Renungan Harian Youth, Selasa 23 Mei 2023
Syalom rekan-rekan youth semuanya. Kita bersyukur untuk hari yang luarbiasa yang Tuhan berikan bagi hidup kita. Anugerah Tuhanlah yang membuat kita ada dan kuat sampai hari ini.
Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan di sepanjang hidupnya, bukan sekali atau dua kali, tapi mungkin berkali-kali. Ketika gagal kebanyakan orang merespons dengan sikap negatif: menyerah dan berputus asa. Namun sebagai orang percaya kita diajar untuk tidak gampang menyerah dalam situasi apa pun, melainkan terus berusaha dan berjuang.
Ketika gagal adakalanya kita merasa lelah untuk berdoa dan berharap, lalu kita mulai membuat banyak banyak alasan untuk berhenti berdoa dan berusaha.
Ada tertulis: “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” (Pengkhotbah 11:4). Tuhan tidak menghendaki kita terpaku kepada kegagalan-kegagalan masa lalu, melainkan terus maju menatap ke depan.
Seorang bernama Josh Fuchter pernah mengalami kegagalan yang hebat didalam hidupnya, namun diai tetap memilih untuk menghadapinya dengan kepala tegak. Pemuda ini melewati delapan startup gagal. Salah satunya diawali dengan keputusan untuk drop out dari kampus. Ia dan ketiga temannya mengirit dengan hanya makan oatmeal, spaghetti dan selai kacang plus kopi setiap hari. Mereka merekrut 100 penulis dan menerbitkan ratusan artikel. Mereka hampir tak mampu membayar kontrakan meski telah bekerja mendekati seratus jam seminggu sepanjang tahun. Tapi Josh menilai usahanya tidak sia-sia. Katanya “Melalui semua pengalaman itu, saya mengerti artinya kerja keras, yang terpenting adalah saya belajar untuk menghargai kegagalan”. Segala kegagalan dalam hidup adalah kesempatan untuk belajar, dan kita harus berani mengambil resiko. Itu harga yang layak untuk kita bayar.
Yakobus 1:2-3, Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Sebagai Orang percaya kita didorong untuk tidak tenggelam saat diterpa kegagalan. Kita didorong untuk memanfaatkannya untuk terus betumbuh, disertai permohonan untuk memperoleh hikmat, sehingga dalam pergumulan hidup yang berat, justru iman kita menjadi tahan uji. Percobaan kadangkala Tuhan ijinkan untuk menguji iman kita kepada DIA. Melalui ujian, iman berkesempatan untuk berakar dan menghasilkan kualitas berupa ketekunan. Apabila proses ini dijalani dengan benar, iman pun menjadi “matang”. Karena itu, kita dinasihati untuk tetap bersukacita di tengah pencobaan.
Kegagalan adalah pencobaan yang menguji iman kita, terlebih jika terjadi berulang kali. Jika kegagalan dihadapi dengan sikap positif, itu justru menjadi obat yang kuat. Hidup tanpa kegagalan adalah hal yang tidak mungkin, sebab tidak ada satupun didunia ini yang sempurna tanpa melakukan kesalahan, hanya Yesus saja pribadi yang sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Oleh karena itu jangan lari dari kenyataan ketika kita menghadapi kegagalan, tetapi rangkullah dan hadapilah kegagalan itu. Karena justru kegagalan akan menolong kita menjadi lebih kuat, lebih berhikmat, lebih tekun dan lebih bersyukur.
Karakter kita tidak akan pernah menjadi setangguh sekarang ini, jika kita tidak pernah mengalami kegagalan.
Filipi 4:13 – “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Kita menyadari bahwa dalam Hidup ini kita akan bertemu dengan tantangan, kegagalan, dan rintangan yang membuat kita ingin menyerah. Namun, sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk hidup dengan keberanian dan ketekunan. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa hidup akan mudah, tetapi Dia memberikan kekuatan dan keberanian kepada kita untuk menghadapinya.
Jangan biarkan kegagalan menghentikanmu. Setiap kegagalan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Ketika kita jatuh, kita harus bangkit kembali dengan semangat yang baru. Ingatlah bahwa Allah tidak pernah menyerah pada kita, bahkan saat kita gagal. Percayalah bahwa kita memiliki Tuhan yang kuat dan kuasa-Nya ada dalam diri kita. Ketika kita merasa lemah, kita dapat mencari kekuatan dalam Dia.
Dalam doa, mintalah pertolongan-Nya dan biarkan Roh Kudus menguatkan iman kita. Ketika kita bersandar pada-Nya, kita dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang memberi kita kekuatan.
Apakah ada diantara rekan-rekan yang sedang berproses dengan kegagalan saat ini? Jangan biarkan ketakutan dan kegagalan menghentikanmu. Jadilah berani dan teguh dalam iman. Ingatlah bahwa setiap langkah yang kamu ambil di dalam keberanianmu, Tuhan berjalan bersamamu. Dia akan mengarahkan langkahmu dan memberikan kekuatanmu.
Hari ini, bersiaplah untuk menghadapi tantangan dengan keberanian dan kekuatan dari Tuhan. Jika kamu jatuh, bangkit kembali dan terus maju. Ingatlah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan Dia siap mengangkatmu dari kegagalan menuju kemenangan. Berani berani dan jangan menyerah!
Berjuang terus hingga akhirnya kita menjadi orang yang berhasil dan menjadi lebih dari pemenang.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
YG – DOT