Renungan Harian Senin, 08 Juli 2024
Shalom, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Pada kesempatan kali ini, kita akan merenungkan firman Tuhan yang berbicara tentang “Wanita yang Cakap.” Tema ini diambil dari Amsal 31:10-31. Meskipun teks ini khusus berbicara mengenai wanita, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil, baik pria maupun wanita, untuk membangun karakter dan kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan.
Amsal 31:10, Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata.
Konteks Amsal 31 adalah nasihat seorang ibu kepada anaknya yang merupakan seorang raja, dengan fokus pada memilih pasangan hidup yang tepat dan menghindari kemabukan serta nafsu duniawi.
Makna Kata “Cakap” : Kata “cakap” dalam Amsal 31 berarti “gagah perkasa”, seperti pahlawan dalam Alkitab. Wanita yang cakap dianggap memiliki peran besar baik dalam keluarga maupun bagi banyak orang.
Wanita yang cakap digambarkan seperti sebuah bangunan
1. Fondasi Wanita yang Cakap – Takut akan Allah adalah pondasi utama.
Contoh dari Perjanjian Baru: Maria Magdalena yang hidupnya berubah setelah bertemu Yesus, menunjukkan prioritas dan kasih kepada Allah. Takut akan Allah berarti menghormati, tunduk, taat, dan percaya sepenuhnya kepada-Nya.
“TAKUT AKAN TUHAN” dalam AMSAL menjadi pesan utama
- AWAL: Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (1:7).
- TENGAH: Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (15:33).
- AKHIR: Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji (31:30).
Makna “takut akan TUHAN”? Bukan karena teror (Yun. 1:9-10, 16) Tapi hormat, tunduk, taat dan percaya. Tanggapan thd kebesaran, keagungan, kemuliaan, kekudusan, kemahakuasaanNya. Setiap orang yang mengalami Perjumpaan dengan Allah melahirkan kerendahan hati
Wanita yang cakap memiliki pondasi yang kuat, yaitu takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan berarti menjadikan Allah sebagai pusat hidup, menghormati, dan taat kepada-Nya. Ini adalah awal dari hikmat dan pengetahuan sejati.
Berhikmat – memiliki pengetahuan yaitu Tahu apa yang benar, baik dan tepat untuk dilakukan. Dengan kata lain hikmat inilah yang membuat seorang wanita menjadi bijaksana. Mungkin ada wanita yang tidak memiliki karir yang hebat, pendidikan tidak tinggi namun dalam kesederhanaan dan ketaatannya akan membawa dia kepada kebijaksanaan. Wanita yang cakap bukanlah sosok yang sempurna, melainkan wanita yang terus berjuang untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Setiap wanita bisa menjadi wanita yang cakap dengan mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya.
2. BANGUNANNYA – PEKERJAANNYA
Bangunan dari wanita yang cakap tercermin dari Pekerjaannya:
Pekerja keras – rajin
- (27) Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.
- (17) Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.
- (13) Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
Wanita yang cakap adalah wanita yang rajin dan bekerja keras. Dia senang bekerja dengan tangannya dan tidak malas. Dia selalu mengawasi pekerjaan rumah tangganya dengan baik.
Rela berkorban – Ia bekerja keras dan senang bekerja dengan tangannya
- (15) Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
- (18) …pada malam hari pelitanya tidak padam.
Wanita yang cakap rela berkorban dan selalu memikirkan kesejahteraan keluarganya lebih dari dirinya sendiri. Dia bekerja keras dan selalu siap sedia untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Visioner
- (21) Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.
- (25) Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.
- Wanita yang cakap adalah wanita yang visioner, yang mempersiapkan segala sesuatu dengan baik untuk masa depan. Dia tidak takut akan tantangan, karena dia sudah mempersiapkan keluarganya dengan baik. Wanita yang cakap tahu bagaimana mengelola berkat yang diberikan Tuhan. Dia pintar menyisihkan dan menabung untuk kebutuhan masa depan. Dia tidak menghabiskan berkat yang diterima hari itu juga, melainkan mempersiapkan untuk masa depan.
3. Atap Bangunan – Pencapainnya adalah Pujian
- (28) Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:
- (29) Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
- (30) Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Ini adalah penghargaan yang luar biasa bagi wanita yang cakap. Anak-anak dan suaminya memuji dia karena kebajikannya dan ketakutannya akan Tuhan. Bagi ibu-ibu yang merasa lelah dengan rutinitas sehari-hari, ingatlah bahwa segala usaha Anda sangat berharga di mata Tuhan. Teruslah bekerja dengan giat dan dengan hati yang rela berkorban. Pada akhirnya, Tuhan sendiri yang akan memberi pujian kepada Anda.
Firman Tuhan menegaskan bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab yang sangat penting. Ibu-ibu rumah tangga tidak boleh merasa rendah diri karena pekerjaan mereka sangat berharga di mata Tuhan. Rumah adalah kantor dan laboratorium tempat mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Rangkuman Khotbah
Pdt. Soerono Tan
Link Youtube :
Bacaan Alkitab hari ini : Kitab 1 Raja-Raja pasal 2 dan 3
https://elohim.id/bacaan-alkitab-senin-08-juli-2024/