-anak muda? Mari kita lihat bersama:

1. semakin mengenal Tuhan (Filipi 3:10)

Hal paling penting dalam kehidupan ini adalah mengenal siapa yang menjadi Tuhan kita. Kita tidak mungkin bisa mengenal Tuhan jika kita tidak mau membaca firman-Nya. Kita tidak mungkin bisa mendengar suara-Nya jika kita tidak mau berdoa kepada-Nya. Membaca Firman Tuhan, berdoa, mengikuti persekutuan, dan juga berpuasa adalah disiplin rohani yang bisa kita lakukan untuk semakin mengenal Tuhan.

Siapa disini yang merasa kalau menjaga komitmen berdisiplin rohani itu sulit? Memang sulit, Tetapi, jika kita mau tetap berusaha melakukan yang terbaik. Mari kita memulai dengan membaca Alkitab dari kitab Kejadian dan teman-teman terpesona oleh kisah-kisah di dalamnya. Tapi, ketika memasuki kitab-kitab lainnya seringkali kita mulai merasa jenuh dan bosan. Jika kita tidak segera mengatasi rasa jenuh itu, kita akan semakin malas dan mungkin akan meninggalkan pembacaan Alkitab itu.

Alkitab mengatakan kalau roh memang penurut tetapi daging lemah.  Ketika membaca Alkitab terasa sulit dimengerti, cobalah untuk membaca Alkitab dari terjemahan lain. Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menggunakan bahasa yang lebih sederhana. Hal ini dapat menolong kita untuk dapat memahami isi firman Tuhan dan mencegah kita dari kejenuhan.

2. semakin merasakan penyertaan Tuhan (Mazmur 23:1)

Firman Tuhan yang kita baca setiap hari membuat kita bersyukur dan kagum atas setiap karya yang Tuhan perbuat bagi kita. Alkitab berkata  bahwa aku harus mencukupkan diriku dengan apa yang ada sebab Allah tidak membiarkan dan menelantarkan kita (Ibrani 13:5).

Cobalah simak kisah minyak seorang janda di dalam II Raja-raja 4 dan juga kisah Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang.  Tuhan dengan kasih sayang-Nya yang melimpah atas kita sanggup melakukan perkara-perkara yang hebat untuk kita.  Lebih dari itu, kehadiran-Nya tidak dapat dibatasi dengan apapun juga di dalam dunia ini.

3. semakin menikmati kasih Tuhan (Mazmur 34:9-10)

Disiplin rohani membawa kita pada suatu hubungan yang dekat pada Tuhan. Raja Daud yang begitu sangat dekat dengan Tuhan menulis, “Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu!” (Mazmur 34:9). Jika kita merenungi makna dari ayat ini,  sadrlah bahwa Tuhan selalu mendengar doa-doa kita, menuntun dan memberikan pertolongan didalam segala sesuatu yang kita kerjakan. Lewat setiap doa, saat teduh dan puji-pujian yang kita naikkan dengan kesungguh-sungguhan, maka kita pasti merasakan nikmatnya berada di hadirat Tuhan.  Sejatinya, bukan Tuhanlah yang membutuhkan doa-doa kita , tetapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Dia mau kita bertekun dalam disiplin rohani supaya kita bisa terus merasakan dan menikmati kasih-Nya setiap saat.

Jadi, sebagai orang Kristen, jika kita ingin sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan, kita tidak boleh menghindar dari disiplin rohani. Ketika kita melatih diri lewat berdoa, saat teduh, dan bersekutu, di situlah kita membangun relasi yang erat dengan-Nya. Sekalipun tantangan dan godaan selalu datang, tetapi Tuhan sendirilah yang memampukan kita.

Disiplin Rohani adalah bagian yang penting untuk kita bisa bertumbuh, karena disanalah Tuhan akan melatih manusia rohani kita terus bertumbuh

komitmen kita:

Aku mau melakukan disiplin rohani dan menikmati penyertaan Tuhan setiap hari

RM – KCP