Elohim Ministry youth UJIAN MENGHASILKAN KETEKUNAN

UJIAN MENGHASILKAN KETEKUNAN



Renungan Harian Youth, Kamis 26 September 2024

Yakobus 1:3, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Seorang pemuda bercerita dirinya sedang mengalami pergumulan berat. Ketika ditanya pergumulan apa yang sedang dihadapinya, sang pemuda menjawab, “Laptop saya rusak, padahal ada banyak kerjaan saya di dalamnya.” Tak lama berselang, pemuda tersebut mendapat kabar bahwa kekasihnya ingin mengakhiri hubungan mereka. Puncaknya, ketika laptopnya sedang diperbaiki, ternyata data-datanya tidak dapat terselamatkan sehingga ia harus kehilangan banyak proyek yang sedang dikerjakan.

Yang menarik adalah bagaimana respons sang pemuda terhadap berbagai masalah yang sedang dialaminya. Ia berkata kepada bahwa pergumulan yang dihadapinya disebabkan dosa masa lalu yang diperbuatnya, sekalipun ia tidak tahu persis dosa apa yang menyebabkan dirinya mengalami berbagai peristiwa tersebut.

Rekan-rekan youth, respons pemuda tersebut adalah reaksi umum manusia ketika mengalami pergumulan. Seringkali pergumulan hidup yang kita alami selalu dikaitkan dengan dosa atau hukuman Tuhan atas perbuatan dosa kita. Apakah benar demikian? Tidak selalu demikian. Yakobus memberikan sudut pandangnya melalui firman Tuhan hari ini bahwa ada waktunya pergumulan terjadi dalam kehidupan untuk menjadi ujian bagi iman kita. Kita diminta untuk melihat bahkan menerima pergumulan hidup sebagai sebuah ujian yang akan menghasilkan sesuatu yang baik, yaitu ketekunan.

Sebagaimana telah disampaikan oleh penulis Yakobus bahwa ujian terhadap iman kita akan menghasilkan ketekunan, dan bila ketekunan itu telah memperoleh buah yang matang, kita menjadi sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apa pun (Yakobus 1:2-4).

Bahwa pencobaan yang Allah izinkan terjadi dapat dianggap sebagi suatu kebahagiaan.  Dalam Alkitab versi terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari berbunyi begini: “anggaplah sebagai suatu kebahagiaan” menggunakan kalimat “hendaklah kalian merasa beruntung”. Ketika seseorang mengalami pencobaan, sebenarnya ia sedang beruntung karena “terpilih” dari sekian banyak manusia di dunia untuk dilatih menjadi semakin kuat dan bertekun dalam iman. Ketekunan yang suatu saat akan menghasilkan buah yang matang dan menjadi berkat bagi sesama (ay. 3). Sebaliknya, orang yang tidak bersedia diuji oleh Allah melalui berbagai pencobaan, kondisi imanya akan stagnan, ketekunannya tidak akan bertumbuh, dan ia kehilangan kesempatan untuk menghasilkan buah dari ketekunan imannya.

Iman adalah anugerah, seperti yang disebutkan dalam Yakobus 1:3, “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu …”, dan yang dengan jelas dituntut dalam ayat 6, “hendaklah ia memintanya dalam iman,”. Kita harus betul-betul mempercayai kebenaran-kebenaran agung dalam Kekristenan, dan berpegang teguh padanya, dalam masa-masa pencobaan. Iman yang di sini dikatakan diuji oleh penderitaan adalah keyakinan terhadap kuasa, firman, dan janji Allah, dan kesetiaan serta keteguhan terhadap Tuhan Yesus. 

Ketekunan atau kesabaran bukanlah hal yang diam membatu, tetapi giat bekerja.

Ketekunan adalah karakter seseorang yang memiliki kapasitas untuk menahan, bertahan atau sabar dalam menghadapi kesulitan hidup. Artinya, ada pertumbuhan yang dihasilkan melalui pergumulan hidup yang kita alami, yaitu iman kita bertumbuh (tidak stagnan) semakin kuat untuk bertahan menghadapi pelbagai pergumulan, bahkan yang nanti akan kita alami.

Yang perlu kita pelihara adalah bertekun di dalam iman.  Hal ini karena ketekunan adalah kemampuan untuk bertahan di tengah-tengah berbagai tekanan dan kesulitan hidup yang dijalani. Sebab itu, orang yang punya ketekunan adalah orang-orang yang dapat mencapai dan meraih impian mereka, meskipun untuk hal itu mereka berkali-kali gagal dan harus menguras waktu, tenaga dan dana. Melampaui masalah demi masalah dengan mata iman yang tetap tertuju kepada Pribadi Tuhan.

Apa pun masalahnya, jangan fokus kepada masalah yang besar tetapi fokuslah kepada Tuhan yang besar. 

Rekan-rekan youth, Apakah kalian saat ini sedang mengalami pergumulan hidup? Apa pun yang kita alami, biarlah firman Tuhan hari ini mengajar kita untuk melihat pergumulan hidup tidak selalu terjadi karena Allah sedang menghukum. Bisa jadi, Allah sedang membentuk kita menjadi pribadi dengan iman yang terus bertumbuh dan semakin kuat setiap harinya. Jika Anda saat ini sedang mengalami pergumulan hidup yang berat, bisa jadi Tuhan Yesus sedang menguji iman Anda agar kuat dan bertekun di dalam iman. Iman yang kuat memampukan Anda bersukacita di tengah pergumulan hidup.

Tetap semangat, Tuhan Yesus memberkati

RM – SCW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *