Elohim Ministry umum Melihat Kerajaan Allah

Melihat Kerajaan Allah



Renungan Harian Senin, 11 Desember 2023

Syalom bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan, hari ini kita akan merenungkan makna Kerajaan Allah dari mimpi Nebukadnezar yang terdapat dalam Daniel 2:31-45

Raja Nebukadnezar, raja Babel yang perkasa, dihantui oleh mimpi yang aneh. Dalam mimpi itu, ia melihat patung besar yang luar biasa, terbuat dari berbagai bahan, mulai dari emas hingga tanah liat. Patung tersebut dihancurkan oleh sebuah batu yang tidak dibuat oleh tangan manusia, dan batu itu kemudian menjadi gunung yang memenuhi seluruh bumi.

Daniel, seorang pemuda Israel yang ditawan di Babel, adalah orang yang dapat menafsirkan mimpi raja. Ia menjelaskan bahwa patung tersebut melambangkan kerajaan-kerajaan dunia yang akan bangkit dan runtuh. Namun, batu yang menghancurkan patung itu melambangkan kerajaan Allah yang kekal dan tidak akan pernah berakhir.

Renungan hari ini mengajak kita untuk merenungkan pesan penting dari mimpi Nebukadnezar. Kita hidup di dunia yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian. Kerajaan-kerajaan dunia naik dan turun, kekuatan politik bergeser, dan sistem ekonomi datang dan pergi. Namun, di tengah semua perubahan ini, Kerajaan Allah tetap teguh dan kekal. Kerajaan Allah tidak dibangun dengan tangan manusia. Ia tidak didasarkan pada kekuasaan militer, kekuatan ekonomi, atau kecerdasan manusia. Kerajaan Allah didasarkan pada keadilan, kebenaran, dan kasih. Ia adalah kerajaan yang tidak mengenal batas negara, ras, atau budaya. Mimpi Nebukadnezar mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah akhir segalanya. Ada harapan yang lebih besar, kerajaan yang lebih mulia, yang menunggu kita di kekekalan. Kerajaan yang dukuasai oleh kasih, damai sejahtera, dan keadilan.

Dalam Matius 6:19-21, Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya tentang pentingnya mencari harta yang kekal. Yesus mengingatkan kita bahwa harta duniawi bersifat sementara. Ia dapat rusak, dicuri, atau hilang. Namun, harta yang kekal, yaitu harta yang berasal dari Tuhan, tidak akan pernah hilang. Harta yang kekal adalah harta yang rohani, yaitu iman, kasih, dan pengharapan. Harta ini berasal dari Tuhan dan hanya dapat diperoleh melalui hubungan yang intim dengan-Nya. Ketika kita mencari harta yang kekal, kita akan mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Kita akan menjadi orang-orang yang mengutamakan nilai-nilai rohani, seperti kasih, pengampunan, dan keadilan. Kita juga akan menjadi orang-orang yang rendah hati dan tidak serakah.

Matius  6:33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Tuhan Yesus memberikan kepada kita sebuah prinsip hidup yang sangat penting: mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Apa artinya? Kerajaan Allah adalah tentang tentang pemerintahan Allah dalam hati dan kehidupan kita. Ini tentang mengakui kekuasaan dan kasihNya, dan hidup sesuai dengan kehendakNya. Kebenaran, dalam konteks ini, bukanlah sekedar fakta atau informasi. Ini adalah tentang mengenal Allah secara pribadi, memahami karakter dan rencanaNya, dan hidup dengan integritas dan ketaatan kepadaNya.

Dr. George W Truett, pernah diundang makan oleh seorang pemilik minyak di Texas.  Setelah mekan orang tersebut mengajak pendeta itu untuk naik keatas sotoh rumahnya. Dia  berkata: Pendeta Truett, 25 tahun yang  lalu saya datang  ke tempat ini tanpa sepeserpun, kini saya memiliki semuanya yang dapat anda dapat lihat.   Dia menunjuk kearah selatan dimana  ada pengeboran mi nyak, kearah utara dimana terdapat sawah ladangnya, ke barat ke ternaknya dan  ke timur, large virgin forestl.  Aku datang tanpa sepeser, namun aku telah bekerja keras dan menabung, kini aku me iliki semua yang dapat dilihat. Orang  itu diam sejenak mengharapkan  kata pujian dari pendeta Truett, naman ia terkejut sekali ketika tiba2 Pendeta itumeluk dia dan berkata:  Sahabatku,  berapa  banyak yang anda miliki  disana  sembil menunjukkan tangannya keatas ke arah langit. Orang tsb menundukkan kepalanya dengan  rasa  malu dan berkata: Saya tidak pernah memikirkan tentang hal itu.  Betapa pentingnya untuk kita menyimpan harta kita di surga.  Hidup bagi Allah dan bukan untuk dunia yang akan binasa.

Pemilik minyak dalam cerita ini telah bekerja keras dan menabung selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan harta duniawi. Namun, ketika dia menunjukkan kekayaannya kepada Pendeta Truett, Pendeta Truett tidak terkesan. Sebaliknya, Pendeta Truett bertanya kepadanya tentang hartanya di surga.

Pertanyaan Pendeta Truett ini mengingatkan kita bahwa harta yang paling berharga dalam hidup adalah hubungan kita dengan Tuhan. Ketika kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, kita akan memiliki kasih karunia-Nya. Kasih karunia ini akan memberikan kita kedamaian, sukacita, dan harapan yang tidak dapat diberikan oleh harta duniawi.

Roma 14:17, Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Tuhan Yesus Memberkati

FJD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *