Renungan Harian Youth, Kamis 08 Mei 2025
Yohanes 15:5, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Sebatang ranting pohon tidak akan bisa bertumbuh dengan baik jika lepas dari pokok pohon utamanya. Penelitian ilmiah menemukan bahwa sebatang ranting pohon dapat menjadi kering dan tidak menghasilkan buah karena tidak mendapatkan getah nutrisi yang mengalir dari pokok pohonnya, bahkan lama kelamaan akan mati.
Ilustrasi ini cukup menggambarkan bagaimana hidup kita bersama dengan Allah. Yesus menyampaikan pesan di perikop bacaan bahwa kita adalah ranting pohon dan Yesus adalah pokok anggurnya, sementara Allah adalah pengusaha ladang anggur. Ranting yang tidak berbuah karena tidak melekat kuat pada pokok pohon akan dipotong oleh Allah, kemudian dibuang dan dibakar. Namun, ranting yang berbuah akan terus dibersihkan oleh-Nya agar bisa semakin berbuah lebat.
Rekan-rekan youth, Perumpaan pokok anggur dan ranting-ranting Tuhan Yesus adalah untuk memberi tahu orang-orang bahwa terlalu penting untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan. Tuhan membandingkan kita dengan ranting dan diri kita sendiri dengan pokok anggur. Hubungan kita dengan Tuhan seperti hubungan antara ranting dan pokok anggur.
Yesus berkata “Akulah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya.“
Sebagai ranting tentu saja kita tidak bisa menghasilkan buah dari dirinya sendiri dan sebagai ranting maka yang bertanggung jawab untuk menyediakan segala sesuatu untuk berbuah adalah pokok anggur. Sebab itu tetaplah menjadi ranting dan jangan berusaha menjadi pokok anggur karena yang menjadi pokok anggur adalah Yesus. Kadang-kadang kita ini adalah ranting yang tidak tahu diri dan berusaha menjadi pokok. Banyak orang berusaha melakukan sesuatu untuk berhasil padahal semua supply yang kita perlukan sebagai ranting itu datangnya dari pokok anggur.
Seperti itulah kehidupan seorang pengikut Kristus. Mengikut Kristus bukan cukup sampai percaya saja, melainkan perlu dengan sungguh-sungguh menempel pada sumber pokok yang benar, yaitu Kristus. Menempel artinya memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus sehingga mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah yang baik, yaitu buah-buah Roh (Gal. 5:22-23). Murid Kristus yang menghasilkan buah akan terus dibersihkan dirinya melalui ujian hidup agar semakin berbuah lebat dalam kehidupannya.
Semua suplai kebutuhan kita untuk supaya kita berbuah disediakan oleh sang pokok anggur. Dan pokok anggur yang mengalirkan semua suplai untuk semua kebutuhan kita sehingga kita tidak perlu lagi merasa kuatir dan yang perlu kita lakukan adalah mempercayakan hidup kita pada Kristus.
Ya, Kristus adalah pokok yang benar untuk kita bersandar penuh. Kita harus terus melekat dan melakukan kebenaran-kebenaran yang disampaikan-Nya. Melekat dalam keseharian seorang pengikut Kristus adalah senantiasa membaca dan merenungkan firman-Nya sehingga “getah nutrisi” dari kebenaran firman akan terus mengalir di dalam diri kita. Melakukan kebenaran berarti secara nyata mengerjakan kebenaran kebenaran firman yang telah diperoleh. Jika keduanya dilakukan, kita akan menghasilkan buah manis yang memberi dampak bagi orang di sekitar kita.
Peringatan untuk kita: Ranting kering yang tidak menghasilkan buah tidak ada gunanya. Ranting kering itu akan dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Seperti itu pula kehidupan yang dijalani dengan sia-sia dan tidak berguna.
Ketika ranting meninggalkan pokok anggur, ia akan kehilangan persediaan hidupnya, layu dan mati, dan kita hanya bisa hidup dengan sering membaca firman Tuhan di hadapan Tuhan sehingga kita dapat dicurahkan dan diberi makan oleh Roh Kudus, dan hanya dengan mempraktikkan firman Tuhan kita dapat menghasilkan buah kehidupan. Sebaliknya, jika kita sering menjauh dari Tuhan, mencintai dunia, hidup dalam kenikmatan daging dan materi, jarang membaca firman Tuhan, dan jarang berdoa kepada Tuhan, dan kita tidak memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan, kita tidak akan memiliki pekerjaan Roh Kudus.
Mari hasilkan dan tunjukkan hidup yang berbuah manis. Hiduplah melekat pada sumber nutrisi kita, yaitu Kristus yang merupakan Firman yang hidup dan kebenaran sejati. Hendaklah selalu melakukan kebenaran Firman dengan merealisasi firman Tuhan dalam keseharian yang kita jalani supaya hidup kita menjadi berdampak dan memuliakan nama Allah.
Jadi untuk dapat berbuah, yang harus kita lakukan adalah melekat erat pada Tuhan dan firmanNya menjadi sandaran kehidupan.
Tidak hanya itu, ada janji yang diberikan Tuhan jika tinggal di dalam Dia, yakni apapun yang kita minta, akan diberikan. Maka milikilah kehidupan yang selalu rindu untuk menjalin relasi dengan Tuhan, baik melalui doa-doa pribadi maupun pertemuan-pertemuan ibadah dan perenungan firman Tuhan. Lakukanlah hal-hal baik yang bermanfaat dalam hidup supaya Bapa dipermuliakan dan orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan. Selama kita masih hidup, bekerjalah menghasilkan buah.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan