Renungan Harian Anak, Jumat 25 Agustus 2023
Selamat pagi adik-adik Elohim Kids. Bagaimana kabarnya hari ini? Pasti luar biasa kan? Nah pagi ini kita akan belajar Firman Tuhan bersama-sama ya…. Hari ini, kita akan membahas tentang betapa pentingnya mengikuti teladan kesetiaan dari orang tua atau generasi diatas kita dalam menjalani kehidupan kerohanian kita.
Raja Asa adalah seorang raja yang dianggap setia dan mengasihi Tuhan. Ayahnya, Abia, juga mengasihi Tuhan, dan hal ini berpengaruh besar pada hidup Raja Asa. Dalam 1 Raja-Raja 15:11 tertulis, “Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya..”

Waktu Asa menjadi raja, ia menghancurkan patung-patung yang disembah oleh bangsa Israel. Mengapa Asa melakukan hal itu? Karena Allah melarang umat-Nya untuk menyembah patung berhala selain Diri-Nya. Tindakan Asa menghancurkan patung-patung tersebut menandakan bahwa ia taat pada perintah Tuhan dan ingin menyenangkan hati Tuhan. Raja Asa bisa berbuat seperti itu karena ia meneladani sikap dari nenek moyangnya, yaitu raja Daud. Meskipun Raja Asa menghadapi banyak tantangan dan musuh, dia tetap setia kepada Tuhan. Ia menghapuskan berhala-berhala dan menegakkan penyembahan kepada Tuhan yang benar. Raja Asa juga memperkuat pertahanan negara dan berpegang teguh pada iman leluhurnya.
Kita bisa belajar banyak dari kesetiaan Raja Asa kepada Tuhan. Ingatlah bahwa contoh yang baik dari orang tua kita dapat memberikan pengaruh besar dalam hidup kita. Orang tua kita, opa oma, dan orang-orang diatas kita yang mengasihi Tuhan dan hidup setia kepada-Nya adalah teladan yang baik bagi kita untuk diikuti.
Hari ini kita belajar tetaplah setia kepada Tuhan dalam segala situasi. Tidak peduli berapa banyak tantangan atau godaan yang kita hadapi, kita harus berpegang teguh pada iman dan prinsip-prinsip yang benar. Seperti Raja Asa, kita dapat memilih untuk menghapuskan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Seperti Raja Asa mau mengikuti jejak nenek moyangnya, sebagai anak Allah kita pun mestinya mau menjadi serupa dengan Kristus. Hal yang perlu kita lakukan untuk menjadi persis seperti Tuhan Yesus adalah mengetahui sifat Tuhan Yesus sendiri. Pendengaran spiritual-Nya begitu tajam, sehingga Dia tidak pernah tidak mendengar bisikan surga. Belas kasihan-Nya begitu berlimpah-limpah sehingga la tidak pernah melewatkan kesempatan satu kali pun untuk mengampuni. Tidak ada dusta yang keluar dari mulut-Nya walau cuma satu kali, ia menolong saat yang lain memilih cuek.
Adik-adik sekarang kita sudah tahu kan, apa yang jadi sifat dan kesenangan Tuhan Yesus? Jadi, sekaranglah waktunya untuk mengikuti teladan-Nya. Lakukanlah, sehingga kita pantas disebut sebagai anak-Nya. mari kita belajar dari kehidupan Raja Asa dan mengikuti teladan kesetiaan dari orang tua kita yang mencintai Tuhan. Kita dapat tetap setia dan mengasihi Tuhan dalam segala hal, serta membangun hubungan yang kuat dengan-Nya. Ingatlah bahwa Tuhan senang melihat kesetiaan kita dan siap memberkati langkah-langkah kita yang baik.
Ayat Hafalan
1 Raja-Raja 15:11 Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya.
Komitmenku hari ini
Aku mau mengikuti Teladan Kesetiaan orang tuaku kepada Tuhan, meneladani ketaatan dan kasih kepada Tuhan
YNP – YC