Renungan Harian Anak, Rabu 16 Oktober 2024
Syalom, adik-adik Elohim Kids! Bagaimana kabarnya hari ini? Kakak harap semuanya sehat dan penuh sukacita! Hari ini, kita akan belajar Firman Tuhan tentang “Jangan Ada Kebusukan” dalam diri kita. Kira-kira, apa ya maksudnya kebusukan itu?
Adik-adik, kalian pasti suka dengan aroma yang harum, kan? Seperti bunga, parfum, atau makanan yang enak. Tapi, bagaimana dengan bau busuk? Pasti nggak ada yang suka, ya? Nah, sama seperti kita yang tidak suka bau busuk, Tuhan juga tidak mau ada “kebusukan” dalam hidup kita. Kebusukan di sini bukan bau dari badan kita, ya, tapi kebusukan hati dan sikap, seperti berbohong, curang, atau tidak taat.
Tuhan ingin kita hidup bersih dari hal-hal yang tidak baik, supaya hidup kita berkenan di hadapan-Nya. Di dalam Roma 12:1, Firman Tuhan berkata, “Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itulah ibadahmu yang sejati.” Tuhan mau agar hidup kita seperti persembahan yang harum, bukan seperti sesuatu yang busuk.
Apa yang Dimaksud dengan Kebusukan Hati?
Adik-adik, kebusukan hati adalah hal-hal yang buruk yang kita simpan dalam hati kita. Misalnya, berbohong, marah tanpa alasan, iri hati, curang, atau membenci orang lain. Kalau kita menyimpan hal-hal ini dalam hati kita, sama seperti kita membiarkan bau busuk tinggal di dalam diri kita. Hidup kita tidak akan menyenangkan di hadapan Tuhan, dan semua yang kita lakukan, seperti berdoa atau beribadah, bisa menjadi sia-sia jika kita tidak hidup benar.
Kita bisa belajar dari bangsa Israel. Ketika mereka keluar dari Mesir, Tuhan memberikan banyak berkat kepada mereka, bahkan membuat orang Mesir memberikan harta dan kekayaan kepada mereka. Tapi, apa yang terjadi? Ketika bangsa Israel sudah merasakan kelimpahan berkat, mereka mulai bersungut-sungut dan melupakan Tuhan. Mereka tidak lagi bersyukur dan taat kepada Tuhan, malah seringkali menyimpang dari jalan yang benar.
Bagaimana Kita Menghindari Kebusukan dalam Diri Kita? Nah, adik-adik, bagaimana supaya kita tidak menyimpan kebusukan dalam hidup kita? Yuk, kita simak beberapa caranya:
1. Selalu belajar untuk Jujur, Tuhan menghendaki kita untuk selalu jujur dalam segala hal. Jangan suka berbohong atau menipu, karena berbohong adalah kebusukan yang tidak disukai Tuhan. Firman Tuhan dalam Amsal 11:3 berkata, “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” Artinya, orang yang jujur akan dipimpin oleh Tuhan dalam kebaikan, tapi orang yang curang hidupnya akan hancur.
2. Bersyukur dan Tidak Bersungut-sungut, Ketika kita mendapatkan sesuatu, entah itu sedikit atau banyak, kita harus bersyukur kepada Tuhan. Jangan seperti bangsa Israel yang sering bersungut-sungut. Tuhan ingin kita selalu mengucap syukur atas segala hal yang Dia berikan, karena setiap berkat yang kita terima adalah tanda kasih Tuhan.
3. Menjaga Hati dan Pikiran Kita Tetap Bersih Hal-hal buruk bisa muncul dari hati dan pikiran kita. Oleh karena itu, kita perlu selalu memperhatikan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Jika kita merasa ingin marah, curang, atau iri hati, segera berdoa dan minta Tuhan untuk membantu kita mengusir perasaan itu, agar kita bisa hidup sesuai kehendak Tuhan.
Adik-adik, mari kita belajar untuk hidup jujur, bersyukur, dan menjaga hati kita agar tidak ada kebusukan di dalam diri kita. Tuhan menginginkan kita menjadi anak-anak yang berkenan di hadapan-Nya, seperti persembahan yang harum. Jangan biarkan kebusukan seperti berbohong, iri hati, atau curang tinggal dalam diri kita, tapi mari kita selalu hidup bersih dan taat kepada Tuhan.
Ayat Hafalan:
Amsal 11:3, “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”
Komitmenku hari ini
Aku mau untuk hidup jujur, bersyukur, dan selalu menjaga hatiku agar tidak ada kebusukan di dalamnya.
Tuhan Yesus memberkati
ID – GCT