Elohim Ministry umum Diampuni dan Mengampuni

Diampuni dan Mengampuni



Renungan Harian, Selasa 23 Mei 2023

Bacaan : 1Yohanes 2:1-12

Nats : 1Yohanes 2:12, Dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya

Syalom bapak ibu saudara hangterkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . ..

            Lima tahun sesudah PD II berakhir, Marvin Maris bertemu Taizo Fujishiro di sekolah teologi di Chicago. Meskipun keduanya di pihak yang saling bermusuhan ketika perang berlangsung, tetapi Maris tetap bersahabat dengan Fujishiro. Ia membuatkan catatan pelajaran untuknya, mengajarinya menyetir mobil, dan mengundangnya untuk merayakan Natal. Setelah Taizo kembali ke Jepang, mereka tetap saling berhubungan.

Empat puluh tahun kemudian, cucu perempuan Maris, Connie Wieck, pergi ke Jepang untuk mengajar bahasa Inggris. Ia menelepon Fujishiro dan memperkenalkan diri. Hari berikutnya mereka bertemu untuk makan siang. Taizo menceritakan kepadanya semua hal mengenai kakeknya, sahabat Amerika pertama Taizo.

Di kemudian hari Connie menulis: “Dibesarkan di kota di mana para veterannya masih menyimpan kepedihan …, dulunya saya tak percaya bahwa pemaafan akan terjadi di antara orang-orang yang terlibat langsung dalam sejarah kelam itu. Namun, persahabatan antara kakek saya dan Taizo membuktikan kebalikannya.”

            Rasul Paulus menggambarkan keajaiban keselamatan dengan menulis, “Kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya” (Roma 5:10). Dan Yohanes mengatakan bahwa mereka yang sudah diampuni harus mengasihi saudaranya (1 Yohanes 2:9-12).

Perintah untuk mengasihi di satu sisi adalah perintah lama, tetapi di sisi lain adalah perintah baru. Perintah lama karena berasal dari PL (Im. 19:18), namun perintah baru karena Yesus memerintahkannya secara radikal dengan cara baru (Yoh. 13:34, 35). Ini merupakan perintah baru karena kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah kasih yang melampaui aturan-aturan kaku dalam PL.

Kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Hidup dalam terang tidak boleh saling membenci, namun saling mengasihi, dan mensyukuri pengampunan dosa.

            Dalam ajaran Tuhan Yesus, kasih tidak sekadar menghormati orang lain, tetapi mengorbankan diri dan menjadi hamba. Kasih merupakan pemberian tanpa pamrih, bukan hanya kepada teman, tetapi bahkan kepada musuh dan penganiaya kita. Kasih semacam itulah yang harus nyata di dalam kehidupan orang Kristen yang ada dalam terang. Jika tidak demikian, kita sesungguhnya masih hidup dalam kegelapan.

Kasih adalah kunci untuk berjalan di dalam terang. Kita tidak dapat bertumbuh secara rohani selama masih membenci sesama kita. Pertumbuhan dalam relasi kita dengan Allah akan menghasilkan pertumbuhan dalam relasi kita dengan sesama.

            Warisan pengampunan dari Allah akan diteruskan dari generasi ke generasi jika kita dengan rendah hati menerima anugerah pengampunan- Nya dalam Kristus dan meneruskannya kepada sesama kitaDavid McCasland

Tuhan Yesus Memberkati

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *