Elohim Ministry umum Penyembah yang Aktif

Penyembah yang Aktif



Renungan Harian Selasa, 29 Oktober 2024

Bacaan : Mazmur 100

Nats : Mazmur 100:4 :Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian

Syalom Bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus

Ada berbagai suasana hati ketika orang datang beribadah. Ada yang sedang senang, kecewa, khawatir, berduka, bahagia, bangga, kuat iman, biasa saja. Manakah suasana hati yang Tuhan terima? Dari kesaksian kitab suci, kita mengetahui bahwa Tuhan itu baik dan pengasih. Ia menerima setiap orang yang datang beribadah kepada-Nya dalam suasana hati seperti apa pun. Bahkan, Tuhan pun akan memulihkan orang yang datang beribadah untuk mencari-Nya. Itulah yang menjadi penghayatan kita dalam beribadah.

Mazmur 100 adalah mazmur arak-arakan dalam prosesi ibadah syukur. Sebutannya adalah mazmur untuk korban syukur. Umat Israel membawa kurban syukur ketika ada peristiwa kebaikan Tuhan yang mereka alami (bdk. Im. 7:11-21). Pada saat itu, roti boleh beragi dan semua persembahan dimakan sampai habis. Ada suasana perayaan dan sukacita atas kebaikan Tuhan, Sang Gembala yang baik. Karena itu, persembahan kurban dibawa ke hadapan Tuhan sebagai tanda syukur.

Mazmur 100 mengajak kita bersorak-sorai ketika datang beribadah. Lalu, bukan berarti bahwa kita tidak boleh datang kepada Tuhan dengan berbagai suasana hati yang dapat kita alami. Saat kita beribadah, datanglah dengan penuh syukur mengingat kebaikan Tuhan, Sang Gembala yang baik. Juga datanglah membawa seluruh perasaan diri kita apa adanya. Lalu dalam ibadah, dalam pertolongan-Nya kita menjadi siap merasakan kebaikan Tuhan dan pemulihan Tuhan.

Di dalam bukunya Folk Psalms of Faith, Pendeta Ray Stedman berkata bahwa ia berharap semua orang yang datang ke gereja dapat berdiri di atas mimbar pada hari Minggu pagi dan memerhatikan wajah para jemaat selama khotbah berlangsung.

Walaupun sebagian besar orang tampaknya memerhatikan sang pendeta, banyak pula jemaat yang pikirannya ada di tempat lain. Stedman menulis, “Tentunya menarik untuk mengetahui, ke mana saja pikiran orang-orang mengembara selama kebaktian!”

Untuk memperoleh manfaat terbesar dari kebaktian di gereja, kita harus mempersiapkan hati dan menjadi peserta yang aktif. Kita harus terlibat dengan sungguh-sungguh dalam menyanyikan pujian, berdoa tanpa bersuara saat pendeta memimpin doa, dan menyembah dengan sepenuh hati saat paduan suara bernyanyi.

Pada akhirnya, kita perlu mendisiplinkan diri untuk mendengarkan pengajaran firman Allah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang terbuka. Kita harus mengembangkan rasa lapar akan kebenaran yang menenangkan jiwa kita, mengilhamkan penyembahan, membangkitkan pujian kepada Allah, dan menggerakkan kita untuk melayani Dia.

Kita dengan mudah menyalahkan pendeta apabila kita meninggalkan kebaktian dengan perasaan hampa dan patah semangat. Namun pendeta hanyalah salah satu peserta; kita pun harus melakukan tugas kita.

Tuhan Memberkati

TC

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Mazmur pasal 50-51

https://elohim.id/bacaan-alkitab-selasa-29-oktober-2024/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *