Elohim Ministry umum Tetap Percaya dan Tidak Menjadi Kecewa

Tetap Percaya dan Tidak Menjadi Kecewa



Renungan Harian Kamis, 7 Maret 2024

Bacaan : Matius 11:2-19

Ayat Pokok : Matius 11:6, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Bicara tentang kata “kecewa” setiap kita pasti pernah mengalaminya, apapun bentuk kekecewaan tersebut. Kecewa memiliki arti tidak puas atau tidak terkabul.  Jika melihat kepada arti dari kecewa tersebut bukan kan kita pernah mengalaminya. Kita pernah merasa tidak puas dan kita pernah mengalami apa yang menjadi permintaan kita tidak dikabulkan.  Keekecewaan tidak hanya mempengaruhi keadaan emosi dan kesehatan hidup kita, tetapi juga mempengaruhi penampilan dan raut muka kita. Dan bukan hanya itu, kecewa juga mempengaruhi iman. Oleh sebab itu ‘kecewa’ harus diselesaikan atau dibereskan. Orang-orang yang tidak mampu menyelesaikan masalah kecewa ini akan sibuk dengan masalah hatinya dan tidak bisa hidup lebih produktif.

Jika kita kembali kepada teks pokok kita, ini adalah perkataan Yesus kepada murid-murid Yohanes pembaptis yang diutus oleh gurunya untuk menanyakan kepada Yesus, apakah DIA adalah Mesias yang dinantikan itu. Yohanes pembaptis kecewa, karena akhirnya dia dipenjara. Di dalam kekecewaannya, Yohanes menjadi ragu-ragu, apakah Yesus itu Mesias atau harus menunggu yang lain (ayat 3). Padahal, dialah yang memproklamirkan bahwa Yesus itu Mesias. Seorang nabi seperti Yohanes pembaptis saja bisa kecewa dan menurun imannya, apalagi kita manusia biasa.

Dalam jawabannya, Yesus tidak hanya menyatakan tindakan-tindakan-Nya yang menguatkan kehadiran-Nya sebagai Juruselamat yang dijanjikan, tetapi Dia juga memberikan pengajaran kepada kita tentang sikap dan keyakinan yang benar. Meskipun Yohanes mungkin merasa kecewa karena situasinya, Yesus menegaskan bahwa orang yang tidak tersandung karena Dia adalah berbahagia.

Dari pengalaman Yohanes Pembaptis, kita bisa belajar untuk tidak menjadi kecewa ketika hidup kita tidak sesuai dengan harapan atau ketika kita menghadapi cobaan yang sulit. Sebaliknya, kita harus mempercayai bahwa Allah tetap setia dan kuasa-Nya tidak pernah berubah. Bahkan dalam kesulitan, kita bisa mencari kebahagiaan sejati dalam iman kepada Kristus.

Belajar juga dari pengalaman Rasul Paulus, apa yang dia dilakukan waktu ia ditolak dalam pelayanannya. Dalam surat 2 Korintus 4:1, Paulus mengatakan demikian; “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.” Paulus dan seluruh rekan pelayannya yang lain menyatakan rasa syukurnya, karena oleh kemurahan Allah mereka boleh menerima pelayanan untuk memberitakan Injil. Kesetiaan dan ketekunan mereka dalam bekerja dinyatakan bahwa ; ”Kami tidak tawar hati” meskipun berada di bawah tekanan dari orang yang menolak Injil mereka tidak berhenti dan menyerah dalam pelayanan bahkan mereka semakin giat mengerjakan pelayanan mereka demi kemajuan pemberitaan Injil.

Tidak menjadi kecewa adalah konsep yang penting dalam kehidupan kita. Menjadi kecewa dapat mengganggu kesehatan mental dan emosi, serta memperburuk kualitas hidup. Tetap menjadi positif dan berharap dalam segala situasi adalah penting untuk kesehatan mental dan emosi.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, Marilah kita merenungkan, bahwa bagi setiap kita ada bagian yang Tuhan ingin kita lakukan dalam pelayanan. Apapun yang kita alami, entah itu masalah, pergumulan, beban ataupun peristiwa buruk yang terjadi, terimalah sebagai kesempatan untuk kita semakin mengenal Tuhan. Janganlah tawar hati, jangan bimbang, tetaplah percaya kepada Tuhan.

Dengan iman yang kokoh dan pengharapan yang teguh dalam Kristus, mari kita tidak tergoyahkan oleh kesulitan atau kekecewaan. Sebaliknya, marilah kita tetap setia kepada-Nya dan berserah sepenuhnya kepada rencana-Nya yang sempurna. Dengan demikian, kita akan menemukan sukacita sejati dan keberkatan yang hanya bisa ditemukan dalam hubungan yang erat dengan-Nya.

Janganlah hati kita merasa kecewa karena semua yang menimpa atas hidup kita. Percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas hidup kita adalah cara Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dihadapan Tuhan, menjadi pribadi yang berkenan di hadapan-NYA. Amin.

Tuhan memberkati.

DS

Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 47 dan 48

https://elohim.id/baca-alkitab-kamis-07-maret-2024/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *