Renungan Harian Youth, 25 November 2023
Ayat : II Timotius 1:7
Syalom, selamat pagi teman-teman remaja dan pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan. sebagai manusia sangatlah wajar dalam kehidupan kita mempunyai perasaan takut. Sebagai anak muda, apa yang seringkali menjadi ketakutan-ketakutan kita dalam kehidupan ini? Takut menghadapi masa depan? Atau takut menghadap masalah? Atau mungkin juga takut untuk mengambil keputusan? Atau takut untuk hidup benar?
Teman-teman, seorang yang masih muda bernama Timotius yang diingatkan oleh Rasul Paulus melalui doanya. Paulus teringat akan iman Timotius yang tulus ikhlas yang diwariskan dari neneknya Lois dan ibunya Eunike. Kehidupan dan pengajaran mereka sangat berdampak dan bertumbuh dalam hati Timotius.
Pengalaman dibesarkan menurut nilai-nilai Alkitab tidak hanya mendasari hubungan Timotius dengan Allah, tetapi juga sangat penting bagi keefektifannya dalam pelayanan kepada Tuhan.
Oleh sebab itu Rasul Paulus mengingatkan Timotius, ketika hidup orang percaya memiliki iman yang tulus seperti iman yang dimiliki oleh keluarga Timotius, maka ada buah yang diberikan Tuhan dalam kehidupan.
II Timotius 1: 7 menuliskan : “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Kalimat “Allah memberikan…” berarti ada hal-hal yang merupakan anugrah atau pemberian Allah bukan hanya kepada Timotius saja, melainkan juga dalam kehidupan kita, ketika kita memiliki iman yang tulus ikhlas. Apa saja pemberian Allah itu?
1. Bukan roh ketakutan
Tuhan tidak memberikan kita roh ketakutan. Dan Allah tidak ingin kita hidup didalam ketakutan. Pentingnya memiliki iman yang tulus agar kita dapat mengalahkan ketakutan dengan iman dan percaya yang sungguh kepada Allah.
2. roh yang membangkitkan kekuatan.
Selalu ada kekuatan dari Tuhan yang senantiasa menyertai, menopang, mensupport kita yang terus melengkapi hidup kita hari demi hari. Hal ini juga menyadarkan kita bahwa roh yang dari Tuhan itu adalah roh yang memberikan semangat (dinamis) sehingga tidak ada kata menyerah dalam kehidupan kita. Sebuah janji Tuhan yang membangkitkan kekuatan kita, yaitu Yesaya 41:10 mengatakan,” janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
3. Kasih
Kasih merupakan ciri maupun ketentuan bagi orang percaya. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, itulah yang Tuhan mau dalam kehidupan kita. Orang yang percaya kepada Tuhan, pasti memiliki kasih dan mengeluarkan buah kasih yang tulus dalam kehidupan.
4. Ketertiban
Orang yang mempunyai iman yang tulus, pasti hidupnya tertib. Salah satu sikap yang harus kita miliki sebagai murid Kristus adalah ketertiban. I Korintus 14 :40, Firman Tuhan berkata,”segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” Apa yang menjadi kebiasaan buruk kita dahulu seperti suka terlambat, menunda-nunda, tidak disiplin dan sebagainya, hendaklah kebiasaan ini berubah menjadi kebiasaan yang baik, yang tertib, ketika kita mempunyai iman yang tulus kepada Allah.
Rekan-rekan Youth yang dikasihi Tuhan, mari kita terus memelihara iman yang tulus kepada Allah, yaitu iman yang telah diajarkan baik oleh orang tua kita, pada pendidik kita, orang tua rohani kita, kakak rohani kita, siapapun itu, mari hiduplah dalam iman yang tulus sehingga tidak ada ketakutan dalam kehidupan kita, penuh semangat dan kekuatan didalam Tuhan, penuh kasih dan hidup dengan ketertiban dimanapun kita berada.
Hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. (II Timotius 3:14).
Tuhan memberkati.
MW-AdS
Kami mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 11 November 2023 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu.

“Sahabat Sejati”
“Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”
Sahabat sejati tidak hanya sekedar menjadi seorang teman dalam keadaan yang baik dalam hidup melainkan sahabat sejati juga memiliki kerelaan untuk berkorban demi sahabatnya seperti kisah Daud dan Yonatan yang meskipun ayah Yonatan sangat membenci Daud, namun Yonatan selalu berusaha melindungi daud dari iat jahat ayahnya dan rela memberikan apapun yang menjadi kepunyaan Yonatan kepada Daud agar sahabatnya bisa selamat dari Saul. Yuk untuk lebih jelasnya datang dan bergabung Bersama dengan kita semuanya.
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu