Elohim Ministry youth THE MAKERS AND MAINTAINERS OF PEACE

THE MAKERS AND MAINTAINERS OF PEACE



Renungan Harian Youth, Senin 25 November 2024
Di tengah-tengah kondisi dunia yang tidak sedang baik-baik saja; kekacauan di segala aspek akibat pandemi, perang di negara tetangga yang tak kunjung usai, bahkan mungkin permusuhan antarsaudara masih kerap terjadi hingga kini. Bangsa berperang dan orang-orang berkelahi dan berdebat. Anda bahkan mungkin memiliki beberapa hubungan pribadi yang dipenuhi dengan kepahitan dan penghinaan. Damai merupakan satu-satunya kunci untuk keluar dari kondisi seperti ini dan damailah yang akan membawa kita kepada kebahagiaan.

Syukurlah, ada perkataan TuhanYesus, yang disebut sebagai Kebenaran, yang tercatat dengan sangat indah dalam susunan karya sastra di dalam Alkitab yang diberi judul UCAPAN BAHAGIA
Matius 5:9 berbunyi, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”.
Kata damai, dalam bahasa Inggris disebut peace, sedangkan dalam bahasa Ibrani disebutkan syalom, dan di dalam bahasa Yunani disebut dengan eirene, Ketiganya memiliki makna bahasa Indonesia yang sama yaitu damai. Akan tetapi, pemaknaannya berbeda. Eirene hanya berarti damai secara lahiriah atau luar saja. Namun, syalom memiliki makna yang lebih dalam yaitu damai sejahtera yang kita rasakan baik di dalam maupun di luar diri kita.

Ayat ini memiliki beberapa makna, di antaranya:
• Membawa damai berarti melakukan tindakan aktif untuk menyelesaikan masalah.
• Orang yang membawa damai disebut anak-anak Allah karena tindakan mereka mencerminkan karakter Allah Sang Raja Damai.
• Perbuatan dan perkataan orang yang membawa damai mampu mengilangkan kesusahan orang lain.
• Orang yang membawa damai harus mampu mengambil risiko untuk disalah mengerti, bahkan terkadang usahanya tidak dihargai dan tidak berhasil.
Mari kita perjelas: pembawa damai berbeda dengan penjaga perdamaian. Bahkan, Yesus meyakinkan kita bahwa selama kita ada di bumi ini, kita akan menghadapi kesulitan. Akan ada kekacauan, perpecahan, kesalahpahaman, dan kebutuhan untuk berdamai.

Perbedaan antara “Peacekeeper” dan “Peacemaker”
Meskipun keduanya berhubungan dengan perdamaian, peacekeeper (penjaga perdamaian) dan peacemaker (pembawa damai) memiliki perbedaan mendasar dalam pendekatan dan tujuan mereka.

  1. Peacekeeper (Penjaga Perdamaian)
    Seorang penjaga perdamaian bertujuan untuk mencegah konflik atau menjaga agar konflik tidak meningkat. Mereka biasanya berusaha untuk menjaga status quo atau harmoni sementara dengan menghindari konflik langsung.
    Seorang penjaga perdamaian mungkin memilih untuk tidak membahas isu sensitif demi menghindari pertengkaran.
    • Kelebihan: Membantu menjaga stabilitas dalam jangka pendek.
    • Kelemahan: Seringkali hanya menunda konflik, bukan menyelesaikannya, sehingga masalah bisa muncul kembali
  2. Peacemaker (Pembawa Damai)
    Seorang pembawa damai aktif berusaha menyelesaikan konflik dengan cara yang benar dan menciptakan harmoni yang sejati. Mereka tidak hanya menghindari konflik, tetapi juga memperbaiki hubungan yang rusak.
    Seorang pembawa damai akan berbicara jujur tentang masalah yang ada, tetapi dengan penuh kasih dan tujuan untuk menyatukan.
    • Kelebihan: Menciptakan perdamaian sejati yang bertahan lama.
    • Kelemahan: Mungkin menghadapi resistensi atau kesulitan, karena prosesnya sering menuntut keberanian dan pengorbanan.

Dan itulah sebabnya Membawa perdamaian membutuhkan tindakan.

Aplikasi dalam Kehidupan Kristen
Sebagai orang Kristen, kita dipanggil menjadi peacemakers, sebagaimana diajarkan Yesus dalam Matius 5:9 (PBTB2), Betapa bahagianya orang yang mengusahakan perdamaian, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Ini berarti kita tidak hanya menjaga kedamaian, tetapi juga berusaha menyelesaikan konflik dengan hikmat dan kasih, sehingga mencerminkan karakter Allah yang penuh damai.

Untuk menjadi pembawa damai, kita dapat:
• Menjaga sikap, perkataan, dan tindakan
• Mengontrol emosi
• Mengupayakan penyelesaian masalah dan memberikan pengampunan
• Memberikan nasihat yang positif kepada sesama
Rekan-rekan youth, Berusaha menjadi penengah bagi mereka yang berselisih tidak berarti bahwa setiap masalah akan diselesaikan—segera atau selamanya. Tetapi ketika kita mengundang Tuhan ke area tersebut dan berkomitmen untuk bekerja keras menciptakan perdamaian, Dia dapat melakukan lebih dari yang dapat kita bayangkan. Menjadi seorang peacekeeper mungkin terasa lebih mudah karena menghindari konflik, tetapi menjadi seorang peacemaker lebih sesuai dengan panggilan Kristen.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

EYC23112024-YDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *