Renungan Harian Youth, Jumat 15 Desember 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya, apa kabarnya hari ini semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan baik dan sehat ya
Ibrani 3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”
Matius 11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Kita dapat mendengar suara Allah dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Karena itulah kita harus melatih diri kita untuk memiliki kepekaan Rohani sehingga roh kita dapat memahami kehendak Allah yang dinyatakan.
Allah adalah Roh sehingga saat berkomunikasi maka roh manusia kita bisa menerima kebenaran yang dinyatakan.
Rekan-rekan youth, Zaman modern cenderung mengarahkan manusia, termasuk kita umat Allah memahami dan mencerna logika bahkan melampaui ketaatn kepada Firman Allah. Akibatnya sering kali menghasilkan rasa takut, kekhawatiran, dan keraguan terhadap Allah dan Firman-Nya. Otak kita akan terus mencari informasi dan menganalisis, tetapi usaha itu seringkali menghasilkan kekecewaan karena keterbatasan informasi dan keterbatasan kemampuan kita untuk mencerna dan memahami apa yang sedang terjadi.
Dalam mengatasi hal ini, satu-satunya cara untuk menempatkan Logika dan Intelektual kita adalah dengan semakin membangung pengenalan akan Allah dan hal dasar yang harus dilakukan adalah dengan berdoa, dan mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan. Perkatakanlah Firman dan dengarlah Firman itu masuk dalam pikiran dan hati kita. Ketika kita menghadapi tantangan dan kesulitan hidup, kita dapat lebih mudah terhalang untuk mendengar suara Allah dan mungkin salah memahami pesan-Nya melalui berbagai persoalan tersebut.
Kekhawatiran dapat menyebabkan kita kesulitan menerima Firman, sehingga bisa jadi akan menghambat kita untuk mendapatkan tuntunan dari Allah.
Rekan-rekan youth, Allah dapat menyatakan kebenaran melalui segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita
- Saat kita mengalami kesulitan, Allah dapat berbicara kepada kita melalui Roh Kudus untuk menguatkan dan menghibur kita.
- Saat kita mengalami kebahagiaan, Allah dapat berbicara kepada kita melalui Roh Kudus untuk bersyukur dan memuji-Nya.
- Saat kita bertemu denga Ujian, Allah dapat berbicara kepada kita melalui Roh Kudus untuk menunjukkan tuntunannya dalam kehidupan kita
- Saat kita melihat sesuatu yang indah, Allah dapat berbicara kepada kita melalui Roh Kudus untuk mengingatkan kita akan kasih dan Kebaikan-Nya
Dengan hati yang terbuka dan peka, kita dapat mendengar suara Allah dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.
“Suatu ketika seorang anak mengeluh pada ayahnya bahwa hidupnya menyedihkan. Dia bosan berjuang sepanjang waktu. Tampaknya ketika satu masalah diselesaikan, yang lain segera menyusul. Ayahnya membawanya ke dapur. Dia mengisi tiga panci dengan air dan menempatkan masing-masing di atas api besar. Setelah tiga panci mulai mendidih, ia menempatkan kentang di satu panci, telur di panci kedua, dan biji kopi bubuk di panci ketiga. Dia membiarkan mereka mendidih, tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada putrinya. Anak perempuan itu, tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang dia lakukan.
Setelah dua puluh menit dia mematikan kompor. Dia mengambil kentang dari panci dan menaruhnya di mangkuk. Dia mengeluarkan telur rebus dan menempatkannya dalam mangkuk. Dia kemudian menyendok kopi dan menaruhnya di cangkir. Kemudian ia bertanya. “Anakku, apa yang kamu lihat?”
‘Kentang, telur, dan kopi,’ dia buru-buru menjawab.
“Lihat lebih dekat, dan sentuh kentang.” Dia tahu dan mencatat bahwa kentang menjadi lunak. Dia kemudian memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah melepaskan cangkangnya, ia mengamati telur rebus. Akhirnya, dia memintanya untuk meminum kopi. Aromanya yang kaya membawa senyum di wajahnya. “Ayah, apa artinya ini?” Tanyanya. Kemudian ayahnya menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi masing-masing menghadapi kesulitan yang sama – air mendidih.
Namun, masing-masing bereaksi berbeda. Kentang yang pada awalnya kuat, keras, tetapi dalam air mendidih, ia menjadi lunak dan lemah. Telur itu rapuh, dengan cangkang luar tipis melindungi bagian dalamnya yang cair sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Kemudian bagian dalam telur menjadi keras. Namun, biji kopi bubuk itu unik. Setelah mereka terkena air mendidih, mereka mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.
“Kamu yang mana,” dia bertanya pada putrinya. ‘Ketika kesulitan mengetuk pintumu, bagaimana kamu merespons? Apakah kamu kentang, telur, atau biji kopi? ” Apakah kamu menjadi lunak, lemah? Ataukah kamu akan mengeraskan hatimu. Apakah kamu justru menebarkan aroma harum yang mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarmu, ditengah kesukaran itu?
Jangan biarkan segala sesuatu berlalu begitu saja dalam kehidupan kita, Tuhan mau kita berjalan bersama dengan Dia dalam semua proses kehidupan ini.
Dengarkan Suara Tuhan melalui situasi apapun yang sedang engkau hadapi, entah itu teguran, kekuatan, peneguhan dll. Temukanlah setiap permata indah yang sudah Tuhan taburkan dalam setiap proses hidup kita.
Tetaplah kuat dan percayalah Tuntunan ROh Kudus senantiasa ada dalam kehidupan kita. Ingat bahwa kitalah anak yang harus belajar dan berlatih meraih kedewasaan iman dan kemandirian melalui ujian-ujian kehidupan.
Tetapi semangat dan percaya pada kekuatan yang telah Tuhan sediakan bagi setiap kita. Kita pasti dapat melewatinya dan meraih kemenangan atas apapun yang harus kita hadapi.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – TVP