Renungan Harian, Senin 02 Oktober 2023
Ayat Yosua 4:1-24; Hakim-hakim 2:8-15; Ulangan 6:12-15; 8:7-14
Dalam kehidupan ini ada batu-batu peringatan yang kita dirikan untuk mengenang hal-hal yang penting dalam kehidupan kita
Yosua 4:1-24, Dalam kisah ini ketika Bangsa Israel akan memasuki tanah perjanjian dan merebutnya ada rintangan besar yang harus mereka jalani karena mereka harus menyeberangi Sungai Yordan. Ini adalah awal perjuangan bangsa Israel memasuki tanah Kanaan.
Allah mengerjakan Mujizat dan Keajaiban, bangsa Israel dapat menyeberangi Sungai Yordan …
Ayat 5-7 dan Yosua berkata kepada mereka: “Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel, supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu? maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya.”
Apakah tujuan Allah memerintahkan agar setiap suku mengambil batu dan menyusunnya menjadi batu peringatan.
Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; . . . Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel” (Hakim-hakim 2:8,10).
Demikianlah , anak-anak mereka berbalik dari Allah dan melakukan perbuatan yang jahat serta menyembah Baal negeri Kanaan, “Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.” (Hakim-hakim 2:12).
Pada Faktanya Angkatan setelah Yosua dan generasinya, ada keturunan yang tidak mengenal Allah dan memilih untuk menyembah kepada Baal. Sehingga mereka menyakiti hati Tuhan… pertanyaanya adalah dimanakah Batu peringatan yang sudah disusun oleh Yosua? Tetapi mereka memilih untuk berpaling dari Allah
ISRAEL MELUPAKAN PERINGATAN INI DAN GAGAL UNTUK TAAT KEPADA PERINTAH TUHAN
Mereka gagal mengajar anak-anak mereka tentang siapakah yang membawa mereka menyeberangi sungai Yordan. Karena itulah generasi berikutnya mulai masuk dalam sifat materialistis, penyembahan berhala dan perzinahan. Akibatnya, hukuman Allah jatuh ke atas mereka
Ulangan 6:12-15 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.
Dan ditegaskan Kembali dalam Ulangan 8:7-15 … Tuhan memperingatkan ada Tanah Perjanjian yang baik dan melimpah namun ada peringatan yang Penting yaitu supaya mereka tidak melupakan Tuhan.
Namun Kenyamanan dan Kesuksesan membuat mereka lupa, inilah peringatan yang penting bagi kita, JANGAN LUPAKAN TUHAN dalam situasi apapun terlebih dalam hal kenyamanan dan kesuksesan. Awas jebakan iblis untuk kita tidak ingat lagi akan Batu Peringatan Allah dalam kehidupan kita.
“Memoria” Walter Benjamin (1892-1940) – ada banyak kekuatan dalam ingatan, ingatan itu sesungguhnya membebaskan bukannya membelenggu, orang yang menolak ingatan biasanya karena belum bisa mengolah masa lalu.
INGATLAH SEGALA KEBAIKAN TUHAN DALAM KEHIDUPAN KITA
Ingatlah selalu kebaikan Tuhan yang membuat kita berhasil melewati masa-masa sulit, ingatlah segala pertolongan Tuhan. Kenangan itu seperti batu peringatan yang akan memberikan kekuatan yang besar. Kenangan itu tidak harus hal yang besar, walaupun itu kecil dan sederhana maka hati kita akan melimpah dengan ucapan Syukur.
Umat Tuhan hendaknya senantiasa mengingat setiap karya Allah dalam kehidupannya, sehingga apa pun situasi yang dihadapinya, Ia akan tetap setia dan berpegang teguh pada kehendak-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati
Pdt. Toni Irawan