Halo adik-adik ELOHIM kids. Bagaiman kabarnya hari ini? Semoga hari adik-adik penuh sukacita dan semangat yang baru karena Tuhan selalu beserta dengan kita.
Hari itu Jojo dan teman-teman belajar keterampilan menyetrika pakaian. Sebelum kegiatan dimulai, Bu Eni memberi penjelasan disertai praktik langsung cara menyetrika yang baik dan benar. Bu Eni juga memperingatkan para murid agar berhati-hati saat menyetrika pakaian. “Awas, kalian tidak boleh menyentuh setrika yang sedang maupun yang baru selesai dipakai karena dapat membuat kulit melepuh.” Satu-persatu anak-anak pun diminta untuk mencoba. Mereka menyetrika pakaian yang mereka bawa dari rumah.
Sebagian besar murid masih terlihat kaku karena memang belum pernah menyetrika pakaian. Berbeda dengan Jonah yang terlihat sudah pandai menyetrika pakaian. Hasil setrikaan Jojo paling rapi dan halus dibandingkan semua temannya. Ya, Jojo memang terbiasa menyetrika pakaian sejak kelas 2 SD. Orangtua Jojo membuka usaha laundry dan jasa menyetrika pakaian. Usaha yang dilakukan orang tua Jojo sangat membantu keluarga-keluarga yag tak punya waktu untuk menyetrika pakaian. Jojo pun dilatih untuk menyetrika pakaian supaya dapat membantu usaha orangtuanya.
Hebat, ya Jojo! Dia bisa menyetrika pakaiannya sendiri dengan sangat rapi. Padahal menyetrika baju itu adalah pekerjaan yang tidak gampang lho. Ada resiko tanga kita bisa melepuh terkena panas dari setrika. Ternyata Jojo sudah terbiasa karena orangtua Jojo punya usaha laundry dirumahnya.
Sama seperti orang-orang yang terbantu dengan usaha orangtua Jojo, Salomo juga pernah sangat terbantu oleh Hiram, orang yang ahli melakukan segala pekerjaan berkaitan dengan tembaga.
dalam 1 Raja-Raja 7:13-14, Kemudian raja Salomo menyuruh orang menjemput Hiram dari Tirus. Dia adalah anak seorang janda dari suku Naftali, sedang ayahnya orang Tirus, tukang tembaga; ia penuh dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan untuk melakukan segala pekerjaan tembaga; ia datang kepada raja Salomo, lalu melakukan segala pekerjaan itu bagi raja.
Hiram membantu mengerjakan bagian dari Rumah Tuhan yang sedang dibangun oleh Salomo. Pekerjaannya pun dilakukan dengan rapi dan bagus. Dia juga membuat banyak macam karya dari tembaga tadi.
Nah, kalau selama ini kita sering diminta mengerjakan sesuatu oleh orangtua kita, seharusnya kita melakukannya dengan tekun dan sungguh-sungguh, karena keterampilan yang kita latih hari ini kelak pasti bermanfaat bagi kita. Ketika kita terampil, orang akan senang dengan pekerjaan kita.
Ayat Hafalan
Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Komitmenku hari ini
Aku mau belajar untuk menjadi anak yang terampil dalam mengerjakan tugasku, sehingga hasilnya menjadi lebih baik .