Renungan Harian Anak, Kamis 07 Desember 2023
Syalom adik-adik semuanya … bagaimana kabar kalian hari ini? Kakak doakan semua dalam keadaan yang baik dan sehat ya …
Kejujuran adalah mengatakan kebenaran, tidak berbohong, menipu, atau mencuri. Kejujuran juga berarti tulus, tidak berpura-pura menjadi seseorang atau sesuatu yang bukan diri Anda. Kejujuran adalah cara menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan dan orang lain. Tuhan menyukai kejujuran karena Dia adalah sumber segala kebenaran dan Dia ingin kita menjadi seperti Dia.
Adik-adik hari ini kita berlajar bahwa Tuhan menyukai kejujuran. Dia ingin kita jujur dalam semua kata dan tindakan kita. Ketika kita jujur, kita menunjukkan bahwa kita dapat dipercaya dan diandalkan. Kejujuran itu penting karena membangun kepercayaan dari orang lain. Ketika orang mempercayai kita, mereka akan lebih mudah melakukan sesuatu untuk kita.
Ada seorang anak gembala yang bosan duduk di atas bukit menjaga domba-dombanya. Suatu hari, dia berpikir untuk bersenang-senang dengan orang-orang di desa. Dia berteriak, “Ada serigala! Ada serigala!” Orang-orang di desa bergegas ke bukit untuk membantu anak gembala. Ketika mereka tiba, mereka tidak melihat serigala apa pun. Anak gembala tertawa dan berkata, “Hanya bercanda.” Orang-orang di desa marah. Mereka pulang dengan kesal. Keesokan harinya, anak gembala itu mencoba trik yang sama lagi. Dia berteriak, “Ada serigala! Ada serigala!” Orang-orang di desa bergegas ke bukit untuk membantu anak gembala. Ketika mereka tiba, mereka tidak melihat serigala apa pun. Anak gembala tertawa dan berkata, “Hanya bercanda.” Orang-orang di desa semakin marah. Mereka tahu bahwa anak gembala itu berbohong. Pada hari ketiga, serigala benar-benar menyerang kawanan domba. Anak gembala berteriak, “Ada serigala! Ada serigala!” Orang-orang di desa tidak mempercayainya. Mereka berpikir bahwa anak gembala itu hanya bercanda lagi. Serigala memakan banyak domba. Anak gembala menangis dan menyesal karena telah berbohong.

Adik-adik dari cerita diatas kita belajar bahwa kejujuran itu penting. Ketika kita berbohong, kita bisa menyakiti orang lain dan kita juga bisa kehilangan kepercayaan orang lain. Terlebih dihadapan Tuhan, karena Tuhan maha tahu, jadi kita tidak bisa berbohong dihadapan Tuhan karena itulah Tuhan sangat menghargai dan menyukai anak-anak yang jujur. Adik-adik ingat kisah
Bagaimana kita bisa jujur? Bersikap jujur tidak selalu mudah, apalagi saat kita tergoda untuk berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Terkadang kita mungkin berpikir bahwa bersikap tidak jujur akan membuat segalanya lebih mudah atau lebih baik bagi kita, namun itu adalah kebohongan iblis. Bersikap jujur memerlukan keberanian, kerendahan hati, dan ketaatan kepada Tuhan.
Yuk kita mau belajar menjadi anak yang jujur, mulailah dari hal-hal yang kecil dari apa yang kita lakukan dan juga perkatakan.
Ayat Hafalan
Titus 2:7 (TB) dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
Komitmenku hari ini
Aku mau belajar menjadi anak yang jujur dalam perkataan dan tindakan, karena Tuhan suka dengan Kejujuran
YNP – RS