Renungan harian Anak, Sabtu 05 Oktober 2024
Selamat pagi adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus bagaimana kabar kalian, kakak harapkan adik-adik tetap sehat dan tetap dalam perlindungan Tuhan.
Suatu hari, Agus sedang menonton berita di TV dan melihat sesuatu yang membuatnya sangat marah. Ada seorang anak yang tega menganiaya ibunya hanya karena disuruh bersih-bersih rumah. Akhirnya, polisi menangkap anak itu atas perbuatannya.

Dengan marah, Agus berkata kepada papanya, “Anak itu harus dihukum berat!” Papa Agus tersenyum dan berkata, “Ya, Agus, orang yang berbuat salah harus bertanggung jawab atas tindakannya. Tapi itu adalah tugas polisi untuk memutuskannya. Ingat, Agus, kita harus selalu menjauhi perbuatan seperti itu. Jangan pernah melakukan hal-hal buruk seperti itu.”
Adik-adik pernahkah kamu melihat seseorang melakukan hal yang jahat? Apakah kamu merasa marah atau kesal saat melihatnya? Itu adalah perasaan yang wajar. Tapi tahukah kamu, Alkitab mengajarkan kita untuk tidak iri kepada orang-orang yang berbuat jahat? Daripada iri hati atau marah, bukankah lebih baik kita mendoakan mereka?
Mungkin kamu pernah melihat orang yang sepertinya senang melakukan hal-hal buruk, seperti berbohong atau menyakiti orang lain. Kadang-kadang, kelihatannya mereka tidak dihukum dan masih bisa bersenang-senang. Tapi ingatlah, melakukan hal yang salah tidak akan pernah membawa kebahagiaan atau kedamaian yang sejati. Meskipun tampak seperti mereka menikmati diri mereka, perbuatan jahat itu selalu memiliki akibat.
Amsal 24:1, memberikan peringatan yang sangat jelas: “Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.”
Ini berarti kita tidak boleh ingin menjadi seperti orang yang melakukan hal-hal yang salah, dan kita juga tidak boleh mencoba menjadi teman mereka. Mengapa? Karena jika kita sering bergaul dengan orang yang suka berbuat jahat, perilaku mereka bisa memengaruhi kita. Meskipun kita ingin tetap berbuat baik, teman yang buruk bisa perlahan-lahan membuat kita melakukan hal-hal yang salah.
Mungkin orang tua kamu pernah memperingatkan untuk tidak bermain dengan seseorang karena mereka melihat bahwa anak itu tidak berperilaku baik. Orang tua kamu melakukannya karena mereka mencintaimu dan ingin melindungi kamu dari pengaruh buruk. Jadi, jika orang tua atau guru kamu mengingatkan tentang teman-teman yang kurang baik, penting untuk mendengarkan nasihat mereka. Mereka sedang membantumu untuk tetap berada di jalan yang benar.
Terkadang, kelihatannya orang yang melakukan hal-hal buruk tidak dihukum, tapi ingatlah, Tuhan melihat semuanya. Kita tidak perlu menghakimi atau menghukum orang lain, karena itu adalah tugas Tuhan. Tuhan itu adil, dan Dia akan memastikan bahwa setiap orang menerima apa yang pantas mereka dapatkan. Tugas kita adalah terus berbuat baik dan percaya bahwa Tuhan akan membalas setiap orang setimpal sesuai dengan perbuatannya.
Ayat Hafalan
Amsal 24:1, memberikan peringatan yang sangat jelas: “Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.”
Komitmenku hari ini
Aku mau senantiasa menjauhi hal-hal yang tidak baik dan tidak iri kepada orang yang melakukan hal-hal buruk. Sebailknya aku mau menjadi anak yang bijaksana dan menjadi teladan dalam melakukan kebaikan
Tuhan Yesus memberkati
YNP – IFM
PENGUMUMAN
Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Anak Elohim di Gedung Gereja ya besok hari minggu jam 8.00 … Ayo ajak teman-teman kita semuanya ya ..
“BERDOA BAGI KEBAIKAN ORANG LAIN” – Kisah Rasul 7:54-60

Kita mau Belajar dari Kisah Kisah Stefanus yang Berdoa bagi Orang yang Menyakitinya. Kita belajar untuk untuk berinisiatif mendoakan orang lain, termasuk mereka yang mungkin telah menyakiti hati mereka. Seperti Stefanus yang berdoa bagi mereka yang telah menyakitinya, kita diajak untuk mendoakan orang lain dalam situasi apapun, bahkan ketika kita merasa disakiti.
Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan. Sampai jumpa besok …
Tuhan Yesus memberkati